Siap Terima Wisatawan, Candi Borobudur Gelar Simulasi Penerapan New Normal

Fabiola Febrinastri

Rabu, 10 Juni 2020 | 18:59 WIB
Siap Terima Wisatawan, Candi Borobudur Gelar Simulasi Penerapan New Normal
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menghadiri simulasi protokol kesehatan Candi Borobudur, Jateng, Rabu (10/6/2020). (Dok : Pemprov Jateng)

Suara.com - Candi Borobudur, di Magelang, Jawa Tengah, bersiap menerima kunjungan wisatawan. Namun sebelum hal itu terjadi, tim Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), menggelar simulasi protokol kesehatan sektor pariwisata, berupa penerapan new normal.

Simulasi yang berlangsung sekitar dua jam tersebut diikuti oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, Kepala Disporapar Provinsi Jateng, Sinoeng Nugroho Rachmadi, Bupati Magelang, Zaenal Arifin, dan Direktur Utama TWCB, Edy Setijono.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menghadiri simulasi protokol kesehatan Candi Borobudur, Jateng, Rabu (10/6/2020). (Dok : Pemprov Jateng)
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menghadiri simulasi protokol kesehatan Candi Borobudur, Jateng, Rabu (10/6/2020). (Dok : Pemprov Jateng)

Simulasi dimulai dari penerapan protokol transportasi pengunjung, baik rombongan maupun pribadi, dengan penyemprotan disinfektan kendaraan, pemakaian masker, cuci tangan, hingga loket pembelian tiket yang ditetapkan jaga jarak.

Pengelola candi juga menempatkan petugas di sejumlah titik di kompleks candi untuk mengingatkan pengunjung terhadap penerapan protokol kesehatan.

Ganjar menuturkan bahwa simulasi tersebut merupakan upaya persiapan dibukanya kembali Candi Borobudur untuk wisatawan umum.

"Hari ini kita melihat simulasi untuk menyiapkan candi dibuka untuk umum. Tapi bukan berarti langsung, tapi dihitung oleh pengelola kapasitas pengunjungnya," ujarnya, Jateng, Rabu (10/6/2020).

Menurut Ganjar, pengunjung tahu tahapan protokol kesehatan yang diterapkan, dan menyiapkan guide yang selalu siap menemani pengunjung.

"Ada guide yang mengatur dan memberi tahu pengunjung tentang protokol kesehatan. Jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker," lanjutnya.

Ia mengungkapkan, simulasi kali ini merupakan upaya menjawab keluhan pelaku wisata di Jateng.

baca juga

"Simulasi ini, nantinya akan bisa memberikan satu obat rindu bagi yang ingin piknik. Saya juga mendapat keluhan dari pelaku wisata. Tidak cukup nonton video, guide lama menganggur. Tapi maaf, belum membuka dengan kapasitas besar. Terpenting adalah menyiapkan protokol kesehatan aman bagi pengunjung dan tidak ada potensi penularan (Covid-19)," tuturnya.

Ganjar memastikan, simulasi serupa juga akan dilakukan di sejumlah obyek wisata lain di Jateng, tak terkecuali desa wisata, yang berada di zona hijau.

"Borobudur menjadi sampel, karena obyek wisata besar. Di tempat lain juga ada upaya yang sama. Desa wisata yang berada di zona hijau, juga nantinya kita buka," papar dia.

Sementara itu, Edy Setijono mengungkapkan, selain Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Candi Boko juga akan diberlakukan simulasi yang sama.

"Simulasi ini nanti akan dievaluasi, hasilnya menjadi masukan ke kami. Soal mau dibuka kapan, menunggu evaluasi," terangnya.

"Dalam simulasi ini, kami siapkan layanan dan fasilitas terkait protokol kesehatan. Maka kami mengundang gubernur dan bupati untuk mengevaluasi. Kami menunggu hasilnya," ucapnya.

Terkait rencana pembukaan bagi wisatawan, ia memastikan akan menerapkan protokol kesehatan dan jumlah wisatawan dibuka secara bertahap.

"Kalau dibuka, kami mungkin akan bertahap, mulai 20 persen dari kuota pengunjung. Normalnya per hari mencapai 7000 pengunjung, kami nanti akan bertahap," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap-siap, Candi Borobudur akan Dibuka untuk Wisatawan Akhir Pekan Ini!

Siap-siap, Candi Borobudur akan Dibuka untuk Wisatawan Akhir Pekan Ini!

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2020 | 18:47 WIB

Minta Karyawan Masuk Dikurangi Lagi, Wagub Riza: Kalau Bisa 25 Persen Saja

Minta Karyawan Masuk Dikurangi Lagi, Wagub Riza: Kalau Bisa 25 Persen Saja

News | Rabu, 10 Juni 2020 | 18:38 WIB

Jelang Era New Normal Ponpes Nurul Ulum Blitar Siapkan Gedung Baru

Jelang Era New Normal Ponpes Nurul Ulum Blitar Siapkan Gedung Baru

Jatim | Rabu, 10 Juni 2020 | 17:54 WIB

Viral Foto Warung New Normal dengan Sambal PSBB, Warganet: Ini Beneran?

Viral Foto Warung New Normal dengan Sambal PSBB, Warganet: Ini Beneran?

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2020 | 17:27 WIB

Melihat Antrean Warga Tanpa Masker, Ganjar Pranowo Hentikan Laju Mobilnya

Melihat Antrean Warga Tanpa Masker, Ganjar Pranowo Hentikan Laju Mobilnya

News | Rabu, 10 Juni 2020 | 16:36 WIB

Ketua DPR Minta Penerapan New Normal di Pasar Tradisional Diperhatikan

Ketua DPR Minta Penerapan New Normal di Pasar Tradisional Diperhatikan

DPR | Rabu, 10 Juni 2020 | 16:15 WIB

Terkini

Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia

Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia

Sulsel | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:06 WIB

Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan

Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:05 WIB

Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat

Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026

4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun

Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun

Foto | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan

Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu

Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:55 WIB

Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!

Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:39 WIB

Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas

Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:25 WIB

Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun

Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:20 WIB

×