Pecinta Pedas Pantang Lewatkan Nasi Tempong yang Pedasnya Bikin Tertampar

Vania Rossa | Dinda Rachmawati
Pecinta Pedas Pantang Lewatkan Nasi Tempong yang Pedasnya Bikin Tertampar
Nasi Tempong khas Banyuwangi. (Suara.com)

Nasi Tempong merupakan salah satu kuliner khas Banyuwangi.

Suara.com - Banyuwangi tak hanya menggeliat dari sisi pariwisata. Di bidang kuliner, mulai bermunculan aneka makanan khas Banyuwangi yang diterima dan disukai para wisatawan. Salah satunya adalah Nasi Tempong.

Jika kamu berkesempatan mengunjungi daerah di Jawa Timur tersebut, coba cicipi kelezatan Nasi Tempong. Sekilas, Nasi Tempong memang terlihat sederhana dengan lauk pauk biasa yang banyak ditemui di daerah lain. Seperti potongan tempe, tahu, dan ikan asin, serta lalapan berupa sayuran rebus mulai dari kol, bayam, juga terung.

Lantas apa yang membuatnya istimewa? Nasi Tempong akan memanjakan lidah penggemar pedas lewat sambalnya yang 'menggelegar'. Sambal begitu khas karena terbuat dari cabai rawit, yang menyatu dengan kesegaran tomat ranti serta aroma terasi khas Banyuwangi menghadirkan sensasi yang sulit dilupakan.

Nasi Tempong, Makanan Khas Banyuwangi. (Dok, Kemenparekraf)
Nasi Tempong, Makanan Khas Banyuwangi. (Dok, Kemenparekraf)

Semuanya diulek menjadi satu secara dadakan sehingga kesegerannya sangat terasa, membuat siapapun seolah "tertampar" dengan kelezatannya. Karena itulah, hidangan ini disebut dengan Nasi Tempong. Ya, dalam bahasa Osing, bahasa daerah Banyuwangi, "tempong" berarti "tampar".

Jika kamu ingin mencicipinya, deretan penjual Nasi Tempong mudah ditemui di Banyuwangi, salah satunya Nasi Tempong Mbok Wah yang sangat terkenal. Lokasinya berada di Jalan Gembrung Nomor 220, Glagah, Bakungan, Banyuwangi, Jawa Timur.

Towi, Pengelola nasi Tempong Mbok Wah, mengatakan bahwa awalnya menu ini menjadi andalan masyarakat Banyuwangi untuk bekal mereka ke sawah.

Namun seiring waktu, dengan rasanya yang khas dan semakin terbukanya Banyuwangi sebagai destinasi wisata, membuat masakan ini jadi banyak diburu wisatawan. Karena itu kemudian banyak disajikan menu-menu pendukung lainnya.

Nasi Tempong, Makanan Khas Banyuwangi. (Dok, Kemenparekraf)
Nasi Tempong, Makanan Khas Banyuwangi. (Dok, Kemenparekraf)

"Tapi kuncinya semuanya harus selalu segar, bahan-bahannya segar. Makanya kita harus selalu baru, kalau diinapkan rasanya sudah berubah. Kita sesuaikan dengan pengunjung yang datang," kata adik dari Mbok Wah ini dari siaran pers yang suara.com terima dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Dalam satu hari, Towi mengatakan, warung yang dikelolanya ini bisa menghabiskan lima kilogram cabai rawit untuk sambal.

Sayangnya, sejak pandemi Covid-19, jumlahnya tidak seperti biasanya akibat jumlah pengunjung yang menurun drastis. Bahkan, ia harus menutup usahanya dalam waktu yang cukup lama.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS