Indonesia Berpotensi Resesi, Ini 4 Dana yang Harus Dimiliki di Masa Depan

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 01 September 2020 | 15:53 WIB
Indonesia Berpotensi Resesi, Ini 4 Dana yang Harus Dimiliki di Masa Depan
Dana darurat. (Shutterstock)

Suara.com - Akibat pandemi, Indonesia diprediksi akan mengalami resesi ekonomi. Hal ini tentu saja membuat banyak orang menjadi khawatir dengan kondisi keuangan mereka.

Resesi adalah penurunan aktivitas ekonomi signifikan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Dampak domino bisa terjadi akibat resesi, seperti banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK), kredit macet, dan sebagainya.

Financial Planner dan Educator, Aliyah Natasha FCP, MSc, lantas mengingatkan pentingnya di masa new normal ini untuk memiliki 4 alokasi budget dari sumber pemasukan yang dimiliki.

"Jangan sampai harta kita tergerus ketidaksiapan kita. Ini adalah 4 alokasi budget yang harus diperhatikan kita semua, apalagi di era new normal," ujar Aliyah dalam peluncuran Polis Avrist Prime Hospital Surgical, Senin (31/8/2020).

Alokasi atau peruntukan dana itu antara lain, kebutuhan sehari-hari, dana darurat, investasi, dan proteksi. Jumlah alokasi budget ini disesuaikan dengan pemasukan yang ada, dengan urutan sebagai berikut:

  1. Kehidupan sekarang
  2. Dana darurat
  3. Investasi
  4. Proteksi

Kehidupan sekarang atau kebutuhan sehari-hari, harus diperhitungan pengeluaran tetap seperti listrik, pendidikan, biaya makan, rumah, pakaian, kredit, hingga rekreasi. Semua pengeluaran tetap itu dihitung dan dipastikan. Sisanya baru bisa diperuntukan dana darurat, investasi, hingga proteksi.

Dana darurat ini dibutuhkan jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti sakit hingga di-PHK, sehingga tidak punya pemasukan. Dana darurat ini paling sedikit 3 bulan pengeluaran tetap.

"Kenapa investasi di nomor 3? Karena dengan investasi yang baik, profit yang didapatkan itu bisa mensubsidi uang premi proteksi," terang Aliyah.

Ia menjelaskan investasi paling tidak harus menghasilkan keuntungan 20 hingga 30 persen per bulan sejak investasi ditanamkan dalam jangka panjang. Jika misalnya berinvestasi Rp 50 juta, maka ia bisa mendapat pemasukan Rp 10 juta.

baca juga

"Dari 10 juta sebagian kita subsidi membangun nilai proteksi yang dimiliki, karena kita harus menbangun aset rill tapi berikan juga memberikan prioritas untuk nilai proteksi yang kita miliki," paparnya.

Proteksi ini bisa berupa asuransi pendidikan, kesehatan, hingga asuransi jiwa. Sehingga uang dan harta yang sudah disimpan tidak akan tergerus begitu saja saat sedang sakit, begitupun dengan pendidikan anak di masa mendatang sudah terjamin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Ingatkan Punya Waktu Sebulan Lagi Buat Selamat dari Ancaman Resesi

Jokowi Ingatkan Punya Waktu Sebulan Lagi Buat Selamat dari Ancaman Resesi

News | Selasa, 01 September 2020 | 14:41 WIB

Ekonom UI Sebut Menko Airlangga Tak Paham Resesi; Pemahamannya Nol Besar

Ekonom UI Sebut Menko Airlangga Tak Paham Resesi; Pemahamannya Nol Besar

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2020 | 18:27 WIB

Supaya Terhindar dari Resesi, Sri Mulyani Keluarkan Tiga Juru Selamat

Supaya Terhindar dari Resesi, Sri Mulyani Keluarkan Tiga Juru Selamat

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2020 | 20:42 WIB

Terkini

Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini di Level Rp17.754/USD

Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini di Level Rp17.754/USD

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Prabowo Kembali ke Jombang, Hadiri Penutupan Muktamar NU ke-35

Prabowo Kembali ke Jombang, Hadiri Penutupan Muktamar NU ke-35

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:42 WIB

Buruan Antre, Harga Emas Antam Masih Dipatok Rp2,67 Juta/Gram

Buruan Antre, Harga Emas Antam Masih Dipatok Rp2,67 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Begini Strategi Rebranding Emiten Bank BCIC

Begini Strategi Rebranding Emiten Bank BCIC

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:24 WIB

3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship

3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship

Tekno | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:20 WIB

IHSG Masih Bergerak di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau ASGR

IHSG Masih Bergerak di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau ASGR

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:17 WIB

Wajib Punya! 5 Parfum Vanilla-Floral Lokal & Mewah yang Bikin Jatuh Cinta

Wajib Punya! 5 Parfum Vanilla-Floral Lokal & Mewah yang Bikin Jatuh Cinta

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:10 WIB

Sering Tertukar? Ini Cara Mudah Membedakan Soal Cerita KPK dan FPB dalam Matematika

Sering Tertukar? Ini Cara Mudah Membedakan Soal Cerita KPK dan FPB dalam Matematika

Tekno | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:07 WIB

Sejumlah Pejabat Polda Riau Dimutasi, Karo SDM hingga 3 Kapolres

Sejumlah Pejabat Polda Riau Dimutasi, Karo SDM hingga 3 Kapolres

Riau | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:07 WIB

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Tembus US$90 Lagi

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Tembus US$90 Lagi

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:00 WIB

×