Mau Mulai Investasi? Cermati Dulu Tiga Hal Ini

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 17 Juni 2020 | 17:51 WIB
Mau Mulai Investasi? Cermati Dulu Tiga Hal Ini
Ilustrasi investasi. (Shutterstock)

Suara.com - Investasi jadi salah satu cara menyimpan uang. Berbeda dengan menabung yang berjangka waktu pendek, investasi cenderung disiapkan untuk jangka panjang.

Tetapi berinvestasi bukan sekadar menyimpan uang dalam jenis lain seperti saham, obligasi, ataupun emas. Konsultan finansial Prita Ghozie mengatakan, ada tiga hal yang perlu dicermati sebelum memilih investasi yang tepat.

"Pertama sesuaikan dengan tujuan keuangan. Apakah untuk memenuhi kebutuhan, atau memang untuk mendapat keuntungan, atau untuk melindungi keluarga dari kondisi tak terduga," kata Prita dalam webinar bersama Pegadaian, Rabu (17/6/2020).

Menurut Prita, dengan mengetahui tujuan keuangan, bisa lebih mudah menentukan jangka waktu dan jenis investasi yang sesuai. Dengan begitu akan lebih mudah pula untuk memahami faktor risiko investasi.

"Ada orang gampang deg-degan kalau investasi naik atau turun, itu konservatif. Ada juga kalau yang agresif, hajar aja. Tapi sadar bahwa risikonya tinggi," katanya.

Faktor ketiga, untuk meragamkan jenis investasi yang dimiliki. Menurut Prita, meski telah memiliki investasi untuk jangka panjang, yang kerap terlupa justru orang tidak menyiapkan uang tunai sebagai dana darurat.

Padahal dana darurat dibutuhkan agar bisa digunakan segera saat kondisi tak terduga seperti sakit, musibah, atau bahkan pandemi saat ini.

"Harus ada juga yang bentuknya cash untuk dana darurat. Selain itu, bisa ditaruh di emas. Misal dalam kondisi saat ini, kalau di tempat lain dolar lagi turun, emas justru melesat. Tapi kalau kondisi biasa saja, emas tetap naik meski memang tidak terlalu tinggi," ucapnya.

Manfaat mempunya investasi, lanjut Prita, bukan hanya sebagai tabungan jangka panjang. Ia menjelaskan, investasi berguna untuk menahan laju inflasi yang setiap waktu pasti terjadi.

baca juga

"Kalau negara masih bertumbuh, pasti akan tetap ada inflasi. Kemudian masa produktif versus tidak produktif. Kalau masih dalam masa produktif, masih ada kemampuan untuk mendapat penghasilan. Artinya bisa beriventasi," ucapnya.

"Nanti kita akan masuk ke masa tidak produktif, maka kemampuan untuk memiliki penghasilan dari aktif kerja berkurang. Dari mana, dong, biaya hidup? Makanya butuh investasi, saat nanti tidak produktif, kita dapat pendapatan pasif dari yang sudah dikumpulkan," papar Prita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi Investasi Saham di Tengah Pandemi Covid-19

Strategi Investasi Saham di Tengah Pandemi Covid-19

Your Say | Senin, 25 Mei 2020 | 12:07 WIB

3 Langkah Cepat Trading Saham untuk Pemula

3 Langkah Cepat Trading Saham untuk Pemula

Bisnis | Senin, 04 Mei 2020 | 13:00 WIB

Ini Investasi yang Dilakukan oleh Para Miliuner

Ini Investasi yang Dilakukan oleh Para Miliuner

Bisnis | Senin, 27 April 2020 | 13:00 WIB

Terkini

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:40 WIB

2 Pemadat Ditangkap Polisi saat Asik Nikmati Sabu di Gubuk Kampung Boncos Palmerah

2 Pemadat Ditangkap Polisi saat Asik Nikmati Sabu di Gubuk Kampung Boncos Palmerah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:39 WIB

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:34 WIB

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara

Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:31 WIB

×