Lebih dari Separuh Jemaah Haji Indonesia Berisiko Alami Masalah Kesehatan

Rabu, 04 Maret 2020 | 18:44 WIB
Lebih dari Separuh Jemaah Haji Indonesia Berisiko Alami Masalah Kesehatan
Petugas kesehatan memberi pendampingan kepada pasien Andi (89), calon haji asal Makassar yang menderita demensia di Rumah Sakit KKHI Mekkah, Arab Saudi, Minggu (21/7). ANTARA FOTO/Hanni Sofia

Suara.com - Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah jemaah haji terbanyak di dunia. Diperkirakan pada 2020 ini, jumlah jamaah haji Indonesia mencapai 221 ribu orang.

Pemerintah telah menetapkan bahwa kuota khusus lansia dengan usia di atas 65 tahun sebanyak 2.040 orang.

Dan menurut Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PERDOKHI) lebih dari separuh jamaah haji Indonesia berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan.

Ketua PERDOKHI Muhammad Ilyas mengatakan, kebanyakan jamaah yang berisiko tinggi memiliki masalah kesehatan karena unsur usia dan juga memiliki riwayat penyakit kronik.

Ketua Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PERDOKHI), Muhammad Ilyas, (Suara.com/ Lilis Varwati)
Ketua Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PERDOKHI), Muhammad Ilyas, (Suara.com/ Lilis Varwati)

"Paling banyak diabetes, beberapa di antaranya mengalami gangguan jantung bahkan ada menderita penyakit ganas, sepeti kanker," kata Ilyas dalam acara diskusi 'Manfaat Vaksin Influenza Untuk Optimalisasi Kegiatan Jamaah Haji dan Umrah', Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Polusi udara yang ada di Arab Saudi juga turut menyebabkan masalah kesehatan terjadi. "Kita tahu di Arab Saudi kendaraan begitu padat, pembangunan yang selalu ada menyebabkan debu, juga termasuk kebiasaan merokok," jelas Ilyas.

Faktor lain yakni terkait perubahan lingkungan. Menurut Ilyas, suhu di Arab Saudi yang bisa lebih dari 40 derajat saat siang namun menjadi sangat dingin ketika malam dapat memicu gangguan kesehatan terutama bagi orang Indonesia yang umumnya tinggal di suhu yang lebih stabil.

Selain itu yang perlu juga menjadi perhatian jamaah adalah adanya penyakit menular infeksi pernapasan.

Ilyas mengingatkan, sangat mudah penularan virus terjadi mengingat jumlah jamaah haji yang mencapai 3 juta orang dari seluruh dunia dan berkumpul di satu tempat secara bersamaan.

Baca Juga: Anak Sedang Susah Makan, Ini Kiat Tarra Budiman dan Gya Sadiqah

"Berdasarkan penelitian yang kami lakukan pada 2014 menunjukan bahwa di daerah Arafah-Mina justru penyebab meninggal paling banyak akibat pneumonia. Baik itu karena penularan virus atau pun bakteri," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI