Hindari Makan di Restoran saat Pandemi, Perhatikan 5 Tanda Bahaya Ini

Rima Sekarani Imamun Nissa, Arendya Nariswari

Selasa, 15 September 2020 | 19:05 WIB
Hindari Makan di Restoran saat Pandemi, Perhatikan 5 Tanda Bahaya Ini
ilustrasi makan di restoran [shutterstock]

Suara.com - Meski pandemi belum berakhir, sejumlah restoran, kafe dan warung makan di berbagai wilayah sudah kembali buka. Orang-orang juga mulai memberanikan diri untuk makan di restoran.

Hanya saja, demi mencegah penularan COVID-19, beberapa restoran tetap membatasi jumlah kunjungan dan memberlakukan protokol kesehatan yang wajib dipatuhi pelanggan.

Namun wajib dipahami, meskipun protokol kesehatan tetap dijalankan, bukan berarti makan di restoran sudah sepenuhnya aman dan terbebas dari ancaman COVID-19.

Kita tentu mesti berkaca dari beberapa peristiwa yang terjadi pada sejumlah tempat makan di Indonesia. Sebut saja klaster virus  corona Warung Kepala Manyung Bu Fat di Semarang dan Warung Soto Lamongan di Yogyakarta.

Ilustrasi makan di restoran saat new normal. (Shutterstock)
Ilustrasi makan di restoran saat new normal. (Shutterstock)

Makan di restoran tanpa mengamati beberapa hal penting bisa jadi bumerang bagi kesehatan Anda. Oleh karenanya, berikut Suara.com rangkum 5 tanda bahwa Anda lebih baik makan di rumah dari laman Insider, Rabu (15/9/2020).

Ventilasi atau saluran udara di restoran buruk

Kondisi ventilasi yang baik di sebuah restoran tentu saja menjadi kunci pencegahan penularan COVID-19 secara optimal. Sebaliknya, jika sirkulasi udara di restoran itu buruk, hal ini tentu saja akan meningkatkan kemungkinan terjadinya penularan COVID-19.

Adanya sejumlah jendela dan ruang terbuka bisa menjadi pertanda bahwa restoran tersebut memiliki sirkulasi udara cukup baik. Anda wajib khawatir ketika restoran yang Anda kunjungi begitu tertutup tanpa adanya jendela.

Insinyur HVAC Theres Pistochini mengatakan kepada Insider bahwa umumnya bangunan tua lebih aman dibandingkan gedung baru.

baca juga

Pada tahun 1970, beberapa arsitek mulai membuat bangunan tertutup dengan tujuan menghemat energi. Namun sayangnya, hal ini bisa menjadi tempat penularan sempurna bagi virus corona karena kondisi ventilasi yang dinilai buruk.

Kondisi restoran yang ramai

Restoran dengan kerumunan pembeli menjadi salah satu hal yang wajib Anda hindari selama masa pandemi ini. Pilihlah untuk makan di restoran yang sepi pengunjung demi mencegah terjadinya penularan COVID-19.

Sebagian besar restoran memang telah memberlakukan peraturan physical distancing dengan memberikan tanda jarak pada tempat duduk dan antrean.

Namun, tidak menutup kemungkinan pengunjung bisa saja berdesakan ketika berada di ruang tunggu atau toilet. Usahakan untuk mecari tahu kapasitas restoran yang akan Anda kunjungi sebelum makan di tempat.

Anda dalam kondisi sedang tidak enak badan

Larangan keras makan di restoran untuk Anda yang sedang tidak enak badan dan mengalami gejala seperti demam, sesak napas hingga batuk kering.

Ilustrasi makan di restoran saat new normal. (Shutterstock)
Ilustrasi makan di restoran saat new normal. (Shutterstock)

Seperti yang telah kita ketahui, kini gejala COVID-19 tak hanya batuk atau flu, beberapa kasus bahkan sempat menderita sakit kepala hingga diare.

