Banyak Penipuan, Masyarakat Diminta Hati-Hati Beli Alat Kesehatan Online

Risna Halidi, Lilis Varwati

Minggu, 29 Maret 2020 | 21:59 WIB
Banyak Penipuan, Masyarakat Diminta Hati-Hati Beli Alat Kesehatan Online
Ilustrasi belanja online. (Shutterstock)

Suara.com - Masker, handsanitizer, serta sejumlah alat kesehatan lainnya telah menjadi barang langka di pasaran seiring dengan penyebaran virus corona penyebab sakit Covid-19.

Fenomena itu kemudian dimanfaatkan para pedagang online nakal untuk menjual barang-barang langka dengan harga selangit.

Seperti yang terjadi pada marketplace Tokopedia, ribuan merchant menjual berbagai alat kesehatan dengan harga tak wajar dengan judul juga deskripsi produk yang mengeksploitasi wabah virus corona.

Ribuan merchant yang melanggar itu kemudian ditutup setelah ada imbauan dari Kemkominfo.

Menurut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kemkominfo Semuel Abrijani Pangerapan, sangat tidak elok di tengah kondisi pandemi Covid-19, justru harga harga alat kesehatan melonjak.

“Tindakan penutupan itu positif dan itu bukan hanya di Indonesia, di Amerika juga dilakukan, dilakukan Amazon memblok penjual. Tidak elok di saat sulit justru bertindak seperti itu,” ujar Semuel melalui keterangan tertulis yang diterima suara.com, Minggu (29/3/2020).

Ia berharap, masyarakat lebih hati-hati. Jika memungkinkan, lakukan perbandingan harga dan mencari alat kesehatan seperti masker di apotek atau aplikasi yang spesifik untuk kesehatan.

Adapun untuk kasus-kasus phising, kata Semuel, secara khusus ditangani Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) karena terkait dengan keamanan informasi.

“Masyarakat jangan mudah klik link website yang mencurigakan. Seringkali link misal menambahkan satu dua huruf, satu dua kata, seperti aslinya. Padahal ulr website tidak benar, Kominfo kami fokus mengedukasi dan mengawasi agar tidak terjadi kasus-kasus seperti itu,” kata Semuel.

Sementara itu Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mewanti-wanti agar masyarakat lebih hati-hati dalam berbelanja secara online.

Juga benar-benar mencermati setiap prosedur saat berbelanja agar tidak dirugikan.

Piter menyebutkan, modus penipuan beragam termasuk melalui pengiriman barang bodong dan juga melalui phising. Phising menjadi salah satu andalan penipu di tengah timbulnya permintaan tinggi dan kepanikan masyarakat untuk mencari alat kesehatan.

Saat phising, seorang peretas bisa menjebak dan membuat calon korban tanpa sadar memberikan data-data penting melalui jaringan internet yang berujung peretasan.

Menurut piter, jenis phising yang paling populer dan kerap digunakan adalah clone phishing.

Pada phising jenis ini, serangan dilakukan melalui surat elektronik yang terlihat resmi dan mengandung attachment di dalamnya. Attachment ini kemudian digunakan untuk mengambil data dari korban untuk kemudian dikirimkan lagi ke tempat yang diinginkan oleh si pelaku.

Sedangkan jenis phising yang belakangan marak terjadi di marketplace Indonesia menggunakan pendekatan social engineering. Peretas memanipulasi korban untuk mengklik tautan yang dikirim melalui pesan whatsapp atau sms.

"Peretas biasanya memberikan alasan bahwa terjadi kesalahan di sistem atau pesanan tercatat berulang. Tautan di luar sistem marketplace itulah yang nantinya akan meminta data-data pribadi atau bahkan lebih parah, data finansial korban," jelas Piter.

Piter menjelaskan, untuk mengurangi penipuan perdagangan online memang tidak mudah.

baca juga

Menghilangkan sama sekali rasanya juga tidak mungkin. Ia lalu mendorong agar marketplace lebih gencar meningkatkan sosialisasi dan edukasi tentang bagaimana belanja online secara aman.

Pemerintah juga diminta untuk menata regulasi tentang perizinan dan pengawasan terhadap mereka yang melakukan penjualan secara online. Mereka yang akan menjual sesuatu secara online hendaknya terdaftar dan diawasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Populer: Covid-19 Bisa Rusak Jantung, Dokter Kritik Bilik Disinfektan

Populer: Covid-19 Bisa Rusak Jantung, Dokter Kritik Bilik Disinfektan

Health | Minggu, 29 Maret 2020 | 20:30 WIB

Setop Sementara Layanan Karena Corona, Emirates Sampaikan Salam Perpisahan

Setop Sementara Layanan Karena Corona, Emirates Sampaikan Salam Perpisahan

Lifestyle | Minggu, 29 Maret 2020 | 19:15 WIB

Cemas Wabah Covid-19 Bikin Susah Tidur? Ini Enam Cara Untuk Mengatasinya!

Cemas Wabah Covid-19 Bikin Susah Tidur? Ini Enam Cara Untuk Mengatasinya!

Lifestyle | Minggu, 29 Maret 2020 | 19:50 WIB

Terkini

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

×