Ini 8 Bahan dalam Skincare yang Harus Dihindari oleh Kulit Sensitif

Vania Rossa

Jum'at, 12 Juni 2020 | 13:21 WIB
Ini 8 Bahan dalam Skincare yang Harus Dihindari oleh Kulit Sensitif
Ilustrasi bahan yang harus dihindari oleh kulit sensitif. (Shutterstock)

5. Benzoil peroksida

Benzoil peroksida memang terbukti dengan cepat membasmi bakteri penyebab jerawat. Tetapi menurut ahli kulit Kenneth Howe, M.D., "Ini bukan untuk semua orang." Kulit sensitif bisa menjadi kasar, kering, dan sedikit sakit ketika terkena bahan ini.

Ganti dengan: Asam azelaic

"Saya suka asam azelaic sebagai pengganti karena ini adalah salah satu agen paling efektif untuk mengobati jerawat pada perempuan dewasa — yang juga merupakan kelompok yang sering memiliki kulit terlalu sensitif untuk mentolerir obat jerawat lainnya," kata Howe.

6. Asam Hydroxy Alfa

AHA seperti asam glikolat, laktat, dan asam malat adalah bahan pokok dalam hal mengencangkan, mencerahkan, dan mengurangi ukuran pori-pori. Tetapi Palm memperingatkan bahwa asam-asam ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit yang lebih reaktif dan meningkatkan sensitivitas sinar matahari pada semua jenis kulit.

Ganti dengan: Asam polihidroksi

Asam yang ringan ini tidak meningkatkan sensitivitas matahari, dan kamu masih akan mendapatkan hasil yang sama. "Asam polihidroksi memiliki molekul yang lebih besar daripada AHA, sehingga mereka hanya bekerja pada lapisan kulit yang paling dangkal," kata ahli kulit New York City Robert Anolik, MD.

"Asam ini sangat lembut, dan bahkan dapat digunakan bahkan oleh orang-orang dengan rosacea atau eksim," katanya lagi.

baca juga
Ilustrasi kesehatan dan perawatan wajah. (Shutterstock)
Ilustrasi perawatan wajah. (Shutterstock)

7. Vitamin E

Vitamin E biasa digunakan untuk membantu menghentikan oksidasi radikal bebas dan memperpanjang usia simpan skincare kamu. Tetapi tokoferol (nama lain untuk vitamin E yang aktif) juga dapat memicu dermatitis kontak untuk sebagian kecil orang. Palm mengatakan reaksi ini kemungkinan akan bergejala seperti kulit kemerahan, ruam, iritasi, gatal, atau sensasi terbakar.

Ganti dengan: Melatonin

Hormon yang dapat membuat kita tidur nyenyak ini juga bertindak sebagai antioksidan tidak langsung dalam perawatan kulit. Menurut Palm, melatonin yang dioleskan bekerja dengan memberi sinyal enzim yang dapat memicu atau mempercepat kerja oksidasi yang tersumbat.

8. Hidrokuinon

Ada banyak kontroversi seputar hidrokuinon sebagai melanin blocker (yang memudarkan hiperpigmentasi), karena pengujian pada hewan yang menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinannya bersifat karsinogenik. Meskipun FDA masih menganggap hidrokuinon aman, itu juga dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, dan kekeringan pada sebagian orang.

Ganti dengan: Asam traneksamat

"Asam traneksamat adalah agen baru yang kuat untuk pengobatan melasma, tetapi tanpa iritasi atau risiko hidrokuinon," kata Howe.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Daftar Skincare yang Aman dan Tidak Aman untuk Ibu Hamil

Ini Daftar Skincare yang Aman dan Tidak Aman untuk Ibu Hamil

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2020 | 17:35 WIB

Punya Kulit Sensitif, Bolehkah Berjemur Untuk Tangkal Virus Corona?

Punya Kulit Sensitif, Bolehkah Berjemur Untuk Tangkal Virus Corona?

Health | Rabu, 13 Mei 2020 | 21:52 WIB

Seberapa Sering Kita Harus Gunakan Pelembap?

Seberapa Sering Kita Harus Gunakan Pelembap?

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2020 | 14:15 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×