Bikin Geli, Rupanya Tokek Kerap Diolah Jadi Dendeng Crispy di Negara Ini

Silfa Humairah Utami, Arendya Nariswari

Sabtu, 18 April 2020 | 20:00 WIB
Bikin Geli, Rupanya Tokek Kerap Diolah Jadi Dendeng Crispy di Negara Ini
Ilustrasi tokek. (Pixabay/makamuki0)

Suara.com - Tokek menjadi salah satu hewan yang cukup membuat banyak orang geli ketika melihatnya. Namun siapa sangka di negara lain, tokek menjadi salah satu camilan yang diminati.

Meskipun di tengah virus corona masyarakat dihimbau untuk tak menyantap daging hewan liar, rupanya pembuatan dendeng dari tokek tetap berjalan seperti biasa.

Dikutip Suara.com dari akun YouTube Viral Press, Sabtu (18/4/2020), dendeng tokek biasanya diproduksi di negara Thailand untuk selanjutnya dikirim ke negara China.

Dalam video tersebut, tampak ratusan hingga mungkin ribuan tokek mati dikeringkan lalu dibentangkan dengan menggunakan tusuk bambu layaknya sate.

Dendeng tokek sendiri di China kerap dijadikan sebagai makanan ringan alias camilan. Mungkin hal ini terdengar unik, namun rupanya dendeng tokek sudah diproduksi oleh sebuah desa di Thailand bernama Nakhon Phanom sejak 20 tahun lali.

Ilustrasi tokek. (Pixabay/Josch13)
Ilustrasi tokek. (Pixabay/Josch13)

Tidak sedikit bahkan penduduk desa yang berprofesi menjadi seorang produsen dendeng tokek di Thailand. Umumnya, tokek tersebut didapatkan dari hasil berburu di hutan.

Sebelum dijadikan dendeng, tokek terlebih dahulu dibunuh kemudian dikeluarkan isi di dalam tubuhnya.

Proses pengeringan dendeng tokek rupanya tidaklah cepat, mereka harus dijemur di bawah sinar matahari selama beberapa hari.

Bikin Geli, Rupanya Tokek Kerap Diolah Jadi Dendeng Crispy di Negara Ini. (Instagram/@fanyan)
Bikin Geli, Rupanya Tokek Kerap Diolah Jadi Dendeng Crispy di Negara Ini. (Instagram/@fanyan)

Dendeng tokek sendiri sudah menjadi salah satu camilan yang cukup populer di China maupun Thailand. Tetapi akibat merebaknya virus corona, belakangan penjualan dendeng tokek ini menurun dan sempat terhenti.

baca juga

Akibatnya, banyak penjual dendeng tokek merasa khawatir dengan situasi tersebut.

Di China sendiri, pemerintah saat ini sedang mendisiplikan regulasi perdagangan hewan liar sejak merebaknya virus corona. Beberapa wilayah seperti kota Zhuhai dan Shenzhen bahkan kini telah melarang daging kucing serta anjing untuk dikonsumsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Revisi, China Menaikkan Tingkat Kematian di Wuhan hingga 50 Persen

Revisi, China Menaikkan Tingkat Kematian di Wuhan hingga 50 Persen

Health | Jum'at, 17 April 2020 | 19:40 WIB

AS Melacak Kemungkinan Virus Corona Berasal dari Laboratorium, Bukan Pasar

AS Melacak Kemungkinan Virus Corona Berasal dari Laboratorium, Bukan Pasar

Health | Jum'at, 17 April 2020 | 16:23 WIB

Memo Pejabat China Bocor ke Publik, Corona Tadinya Sengaja Ditutupi?

Memo Pejabat China Bocor ke Publik, Corona Tadinya Sengaja Ditutupi?

News | Jum'at, 17 April 2020 | 12:50 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×