Viral Kisah Pelecehan Seksual saat Magang di Hotel, Korban Malah Dapat SP 1

Rima Sekarani Imamun Nissa

Minggu, 14 Juni 2020 | 16:52 WIB
Viral Kisah Pelecehan Seksual saat Magang di Hotel, Korban Malah Dapat SP 1
Ilustrasi korban kekerasan atau pelecehan seksual - (Pixabay/Anemone123)

Suara.com - Kasus pelecehan seksual di tempat kerja sering kali berakhir miris. Bahkan, ironisnya alih-alih mendapat dukungan atau perlindungan, tak sedikit korban yang justru menjadi pihak yang disalahkan.

Sebuah video berjudul CERITA KORBAN P3MERKOSAAN PAS PRAKTEK KERJA LAPANGAN yang diunggah di kanal YouTube Gritte Agatha belum lama ini, mendapat sorotan publik. Pasalnya, dalam episode #GritteBukaPraktek terbarunya itu, sang aktris mendatangkan korban pelecehan seksual untuk berbagi kisahnya.

Insiden terjadi sekitar enam tahun lalu saat korban yang disembunyikan identitasnya itu masih duduk di bangku kelas dua SMK jurusan Akomodasi Perhotelan. Kala itu, dia sedang menjalani program Praktek Kerja Lapangan (PKL) atau magang untuk sebuah hotel bintang empat di Jakarta.

"Mbak, boleh cerita nggak, awalnya gimana bisa akhirnya mendapat kejadian seperti itu?" tanya Gritte membuka obrolan.

Kisah pelecehan seksual saat magang di hotel. (Youtube/Gritte Agatha)
Kisah pelecehan seksual saat magang di hotel. (Youtube/Gritte Agatha)

Magang enam bulan, korban diminta membantu di bagian housekeeping dan laundry masing-masing selama tiga bulan. Sedihnya, kejadian traumatis itu bahkan sudah terjadi padanya di hari kedua magang.

Sejak awal, dia merasa tidak nyaman dengan sikap seorang staf, bahkan merasa was-was setiap kali mereka harus membersihkan kamar hotel. Staf itu juga suka menanyakan hal-hal menjurus padanya sehingga membuat korban risih.

Saat akan kembali ke ruang kantor setelah selesai membersihkan kamar-kamar, korban dan staf tersebut urung naik lift karena penuh. Mereka lalu turun lewat tangga darurat. Sayangnya, korban justru berakhir mengalami pelecehan seksual di sana.

Sempat berusaha melawan, korban tak tahu lagi harus berbuat apa. Pelaku terus melancarkan aksinya meski korban menangis. Staf itu bahkan mengatakan usaha korban sia-sia. Jarang ada orang lewat tangga darurat sehingga tak ada siapapun yang akan menolongnya.

"Abis dia kayak gitu, dia masukin uang, aku nggak tahu itu berapa, pokoknya uang receh ke dalam satu kemejaku. Sambil masukin yang itu, dia bilang kayak, 'Makasih, ya'," ungkap korban.

baca juga

Selepas kejadian, korban sempat tidak berangkat magang selama sekitar dua pekan karena syok. Namun, setelah ditelepon pihak hotel hingga dua kali, dia pun kembali meneruskan program magang demi bisa mendapatkan nilai.

Gritte Agatha lalu bertanya apakah korban pernah bertemu pelaku setelah kejadian pelecehan seksual tersebut.

"Iya, aku sempat ketemu sekali. Itu posisinya aku lagi jalan di lorong loker. Dia ada duduk di sofa depan loker. Pas ketemu itu, dia ngeliat aku sambil kayak senyum doang. Abis itu, udah aku nggak pernah ketemu dia lagi," tutur korban.

"Kayak psikopat, senyum-senyum nggak ada rasa bersalah sama sekali," imbuhnya, menggambarkan ekspresi di pelaku.

Ilustrasi kekerasan seksual, pelecehan seksual - (Suara.com/Ema Rohimah)
Ilustrasi kekerasan seksual, pelecehan seksual - (Suara.com/Ema Rohimah)

Selama sisa masa magang, korban tak menceritakan pelecehan seksual yang dia alami kepada siapapun, baik kepada teman maupun orang tua. Pernah terpikir untuk melapor kepada pihak manajemen hotel tapi dia urungkan setelah malah mengalami insiden lain.

Saat bertugas di bagian laundry, dia kerap dilecehkan secara verbal. Suatu hari, dia kembali mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seorang staf.

Namun saat mencoba melindungi diri dengan menepis tangan pelaku, seorang manajer melihat kejadian itu dan meminta korban menemuinya di kantor selepas jam magang.

Bukannya dibela, rupanya korban justru disalahkan. Dia dituduh menggoda staf. Tak berhenti di situ, hari berikutnya dia malah dapat SP 1.

"Besoknya aku dipanggil ke HR. Aku dikasih SP 1 karena ngegodain staf," kata korban.

Walau merasa sangat tertekan dan trauma, korban akhirnya tetap menyelesaikan program magangnya hingga tuntas. Selama bertahun-tahun kemudian, dia pun terus berjuang untuk bangkit dan mengumpulkan kepercayaan dirinya kembali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelaku Pedofil Mengintai Anak-anak di Tengah Lockdown Corona

Pelaku Pedofil Mengintai Anak-anak di Tengah Lockdown Corona

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 14:29 WIB

Efek Trauma Psikologis Dapat Diredakan, Begini Caranya

Efek Trauma Psikologis Dapat Diredakan, Begini Caranya

Health | Sabtu, 23 Mei 2020 | 17:20 WIB

Pepet Wanita di Jalanan, Pengendara Cabul Pamer Alat Kelamin Sambil Onani

Pepet Wanita di Jalanan, Pengendara Cabul Pamer Alat Kelamin Sambil Onani

Jatim | Senin, 18 Mei 2020 | 22:52 WIB

Terkini

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja

Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Naik Mobil Komando di Patung Kuda, Stafsus Mensesneg Diteriaki Bohong Mahasiswa Trisakti

Naik Mobil Komando di Patung Kuda, Stafsus Mensesneg Diteriaki Bohong Mahasiswa Trisakti

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Wamensos Agus Jabo Dukung Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Wamensos Agus Jabo Dukung Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Wamen Ekraf Dorong UMKM Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk Masuk Pasar Global

Wamen Ekraf Dorong UMKM Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk Masuk Pasar Global

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:14 WIB

×