Usai Pandemi, Kemenparekraf akan Terapkan Konsep CHS di Destinasi Wisata

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 15 Mei 2020 | 13:56 WIB
Usai Pandemi, Kemenparekraf akan Terapkan Konsep CHS di Destinasi Wisata
Ilustrasi wisata Bali. (Dok : Kemenparekraf)

Suara.com - Untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif usai Covid-19, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan menerapkan Konsep Cleanliness, Health, and Safety (CHS) di setiap destinasi maupun lokasi terkait pariwisata dan ekonomi kreatif.

Saat ini Kemenparekraf sedang menyiapkan langkah-langkah pemulihan, antara lain menyusun sop operating procedure (SOP) yang mengacu pada standar kesehatan, kebersihan dan keselamatan. Rincian program pemulihan akan dibahas dan dikomunikasikan ke seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kemenparekraf bekerja sama dengan Kemenkes (Kementerian Kesehatan) dan lembaga terkait melakukan survei, verifikasi implementasi SOP CHS dengan baik dan benar, sesuai standarisasi yang ditetapkan,” kata Sekretaris Kemenparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani, saat melakukan rapat dengan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Bali, Kamis (14/5/2020). 

Sebagai destinasi utama pariwisata Indonesia, Bali ditetapkan menjadi pilot project dalam penerapan program CHS, yang nantinya diimplementasikan ke daerah lainnya di Indonesia.

Ia mengatakan, hal itu menjadi tak terelakkan, karena pandemi Covid-19 telah membuat perilaku manusia yang baru (new normal), dimana masyarakat jauh lebih peduli terhadap faktor-faktor kebersihan, kesehatan, dan keamanan, termasuk untuk destinasi pariwisata.

Sudah sepatutnya dilakukan penyesuaian, agar pascapandemi pariwisata menjadi sektor yang dapat pulih dengan cepat. Seperti yang diperkirakan Presiden Joko Widodo, sektor pariwisata akan booming setelah wabah berakhir.

"Gerakan CHS ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi dan industri pariwisata Indonesia usai Covid-19, sehingga mendorong peningkatan pergerakan dan kunjungan wisatawan di Indonesia, yang pada tahap awal pasti akan didominasi oleh wisatawan domestik," kata Ni Wayan Giri.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Inspektur Utama-Baparekraf Restog, Krisna Kusma, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Kemenparekraf, Rizki Handayani, Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hari Santosa Ungkari, Staf Khusus Bidang Keamanan Kemenparekraf, Adi Deriyan Jayamarta, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya, dan Guru Besar Ilmu Pariwisata Universitas Udayana Bali, I Gde Pitana.

Ilustrasi wisata Bali. (Dok : Kemenparekraf)
Ilustrasi wisata Bali. (Dok : Kemenparekraf)

Secara umum, Giri menjelaskan, konsep CHS mengacu pada protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh Kemenkes dan konsep pembangunan kepariwisataan berkelanjutan, serta secara spesifik mengimplementasikan Sapta Pesona yang merupakan jiwa pariwisata Indonesia.

baca juga

Secara terpisah dapat dikatakan konsep Cleanliness (kebersihan) merujuk pada keadaan bebas dari kotoran, termasuk diantaranya debu, sampah, dan bau. Selain itu, kebersihan juga berarti besar dari virus, bakteri patogen, dan bahan kimia berbahaya.

Sementara Health (kesehatan) adalah layanan yang menerapkan aturan atau ketentuan kesehatan terhadap manusia dan lingkungan melalui kegiatan pencegahan, perawatan, pemantauan, dan pengendalian. Selain itu, juga menjalankan peran dengan mempromosikan peningkatan parameter lingkungan dan mendorong penggunaan teknologi dan perilaku yang ramah lingkungan dan sehat.

Sedangkan Safety (keselamatan) mencakup faktor keamanan, adalah keadaan bebas dari risiko, bahaya, pencemaran, ancaman, gangguan yang bersifat permanen dan nonpermanen, fisik dan nonfisik di suatu tempat dan waktu tertentu untuk mengelola, melindungi dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat, pengunjung dan kualitas lingkungan.

Yang tidak kalah penting adalah zero waste management, dimana pengelola destinasi harus memiliki strategi dan penerapan kebijakan pengelolaan sampah yang baik.

