1. Terbahak-bahak
Cara tertawa ini pada awalnya ia terlihat diam, lalu perlahan mengeluarkan suara yang terbahak-bahak.
Jenis tertawa ini disebut juga tertawa sambilan. Orang dengan jenis tertawa ini sering dianggap sebagai orang yang menyenangkan secara alami, karena tawa mereka akan menukar pada yang lainnya.
Orang-orang pemilik tawa ini digambarkan sebagai sosok yang rendah hati, tanpa beban, dan mudah bergaul.
Selanjutnya: Tertawa cekikikan
2. Tertawa cekikikan
Cekikian saat tertawa memang cenderung dikaitkan dengan gadis remaja. Padahal laki-laki dan perempuan dewasa juga kerap memiliki jenis tawa ini.
Cekikikan pada dasarnya dipandang sebagai tindakkan malu-malu yang ditahan, agar tidak terlihat kasar atau merendahkan apa yang ditertawakannya.
Orang dengan tawa cekikikan dianggap sebagai orang yang nakal, tapi tidak bisa melakukan kenakalan itu dan seperti tertahan. Mereka lebih suka ada orang yang mewakili untuk melakukannya, dan ikut bersorak dari belakang.
Selanjutnya: Tawa mendengus
3. Tawa mendengus
Ada beberapa orang yang cenderung mendengus setiap kali ia ingin tertawa dan berusaha keras menahannya.
Tawa ini dianggap dimiliki oleh orang yang pemalu dan rendah hati. Mereka bukan orang dengan kepribadian tertawa keras, biasanya mereka juga cenderung diam saat menemukan sesuatu yang sangat lucu.
Selanjutnya: Tertawa lantang
4. Tertawa lantang
Jenis tawa ini bisa terdengar sangat keras, bahkan kita bisa mendengarnya meskipun berada di tengah kerumunan ramai. Orang ini biasanya, sering menjalani kehidupan pesta dan berani menjalani hidup dengan percaya diri di hidup mereka.
Selanjutnya: Tertawa tertahan
5. Tertawa tertahan seperti tersedak
Tawa ini disebut pengi, ini menandakan tawa yang riuh, tapi karena yang tidak memungkinan untuk tertawa terbahak-bahak mereka akan menutup mulut mereka.
Biasanya orang-orang ini digambarkan sebagai orang peringan tapi tetap bisa mengontrol diri dengan tetap membiarkan selera humornya terpancar.