Liburan ke Pulau Komodo, Ketahui Cara Kabur dari Serangan si Reptil Raksasa

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 15 September 2020 | 10:30 WIB
Liburan ke Pulau Komodo, Ketahui Cara Kabur dari Serangan si Reptil Raksasa
Komodo. (Suara.com/Lilis Varwati)

Suara.com - Komodo merupakan spesies kanibal yang selalu mengonsumsi daging hewan lain, bahkan bisa memakan anaknya sendiri hingga manusia. Oleh karenanya, jika Anda berkunjung ke kawasan Taman Nasional Pulau Komodo, wajib didampingi oleh ranger atau pawang komodo agar tidak diserang reptil raksasa itu.

Meski sudah ditemani ranger, tak ada salahnya Anda memperkaya diri dengan mengetahui cara melarikan diri dari komodo. Benedicus, Ranger Pulau Rinca, satu dari lima pulau yang dihuni komodo, menyarankan agar segera lari sekencang mungkin jika mendapat serangan.

"Untuk melindungi diri, pertama berusaha lari, tapi dengan zigzag. Jangan lurus," kata Benedicus ditemui di Pulau Rinca, Minggu (14/9/2020).

Menurut Benedicus, dengan berlari zigzag akan membuat komodo bingung dan kehilangan jejak. Sebab dengan tubuh besarnya saja, spesies reptil terbesar itu bisa berlari hinga kecepatan 18-20 km per jam.

Cara kedua, lanjutnya, dengan memanjat pohon. Benedicus mengatakan, kemampuan memanjat pohon hanya bisa dilakukan anak komodo yang masih bertubuh kecil.

Hanya anak Komodo yang bisa naik ke atas pohon (Suara.com/Risna Halidi)
Hanya anak Komodo yang bisa naik ke atas pohon (Suara.com/Risna Halidi)

Komodo termasuk hewan yang sulit diprediksi. Tetapi pada saat ada kesempatan atau manusia sedang lengah, komodo bisa menyerang manusia. Menurut Benedicus, beberapa kali pernah terjadi ranger yang diserang oleh hewan buas tersebut.

"Karena warna komodo juga samar dengan daun-daun kering. Jadi kadang kami tidak sadar," katanya.

Ia menyampaikan, jarak ideal melihat komodo minimal tiga meter. Saat ada di dekatnya, tidak dianjurkan melakukan pergerakan dengan tiba-tiba, sebab akan memancing komodo jadi agresif. Juga tidak mengeram di depan komodo karena akan disangka makanannya.

"Biasanya binatang liar, hewan pembunuh, bisa deteksi denyut jantung dan suhu tubuh. Di antara kita kalau takut kan (denyut) jantung akan cepat. Tapi kalau deteksi bau, dia bisa mencapai 5-6 kilometer," jelasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Penyebab Komodo di Labuan Bajo Terpisah Hingga di 5 Pulau

Ini Penyebab Komodo di Labuan Bajo Terpisah Hingga di 5 Pulau

Lifestyle | Selasa, 15 September 2020 | 08:39 WIB

Siap-siap Ada Spot Menyenja Baru di Labuan Bajo, Dijamin Indah!

Siap-siap Ada Spot Menyenja Baru di Labuan Bajo, Dijamin Indah!

Lifestyle | Senin, 14 September 2020 | 09:05 WIB

Bakal Dijadikan Wisata Super Prioritas, Labuan Bajo Masih Banyak Sampah

Bakal Dijadikan Wisata Super Prioritas, Labuan Bajo Masih Banyak Sampah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2020 | 16:39 WIB

Terkini

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar

Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:55 WIB

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:47 WIB

×