Bar Sepi, Produsen Minuman Keras Banting Setir Jual Hand Sanitizer

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Kamis, 02 April 2020 | 12:41 WIB
Bar Sepi, Produsen Minuman Keras Banting Setir Jual Hand Sanitizer
Ilustrasi minuman beralkohol (Shutterstock).

Suara.com - Bar Sepi, Produsen Minuman Keras Banting Setir Jual Hand Sanitizer

Imbauan untuk diam di rumah karena pandemi virus Corona Covid-19 membuat tempat-tempat nongkrong sepi, termasuk restoran dan bar. Hal ini rupanya berpengaruh terhadap penjualan minuman keras di Amerika Serikat.

Bukan minuman alkohol, yang dicari oleh masyarakat saat ini adalah produk hand sanitizer. Oleh karena itu demi menyiasati perekonomian, tidak sedikit produsen minuman keras di AS yang banting setir menjual hand sanitizer.

Ya, penjualan hand sanitizer dipilih karena rata-rata mereka memiliki alkohol, bahan utama untuk membuat hand sanitizer.

Seperti yang dilakukan Twin Valley Distillery di kota Rockville, negara bagian Maryland. Pemiliknya Edgardo Zuniga, mengatakan kepada VOA, dia telah menjual lebih dari 3.000 botol berukuran 4 oz (118 ml). Produk penyanitasi tangan Twin Valley dijual seharga sekitar $5 (sekitar Rp 83 ribu) perbotolnya.

Edgardo mengatakah dia tak mau mengambil keuntungan besar, meski bisnis utamanya merugi 75 persen sejak COVID-19 merebak.

"Tidak, kami tidak menghasilkan banyak uang. Beberapa orang berusaha membantu bisnis kami dengan membeli 1-2 botol minuman beralkohol yang di toko kami," kata Edgardo.

"Kami menjual hand sanitizer hanya seharga sekitar 5 dolar per botol. Kami tidak dapat keuntungan besar. Kami hanya ingin menyediakan sesuatu untuk membantu masyarakat," imbuhnya.

Hal serupa dilakukan Falls Church Distillers, produsen minuman beralkohol di Kota Falls Church, negara bagian Virginia.

Baca Juga: Perhatikan, Hand Sanitizer juga Bisa Kedaluwarsa & Tidak Efektif Lagi

Ilustrasi Anak Pakai Hand Sanitizer. (Shutterstock)
Ilustrasi Anak Pakai Hand Sanitizer. (Shutterstock)

Pendirinya, Michael Paluzzi, mengatakan penting untuk mendorong semangat masyarakat dan tidak memanfaatkan rasa takut mereka dengan menaikkan harga.

"Harga adalah faktor penting bagi kami. Kami tidak menaikkan harga. Kita tahu banyak orang memborong tisu toilet atau penyanitasi tangan, dan banyak yang menaikkan harga gila-gilaan. Itu yang ingin kami lawan, apalagi banyak orang yang membutuhkan," tutur Michael.

Upaya ini disambut baik oleh masyarakat sekitar, tak terkecuali diaspora Indonesia. Seperti Dwitra Zaky yang mendatangi tempat itu pekan lalu dan membeli penyanitasi tangan untuk keluarganya.

"Setiap orang hanya boleh beli setengah galon. Itu sekitar 16 dolar (sekitar Rp 267 ribu), tapi lumayan sih dengan setengah galon itu. Sampai di rumah saya bagikan ke kotak-kotak kecil bisa sampai 7 atau 8. Saya taruh di mobil, satu. Satu, saya kasih ke anak saya dan suami,” katanya.

"Bagus juga ya mereka sambil caring ke community," tambahnya. [VOA Indonesia]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI