alexametrics

Sembilan Desainer Lokal Urun Rembuk Buat Aksi Kemanusiaan Lawan Covid-19

Risna Halidi
Sembilan Desainer Lokal Urun Rembuk Buat Aksi Kemanusiaan Lawan Covid-19
Didiet Maulana, salah satu desainer yang ikut gerakan 'Designers Give Back' [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Para desainer nantinya akan merancang dan memproduksi produk fesyen edisi khusus.

Suara.com - Sembilan Desainer Lokal Urun Rembuk Buat Aksi Kemanusiaan Lawan Covid-19

Sembilan desainer Indonesia berkolaborasi dalam aksi kemanusiaan bertajuk "Designers Give Back" di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Para desainer nantinya akan merancang dan memproduksi produk fesyen edisi khusus yang akan dijual di platform e-commerce JD.ID.

"Bersama-sama dengan para desainer, kami berdedikasi untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, melalui karya dan kreativitas kami. Melalui medium fesyen, kami ajak seluruh pelanggan untuk berkontribusi dan membantu pulihkan Indonesia dari Covid-19," kata Head of Fashion Category JD.ID, Stephanie Susilo dalam keterangan pers di Jakarta pada Rabu, (13/5/2020).

Baca Juga: Sidang Perdana soal Senjata Api di MK, Kivlan Zen Klaim Didiskriminasi

Dilansir dari Antara, 100 persen hasil penjualan produk fesyen tersebut akan disalurkan lewat Yayasan Kitabisa.com untuk pengadaan alat kesehatan yang disumbangkan ke beberapa rumah sakit darurat Covid-19 rujukan pemerintah.

Kesembilan desainer dan jenama yang berpartisipasi dalam kegiatan amal tersebut yaitu Studio 133 Biyan, Sapto Djojokartiko, Aidan & Ice, Artkea Stripes, Lace by Artkea, Denny Wirawan, Ghea Panggabean, Sejauh Mata Memandang, dan Ikat Indonesia by Didiet Maulana.

Hingga saat ini, penyelenggara telah berhasil mengumpulkan lebih dari 100 buah produk fesyen edisi khusus, yang mana setiap produk akan dihargai Rp 1 juta per buah.

Produk fesyen terdiri dari masker wajah berbahan kain aneka bentuk dan motif hingga perhiasan dan sepatu.

Seluruh produk sudah tersedia secara eksklusif di platform belanja terkait.

Baca Juga: Beda dengan Anies, PDIP DKI: Kesalahan Data Bansos Tahap I Capai 2 Persen

Komentar