Jadi Korban Ghosting? Ini 6 Hal yang Harus Dilakukan Agar Bisa Move On

Silfa Humairah Utami | Amertiya Saraswati
Jadi Korban Ghosting? Ini 6 Hal yang Harus Dilakukan Agar Bisa Move On
Ilustrasi perempuan putus cinta [Shutterstock]

Jadi korban ghosting bisa lebih menyakitkan daripada diputuskan pacar.

Suara.com - Siapa pun pasti tak mau menjadi korban pemberi harapan palsu. Sayangnya, fenomena ghosting atau hilang tanpa kabar bukan lagi hal yang asing terjadi.

Bayangkan saja ketika kamu sedang sudah merasa cocok dengan si dia dan berharap hubungan kalian akan berjalan lancar, tetapi dia tiba-tiba hilang tanpa alasan.

Tidak heran, jadi korban ghosting bisa terasa lebih menyakitkan daripada diputuskan pacar. Pasalnya, kamu tidak mendapat kejelasan mengapa tiba-tiba ditinggalkan.

Nah, jika kamu merupakan salah satu yang menjadi korban ghosting, berhentilah menyalahkan diri sendiri.

Melansir laman Your Tango, berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk move on setelah menjadi korban ghosting.

Saat sedih dunia terlihat lebih kelabu (Ilustrasi Shutterstock).
Ilustrasi korban ghosting (Ilustrasi Shutterstock).

1. Jangan terburu-buru kembali berkencan

Jadi korban ghosting bisa membuat harga dirimu terluka. Sebelum kembali berpacaran, fokuslah untuk menyembuhkan rasa sakit yang ada.

Jangan terburu-buru mengambil risiko berpacaran sampai kamu merasa siap.

2. Jangan coba-coba menghubunginya kembali

Terkadang, kamu merasa tidak puas karena ditinggalkan begitu saja tanpa alasan. Namun, jangan coba-coba untuk menghubunginya dan memohonnya untuk kembali.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS