Angkat Pangan Lokal, Sangihe Terapkan Dua Hari Tanpa Makan Nasi

Vania Rossa, Frieda Isyana Putri

Jum'at, 22 Mei 2020 | 06:55 WIB
Angkat Pangan Lokal, Sangihe Terapkan Dua Hari Tanpa Makan Nasi
Papeda, makanan khas Papua yang terbuat dari sagu. (Foto: suara.com/Dinda Rachmawati)

Suara.com - Kabupaten Kepulauan Sangihe yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara memiliki cara tersendiri untuk mengangkat pangan lokal mereka, yaitu menerapkan program 'Two Days No Rice' atau Dua Hari Tanpa Makan Nasi.

Umbi-umbian dan sagu adalah sumber karbohidrat yang kerap ditemukan di wilayah tersebut. Akan tetapi, kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan beras atau nasi sebagai makanan pokok di Indonesia, membuat Sangihe menerapkan program Two Days No Rice ini.

Dipaparkan oleh Serny Maria Lalu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab. Sangihe, bahwa di wilayah tersebut tidak ada lahan khusus untuk menanam padi atau sawah.

"Sedangkan pangan lokal kita banyak. Ada umbi-umbian, ada sagu, dan lain sebagainya," katanya dalam Webinar Tak Kenal Maka Tak Bangga, Kamis (21/5/2020).

Hal ini pada akhirnya membuat pemerintah lokal berniat mengangkat pangan lokal yang memang telah dikonsumsi sejak zaman nenek moyang secara turun-temurun.

Program Two Days No Rice alias dua hari tanpa makan nasi dilaksanakan tiap hari Selasa dan Jumat. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk keberpihakan pemerintah pada masyarakat petani.

Dengan tidak mengonsumsi nasi atau beras, secara tidak langsung permintaan pangan lokal pengganti nasi akan meningkat. Hal ini akan berdampak pada pendapatan petani yang meningkat dan terjadi perputaran perekonomian masyarakat.

"Jadi setiap hari Selasa dan hari Jumat, kami di Kabupaten Kepulauan Sangihe tidak mengonsumsi nasi. Menggantikan karbohidrat dari nasi dengan karbohidrat dari umbi-umbian dan sagu," kata Serny lagi.

Sebelum diolah jadi makanan, terlebih dahulu sagu diolah menjadi tepung. Kemudian diolah menjadi mi sagu dan beras analog sagu. Sagu telah menjadi makanan pokok beberapa daerah di wilayah Indonesia bagian Timur.

baca juga

Hadir dalam kesempatan yang sama, Puji Sumedi, Manajer Program Pertanian Yayasan KEHATI, menambahkan bahwa selama ini Sangihe harus membeli beras dari luar pulau.

"Dana per bulan yang dihabiskan 6 miliar untuk membeli beras dari luar. Dana itu tidak digunakan untuk memberi karbohidrat atau menyejahterakan petani di sana dengan mengonsumsi pangan lokal yang ada," pungkas Puji.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

12 Orang Jawa Dilarang Masuk Kepulauan Sangihe, Takut Sebar Virus Corona

12 Orang Jawa Dilarang Masuk Kepulauan Sangihe, Takut Sebar Virus Corona

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 18:40 WIB

Teliti Manfaat Pangan Lokal, 63 Mahasiswa Raih Bantuan Dana Riset

Teliti Manfaat Pangan Lokal, 63 Mahasiswa Raih Bantuan Dana Riset

Health | Rabu, 11 September 2019 | 14:05 WIB

Jangan Salah, Pangan Lokal Ternyata Kaya Zat Gizi Lho!

Jangan Salah, Pangan Lokal Ternyata Kaya Zat Gizi Lho!

Health | Selasa, 31 Oktober 2017 | 19:26 WIB

Terkini

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi

Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda

Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:16 WIB

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:59 WIB

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:40 WIB

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:30 WIB

×