Di Tengah Wabah Corona Covid-19, Pasar Tomohon Setia Jual Daging Kelelawar

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Rabu, 11 Maret 2020 | 14:51 WIB
Di Tengah Wabah Corona Covid-19, Pasar Tomohon Setia Jual Daging Kelelawar
Daging kelelawar dan ular masih dijual di Pasar Ekstrem Tomohon, Sulawesi Utara, di tengah wabah virus Corona Covid-19. (VOA Indonesia/Yoanes Litha)

Suara.com - Di Tengah Wabah Corona Covid-19, Pasar Tomohon Setia Jual Daging Kelelawar

Virus Corona Covid-19 mewabah di seluruh dunia, termasuk Eropa dan Amerika Serikat. Virus yang bermula di kota Wuhan, China, ini diperkirakan sudah menginfeksi lebih dari 114 ribu orang, dengan 3 ribu di antaranya meninggal dunia.

Konsumsi daging kelelawar dan daging ular disebut-sebut menjadi awal mula merebahknya penyakit ini. Sebab, investigasi WHO mengatakan pasar daging dan seafood di Wuhan sebagai ground zero alias titik awal penyebaran penyakit.

Indonesia pun sudah mengonfirmasi adanya 27 pasien positif virus Corona Covid-19. Tak pelak, hal ini menimbulkan kekhawatiran terutara di Tomohon, Sulawesi Utara, yang memiliki pasar ekstrem yang juga menjual daging kelelawar dan ular.

Dilansir VOA Indonesia, aktivitas perdagangan daging ular dan kelelawar di pasar ekstrem Tomohon, Sulawesi Utara masih berlangsung meskipun mengalami penurunan tingkat penjualan hingga 50 persen. Para pedagang maupun pembeli yang ditemui VOA di pasar ekstrem Tomohon menyebutkan bila dimasak dengan baik maka daging kelelawar maupun ular itu akan bebas dari penyakit.

Pasar ekstrem yang menjual daging hewan kelelawar, ular dan tikus di kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara tetap beraktivitas seperti biasa. Sejumlah pedagang yang ditemui VOA di pasar itu pada Selasa, 10 Maret 2020 mengaku kegiatan jual beli di pasar itu tetap berlangsung seperti biasa meskipun diakui ada penurunan penjualan.

Pasar ekstrem berada di salah satu bangunan Pasar Beriman Tomohon yang juga menjual berbagai komoditi hasil pertanian, ikan air tawar, ikan laut hingga barang barang kebutuhan rumah tangga. Pasar Beriman Tomohon memiliki luas 1,5 hektar yang menjadi sumber mata pencaharian bagi seribu pedagang. Selain daging kelelawar dan ular, pasar itu juga menjual daging babi hutan, dan anjing.

Roy (41) penjual daging kelelawar yang dalam bahasa daerah setempat disebut Paniki, meyakini daging kelelawar itu bersih dari penyakit khususnya virus corona. Aktivitas mengkonsumsi daging kelelawar sudah lama menjadi hal yang biasa untuk warga setempat.

Daging kelelawar dan ular masih dijual di Pasar Ekstrem Tomohon, Sulawesi Utara, di tengah wabah virus Corona Covid-19. (VOA Indonesia/Yoanes Litha)
Daging kelelawar dan ular masih dijual di Pasar Ekstrem Tomohon, Sulawesi Utara, di tengah wabah virus Corona Covid-19. (VOA Indonesia/Yoanes Litha)

"Kalau mau bilang virus yang ada mau datang di sini, belum pernah ada selama kita hidup di Minahasa sini, kalau memang ada, sudah dari dulu torang pe orang tua so mati," kata Roy.

Pasokan kelelawar itu diperolehnya dari Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. Daging kelelawar itu dijual dalam kondisi sudah dipanggang dengan harga 50 ribu rupiah per kilogramnya.

Meskipun terjadi penurunan penjualan daging kelelawar di pasar ekstrem tersebut, menurutnya adalah hal yang biasa terjadi pada periode Januari sampai Maret. Tingkat penjualan tertinggi biasanya terjadi menjelang hari raya Paskah, Natal dan Tahun Baru.

