Padankan Busana dan Masker, Jadi Strategi Desainer Bertahan saat Pandemi

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 27 Agustus 2020 | 07:15 WIB
Padankan Busana dan Masker, Jadi Strategi Desainer Bertahan saat Pandemi
Padankan hijab dengan masker. (Dok: Instagram/mouza.indonesia)

Suara.com - Pandemi bukan menjadi penghalang bagi para desainer busana muslimah. Meski penjualan busana turun karena pesta dan berbagai pertemuan berkurang saat pandemi, tapi para desainer tetap memutar otak.

Seperti yang dilakukan desainer busana muslimah Dini Fitriyah, CEO Mouza yang kini berinovasi menjual busana satu set dengan masker. Bukan masker biasa, selain memastikan keamanan, kenyamanan, tapi juga matching dengan busana.

"Kemarin nggak banyak sih cuma turun (penjualan) 30 persen, karena kita langsung gerak cepat, masker sama kerudung, buat set masker sama baju. Jadi upselling, kalau biasanya orang beli gamis doang, ini jadi beli gamis sama masker, jadi nambahin omset," ujar Dini Fitriyah saat dihubungi suara.com, Rabu (26/8/2020).

Tidak sekadar menambah omset, tapi dalam hal ramah lingkungan membuat masker memanfaatkan bahan-bahan kecil yang tersisa, sehingga mengurangi limbah fesyen yang selama ini juga kerap menjadi masalah lingkungan.

Padankan hijab dengan masker. (Dok: Instagram/mouza.indonesia)
Padankan hijab dengan masker. (Dok: Instagram/mouza.indonesia)

"Itu masker polanya kecil, jadi kita nggak ada kain kebuang, jadi ramah lingkungan," tutur Dini.

Selain masker yang matching dan fashionable, tapi kualitasnya juga tetap terjaga untuk menghalau virus. Perempuan yang menetap di Bandung ini mengaku masker yang dibuatnya akan diriset dan dites lebih dahulu.

"Kalau saya untuk kain masker saya risetnya sampai cuci, jemur, dicoba, karena sebelum diproduksi dicoba dulu selama 4 jam dipakai engap (sesak) nggak? Kalau engap ya nggak jadi produksi," jelas dia,

Dini juga menyebutkan masker yang dibuatnya bisa dipakai bolak balik, ada yang bermotif sesuai dengan busana yang dibelinya, dan dibaliknya masker berwarna polos, bisa sandingkan dengan berbagai busana lainnya.

"Matching maskernya nggak polos biasa, dicombine ada motif. Kalau motifnya bisa bolah balik, ada yang polos ada yang motif," tutupnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tampil Makin Cantik, Ini Deretan Warna Hijab Cocok untuk Kulit Sawo Matang

Tampil Makin Cantik, Ini Deretan Warna Hijab Cocok untuk Kulit Sawo Matang

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2020 | 20:36 WIB

Baru Diungkap, Alasan Nikita Mirzani Copot Hijab

Baru Diungkap, Alasan Nikita Mirzani Copot Hijab

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 17:46 WIB

Lagi-lagi Asha Shara Unggah Foto Tanpa Hijab

Lagi-lagi Asha Shara Unggah Foto Tanpa Hijab

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2020 | 10:52 WIB

Terkini

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Gibran Dinyatakan Tak Penuhi Syarat Pilpres, Denny Indrayana Gerilya Dekati Parpol Senayan

Gibran Dinyatakan Tak Penuhi Syarat Pilpres, Denny Indrayana Gerilya Dekati Parpol Senayan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:47 WIB

Ogah Disodori Laporan Manis, Pramono Anung Mau Sambangi dan Gelar Rapat di 44 Kecamatan Jakarta

Ogah Disodori Laporan Manis, Pramono Anung Mau Sambangi dan Gelar Rapat di 44 Kecamatan Jakarta

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:40 WIB

×