Kita adalah Garda Terdepan Sesungguhnya dalam Melawan Virus Corona

Senin, 30 Maret 2020 | 11:57 WIB
Kita adalah Garda Terdepan Sesungguhnya dalam Melawan Virus Corona
Jaga jarak atau social distancing, perlu dilakukan masyarakat sebagai garda terdepan lawan virus corona. (Shutterstock)

Suara.com - Selama ini, yang kita tahu, garda terdepan perang melawan virus corona Covid-19 adalah petugas medis.

Namun Dokter Spesialis Paru Dr. dr. Erlina Burhan, MSc Sp.P(K) tidak sependapat dengan itu. Menurutnya, yang berada di garda terdepan bukanlah tim medis, melainkan masyarakat itu sendiri.

"Harus dilakukan untuk memutus rantai penularan adalah sesuatu kegiatan yang wajib dilakukan bila ingin lepas dari Covid-19, untuk memutus rantai garda terdepannya adalah masyarakat, bukan tenaga kesehatan," ujar Erlina di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (30/3/2020).

Ia mengatakan rantai penularan tidak akan terputus jika masyarakat tidak patuh menjalankan imbauan untuk menjaga jarak dan berdiam diri di rumah. Hal ini mengingat Covid-19 menular melalui secara langsung lewat droplet atau percikan ludah, atau ketika kita menyentuh benda-benda yang terkontaminasi.

Jadi, sudah seharusnya, untuk berjaga-jaga, mereka yang sakit memakai masker. Lakukan isolasi mandiri, berdiam diri di rumah, jaga jarak hingga 2 meter jika terpaksa harus keluar.

"Ini mencegah interaksi dengan orang, menghindari interaksi sosial ini dengan menghindari kerumuman. Jika tidak perlu, jangan keluar, jaga jarak 1 meter, bila berada di kerumuman pakai masker," ungkapnya.

Penularan kedua, kata dokter yang berpraktik di RSUP Persahabatan itu adalah kontak tidak langsung dengan benda-benda yang memungkinkan terkontaminasi virus, seperti handel pintu, pegangan tangan di tranportasi publik, bungkus makanan dan sebagainya.

Nah, penularan ini bisa dicegah dengan rajin-rajin mencuci tangan dengan sehabis melakukan berbagai kegiatan, seperti habis dari toilet, berpergian, sebelum dan setelah memegang makanan, menyentuh sampah, mengganti popok, dan sebagainya.

"Cuci tangan ini ampuh mencegah penualaran, karena virusnya akan mati bila kita mencuci tangan dengan sabun. Virus ini dilapisi dengan lemak, dan lemak ini akan hancur bilamana bertemu denan sabun. Ini sangat penting mencuci tangan di air mengalir," kata dia.

Baca Juga: 122 WNI di Luar Negeri Kena Corona, Paling Banyak di Singapura

Cara mencuci tangan juga harus tepat, seperti dilakukan selama 20 detik, di sela-sela jari, kuku, jempol, hingga memutar tangan. Dan ingat juga untuk tidak menyentuh wajah.

"Jangan menyentuh wajah. Mohon dicamkan dengan pikiran, dengan otomatis akan mudah dilakukan," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI