Besesanding Besesandingon, Tradisi Jaga Jarak Orang Rimba Tangkal Penyakit

Risna Halidi

Rabu, 25 Maret 2020 | 19:30 WIB
Besesanding Besesandingon, Tradisi Jaga Jarak Orang Rimba Tangkal Penyakit
Orang Rimba atau Suku Anak Dalam melakukan social distancing (Dok. Willy Marlupi)

Suara.com - Siapa sangka, ternyata praktik social distancing dengan tidak melakukan kontak fisik dekat demi terhindar penularan penyakit telah menjadi tradisi turun-temurun Orang Rimba yang disebut juga Suku Anak Dalam di pedalaman Jambi?

Ya, jaga jarak dalam konteks ini, diatur dalam hubungan sosial sehari-hari yang mereka sebut besesanding (diisolasi), besesandingon, dan disesandingko.

Dipaparkan Willy Marlupi, seorang pemerhati Orang Rimba Jambi, jarak sosial secara turun-menurun terbukti mampu menjadi langkah awal bagi individu maupun kelompok Orang Rimba dalam mengantisipasi penularan dan penyebaran penyakit. 

Lalu, apakah Orang Rimba juga melakukan isolasi terhadap keluarga mereka yang sedang sakit? Willy menulis, jawabannya adalah ya.

"Bagi anggota keluarga yang sedang sakit mereka biasanya terpisah secara tempat dan memperlakukan diri secara khusus. Maksudnya, Sikap keluarga atau kelompok dalam konteks ini seperti sudah panggilan dan kesadaran ditengah hubungan sosial komunitas," tulis Willy lewat surat elektronik yang dikirim kepada Suara.com, Rabu (25/3/2020).

Misalnya, Orang Rimba yang sedang flu atau batuk, secara sadar tidak akan menyambangi anggota keluarga atau kelompoknya yang masih sehat.

Orang Rimba atau Suku Anak Dalam melakukan social distancing (Dok. Willy Marlupi)
Orang Rimba atau Suku Anak Dalam melakukan social distancing (Dok. Willy Marlupi)

Mereka yang sakit biasanya dengan sadar tidak akan menggunakan jalan atau fasilitas umum yang dilalui yang digunakan oleh keluarga dan kelompoknya, untuk kemudian menggunakan jalan yang lain.

"Selain sudah membuat tempat tinggalnya sendiri terpisah, mereka biasanya kembali bergabung jika si sakit sudah betul-betul merasa sehat," tambah Willy.

Pertanyaan selanjutnya, apakah sikap besesanding, besesandingon dan disesandingko, hanya berlaku di internal mereka? Jawabannya adalah tidak.

baca juga

Sikap dan perlakuan ini berlaku untuk semua, internal dan ekternal, ke sesama mereka dan masyarakat luar.

"Contohnya ke saya sendiri, sekalipun saya kenal baik, punya hubungan baik 20 tahun ini dengan mereka tetap diperlakukan sama. Tidak ada yang istimewa," aku Willy.

"Pesan kesadaran seperti inilah yang saya tangkap dari kearifan lokal tersebut agar kita tetap saling menjaga," tulis Willy lagi.

Bukan hanya besesanding, besesandingon dan disesandingko untuk menghindari penyakit, Orang Rimba juga akan melalukan skrining awal untuk menyeleksi tamu masuk ke dalam kelompoknya.

"Misalnya, Ketika saya selaku orang luar datang ke lingkungan mereka di hutan sana yang pertama dilakukan sebelum memasuki ladang, huma pekarangan mereka, saya harus besesalung dulu yaitu semacam salam yang diucapkan dari jarak tertentu," tambah Willy.

Bunyi salam tersebut adalah;

Uuuoooooouuiiiiiit... 

Uuuoooooouuiiiiit.... 

Presiden Jokowi ketika berdialog dengan Suku Anak Dalam (Orang Rimba), Jambi. (Dok. Komunikasi Presiden)

Teriakan tersebut akan diucapkan sekeras mungkin dan berulang hingga ada jawaban dari Orang Rimba.

Besesalung sendiri dimaknai sebagai salam pembuka atau permisi ketika ingin memasuki pekarangan atau kontak sosial dengan komunitas Orang Rimba.

Jarak besesalung ini berkisar 40 sampai 50 meter dan diharapkan tamu tetap menunggu di tempat ketika besesalung sampai menunggu Orang Rimba datang menjemput.

"Ketika mereka datang menemui kita hingga dalam jarak pandang tertentu katakan 20 sampai 25 meter, biasanya kita akan di skrining dulu secara alami oleh mereka," terang Willy

Warga Suku Anak Dalam
Warga Suku Anak Dalam

Skrining alami yang di maksud adalah mereka akan menatap dengan sungguh-sungguh terkait kondisi fisik tubuh tamu. Apakah tamu memiliki masalah bersin-bersin, batuk, menggigil, pucat, terluka atau baik-baik saja? Proses skrining alami ini berkisar 2 sampai 3 menit.

Tamu selanjutnya diuji lewat dialog melalui pertanyaan pembuka apo mikae becenengo guing? (Kawan, Kamu tidak sakit kan?).

"Nah, kualitas suara dan jawaban kita pada saat itulah yang akan menentukan, apakah kemudian kita bisa kontak langsung atau jaga jarak."

Akhir kata, Willy menulis komunitas adat Orang Rimba Jambi atau yang dikenal dengan Suku Anak Dalam terbukti telah secara turun-temurun mampu mencegah penularan atau penyebaran penyakit hingga sekarang meski kerap dianggap sebagai suku primitif.

"Kisah ini saya sampaikan semata-mata untuk berbagi bahwa imbauan dunia atau pemerintah dalam mencegah Covid-19 melalui skrining suhu, social distancing, isolasi atau di rumah aja, sebenarnya kearifan lokal masyarakat kita yang sudah terbukti bisa mempertahankan kehidupan suku di tengah rimba sana sekalipun jauh dari sentuhan sarana layanan kesehatan dan berbagai macam vaksin," tutup Willy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gegara Wabah Virus Corona Covid-19, Monolog Happy Salma Ditunda

Gegara Wabah Virus Corona Covid-19, Monolog Happy Salma Ditunda

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2020 | 17:00 WIB

Tips Tampil Cantik Hanya Tiga Langkah Meski Work from Home, Boleh Dicontoh!

Tips Tampil Cantik Hanya Tiga Langkah Meski Work from Home, Boleh Dicontoh!

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2020 | 16:25 WIB

Hampir 7 Ribu Orang Tewas karena Covid-19 di Italia, Peti Mati Menumpuk

Hampir 7 Ribu Orang Tewas karena Covid-19 di Italia, Peti Mati Menumpuk

Health | Rabu, 25 Maret 2020 | 15:25 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×