"Perlu dilakukan uji coba dari penerapan SOP CHS ini, yang nantinya akan menjadi panduan bagi pemerintah daerah, pengelola destinasi pariwisata dan pengelola usaha pariwisata, serta pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif lainnya," kata Giri.

"Setelahnya baru dilakukan verifikasi, audit, dan sertifikasi CHS, dengan melibatkan lembaga sertifikasi," kata Giri.

"Dengan begitu diharapkan dapat terwujud destinasi dan industri pariwisata yang bersih, sehat, dan aman sehingga tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi wisatawan, pengelola, dan masyarakat," tambahnya.

Untuk tahap awal, program ini akan coba diterapkan di Bali. Slain sebagai magnet utama wisatawan, baik Nusantara maupun mancanegara, Bali juga merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan penyebaran Covid-29 yang terkendali dan penanganannya sangat bagus.

Meskipun Bali adalah pusat pariwisata dengan banyak wisatawan yang berkunjung, tapi Bali bukanlah wilayah yang menjadi episentrum pandemi Covid-19 di Indonesia. Hingga saat ini terdapat 332 kasus positif Corona di Bali, 220 orang sembuh dan 4 orang meninggal.

"Penerapan pun akan dilakukan secara bertahap. Pertama direncanakan di kawasan Nusa Dua Bali," kata Giri.

Sementara itu, Tjokorda Oka atau yang juga akrab disapa Cok Ace, menyatakan menyambut baik pada program yang sedang disiapkan Kemenparekraf. Menurutnya, Bali sebagai daerah pariwisata tidak bisa diam melihat situasi yang ada.

"Program ini tentu sangat baik dalam mempersiapkan Bali untuk kembali menerima wisatawan nantinya," kata Cok Ace.

Ia mengakui, minat wisatawan untuk kembali berwisata ke Bali saat ini sangat tinggi, terutama dari wisatawan mancanegara. Namun sebelum itu, dibutuhkan penetapan protokol baru kepariwisataan yang menitikberatkan pada jaminan keamanan dan kesehatan bagi wisatawan sebagai prioritas.

Dengan penyusunan program dan pendampingan dari Kemenparekraf, tentu akan membantu Bali untuk menyiapkan langkah-langkah ke depan. Kawasan Nusa Dua yang dikelola ITDC dinilai cocok untuk penerapan program CHS untuk tahap awal di Bali.

"Tempatnya strategis dapat mengakomodasi segala minat dan kebutuhan wisatawan. Untuk ‘social distancing’ juga baik karena jauh dari masyakat. Tinggal disiapkan protokol kesehatan serta protokol lainnya secara ketat," kata Cok Ace.

Ilustrasi wisata Bali. (Dok : Kemenparekraf)
Ilustrasi wisata Bali. (Dok : Kemenparekraf)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harusnya Sudah Mulai, Kapan Jakarta Fair 2020 Akan Terselenggara?

Harusnya Sudah Mulai, Kapan Jakarta Fair 2020 Akan Terselenggara?

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2020 | 13:42 WIB

Olahraga Intensitas Tinggi Bisa Tingkatkan Risiko Terinfeksi Covid-19

Olahraga Intensitas Tinggi Bisa Tingkatkan Risiko Terinfeksi Covid-19

Health | Jum'at, 15 Mei 2020 | 13:24 WIB

55 Liter Miras Oplosan Diamankan Polisi Saat Patroli di Bantul

55 Liter Miras Oplosan Diamankan Polisi Saat Patroli di Bantul

Jogja | Jum'at, 15 Mei 2020 | 13:20 WIB

Polisi Tangkap Penjual Surat Keterangan Bebas Covid-19 Palsu di Bali

Polisi Tangkap Penjual Surat Keterangan Bebas Covid-19 Palsu di Bali

News | Jum'at, 15 Mei 2020 | 13:05 WIB

Peneliti Temukan Hubungan Virus Corona Covid-19 dengan Cedera Ginjal Akut

Peneliti Temukan Hubungan Virus Corona Covid-19 dengan Cedera Ginjal Akut

Health | Jum'at, 15 Mei 2020 | 13:30 WIB

Ngeri, Virus Corona Covid-19 20 Kali Lebih Mematikan dari Flu Biasa

Ngeri, Virus Corona Covid-19 20 Kali Lebih Mematikan dari Flu Biasa

Health | Jum'at, 15 Mei 2020 | 12:32 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×