Jadi, meski ingin berduaan dengannya, kamu tidak bisa memaksa karena hanya berstatus selingkuhan.
5. Kamu harus hidup sembunyi-sembunyi
Keluarga dan teman-temanmu belum tentu mau menerima statusmu sebagai selingkuhan. Jika ini terjadi, itu artinya kamu harus berbohong di hadapan mereka.
Selain berisiko, itu artinya kamu harus siap berpura-pura dan berbohong di segala kesempatan.

6. Kamu akan dibiarkan menunggu
Tidak ada yang mau menjalani hubungan tanpa kepastian. Sebagai selingkuhan, jangan berharap bahwa hubungan kalian pasti berakhir bahagia.
Meski dia membuatmu merasa spesial, kemungkinan bahwa dia akan meninggalkanmu juga sama besarnya.
7. Dia tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja
Selain banyak membuat janji palsu, dia juga akan bersikap manipulatif agar kamu mau tetap di sisinya sebagai selingkuhan semata.
Dia bisa saja berjanji akan meninggalkan istri dan anaknya. Namun, hal ini sebenarnya nyaris mustahil terjadi.
8. Kamu akan merasa bersalah
Seiring berjalannya waktu, kondisi mentalmu pun bisa terganggu karena hanya menjadi selingkuhan. Kamu juga mudah dimanipulasi.
Kamu pun merasa terjebak dan bersalah, tapi tidak tahu harus melakukan apa untuk mengatasinya.

9. Dia tidak siap untuk bercerai
Sebuah perselingkuhan jarang berakhir bahagia. Setelah beberapa saat, dia mungkin akan mengaku bahwa dia tidak bisa meninggalkan istrinya.
Seorang selingkuhan hanya bersifat sementara. Kamu berhasil menggodanya, tapi kehadiranmu tidak cukup untuk menunjang hidupnya.
10. Kamu harus siap melepaskan
Seseorang yang pernah selingkuh tidak akan ragu untuk mengulangi perbuatannya. Sebagai selingkuhan, kamu harus selalu siap untuk melepaskan.
Dengan kata lain, kamu hanya membuang-buang waktu dengan menjalin hubungan dengannya. Pada akhirnya, kamu harus siap untuk move on jika ingin bahagia.