Pedagang lainnya, Moses (53), menjelaskan cara pengolahan daging kelelawar maupun ular yang di masak berkali-kali membuat makanan daging kelelawar maupun ular bebas penyakit. Hal itu sudah dilakukan oleh orang tua mereka sejak lama, dan hingga kini belum pernah ada dalam keluarga mereka yang jatuh sakit karena makanan itu.

"Cara masak, kita kan tiga kali bakar ini baru terakhir kita bikin dengan santan, tiga kali masak. Masak lama-lama bisa sampai empat jam yang terakhir. Begitu lagi ular, sama," ungkap Moses yang sudah berjualan di pasar ekstrem itu dalam 25 tahun terakhir.

Jemy seorang tukang bangunan yang hari itu datang membeli satu kilo daging kelelawar di pasar ekstrem, mengatakan sejauh ini belum ada kasus corona di wilayah itu sehingga ia tidak khawatir untuk tetap mengkonsumsi daging kelelawar. Daging kelelawar yang dibeli dalam kondisi sudah dipanggang itu menurutnya akan direbus kembali agar dagingnya yang keras menjadi empuk. Setelah direbus baru kemudian dimasak dengan campuran bumbu untuk dikonsumsi.

"Oh, tidak ada kekhawatiran dengan virus corona karena di daerah sini belum pernah kedengaran virus corona dan masyarakat di sini sudah terbiasa dengan konsumsi daging kelelawar," ungkap Jemy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menantang Corona, Tentara AS dan Thailand Minum Darah Ular dan Daging Tokek

Menantang Corona, Tentara AS dan Thailand Minum Darah Ular dan Daging Tokek

News | Rabu, 04 Maret 2020 | 15:10 WIB

Kemunculan Ular Piton di Tengah Pemukiman Padat, Gegerkan Warga Kediri

Kemunculan Ular Piton di Tengah Pemukiman Padat, Gegerkan Warga Kediri

Jatim | Minggu, 01 Maret 2020 | 02:05 WIB

Santuy Tanpa Ekspresi Saat Dimakan Ular, Katak Ini Malah Bikin Geli

Santuy Tanpa Ekspresi Saat Dimakan Ular, Katak Ini Malah Bikin Geli

Tekno | Jum'at, 21 Februari 2020 | 17:38 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Sunscreen Terbaik untuk Kulit Kering dan Flek Hitam

5 Rekomendasi Sunscreen Terbaik untuk Kulit Kering dan Flek Hitam

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:46 WIB

Yaqut Cholil Qoumas Jabatan Sebelumnya Apa? Mantan Menteri Agama yang Kembali Ditahan di Rutan

Yaqut Cholil Qoumas Jabatan Sebelumnya Apa? Mantan Menteri Agama yang Kembali Ditahan di Rutan

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:39 WIB

7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian

7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:10 WIB

4 Rekomendasi Sepatu Lari Specs untuk Pemula, Mulai Rp200 Ribuan

4 Rekomendasi Sepatu Lari Specs untuk Pemula, Mulai Rp200 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:35 WIB

Ramalan Keuangan Zodiak 25 Maret 2026: Ini 5 Zodiak Paling Moncer, Ketiban Rezeki Nomplok

Ramalan Keuangan Zodiak 25 Maret 2026: Ini 5 Zodiak Paling Moncer, Ketiban Rezeki Nomplok

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:05 WIB

5 Body Lotion untuk Mencerahkan dan Meratakan Warna Kulit Setelah Mudik

5 Body Lotion untuk Mencerahkan dan Meratakan Warna Kulit Setelah Mudik

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:50 WIB

Terpopuler: Bank BCA Kapan Buka? Promo Alfamart Paling Murah Sejagat

Terpopuler: Bank BCA Kapan Buka? Promo Alfamart Paling Murah Sejagat

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:50 WIB

7 Rekomendasi Sunscreen Ringan Hasil Matte, Tidak Bikin Wajah Kelihatan Berminyak

7 Rekomendasi Sunscreen Ringan Hasil Matte, Tidak Bikin Wajah Kelihatan Berminyak

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:35 WIB

5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang

5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:42 WIB

5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran

5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:37 WIB