Meskipun Anda merasa kuat dan tidak apa-apa, ketahuilah bahwa hal ini bisa sangat membahayakan bagi orang lain di restoran yang kalian kunjungi.

Anda berusia di atas 50 tahun dan memiliki riwayat penyakit tertentu

Orang dewasa berusia di atas 50 tahun menjadi salah satu golongan yang rentan tertular COVID-19. Hal ini dapat diperparah jika orang tersebut memiliki riwayat penyakit tertentu.

"Saya menyarankan mereka yang berusia di atas 50 tahun atau memiliki riwayat penyakit tertentu untuk menghindari makan di luar rumah," tutur Amit Malik, Mantan Direstur Klinis Operasi Rumah Sakit Presbyterian New York kepada Insider.

Jika Anda berusia 50 tahun ke atas serta memiliki riwayat penyakit seperti diabetes, jantung dan paru-paru, sebaiknya batasi diri untuk berpergian termasuk makan di restoran.

Tingkat infeksi di wilayah Anda

Hindari makan di restoran jika wilayah Anda mengalami peningkatan kasus COVID-19 yang begitu signifikan. Penduduk beberapa negara bagian Amerika, diketahui menggunakan nomor reproduksi dan jumlah kasus terkini untuk mengetahui tingkat infeksi COVID-19 di wilayah mereka.

Beberapa pakar kesehatan menggunakan nomor reproduksi atau R0, untuk menentukan seberapa cepat virus corona menyebar. R0 sendiiri mengacu kepada jumlah rata-rata orang yang terinfeksi.

R0 yang lebih besar dari satu cenderung memperlihatkan warna merah pada grafik. Ini artinya, virus corona menyebar dengan cepat di wilayah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

JOSS! Pemprov DKI Tutup 8 Restoran Sehari PSBB Total

JOSS! Pemprov DKI Tutup 8 Restoran Sehari PSBB Total

Jakarta | Selasa, 15 September 2020 | 14:57 WIB

CDC: Banyak Orang Positif Covid-19 Pernah Makan di Restoran saat Pandemi

CDC: Banyak Orang Positif Covid-19 Pernah Makan di Restoran saat Pandemi

Health | Senin, 14 September 2020 | 15:02 WIB

Restoran Kosong, Pelanggan Kaget saat Lihat Para Pegawai sedang Lakukan Ini

Restoran Kosong, Pelanggan Kaget saat Lihat Para Pegawai sedang Lakukan Ini

Lifestyle | Senin, 14 September 2020 | 08:45 WIB

Terkini

Beton dari Zeolit dan Biochar Bambu Diklaim Lebih Kuat Sekaligus Menyerap CO2: Kok Bisa?

Beton dari Zeolit dan Biochar Bambu Diklaim Lebih Kuat Sekaligus Menyerap CO2: Kok Bisa?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:22 WIB

Ngamuk di Kantor Lurah Karena Bantuan Rp900 Ribu Hilang, Wanita di Makassar Malah Ngaku Bandar Sabu

Ngamuk di Kantor Lurah Karena Bantuan Rp900 Ribu Hilang, Wanita di Makassar Malah Ngaku Bandar Sabu

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 14:20 WIB

Cerita Silfester Matutina, 5 Hari Menjabat Komisaris Pelindo Lalu Dipecat

Cerita Silfester Matutina, 5 Hari Menjabat Komisaris Pelindo Lalu Dipecat

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:20 WIB

Harga dan Spesifikasi OBSBOT Meet Flip, Diklaim Jadi Webcam 4K Terkecil

Harga dan Spesifikasi OBSBOT Meet Flip, Diklaim Jadi Webcam 4K Terkecil

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 14:19 WIB

Bukan Cuma Dengar Musik, Snapdragon Sound Elite Gen 2 Bawa AI ke Earbuds

Bukan Cuma Dengar Musik, Snapdragon Sound Elite Gen 2 Bawa AI ke Earbuds

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 14:16 WIB

Soal Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, DPR Akan Panggil Ombudsman dan Ditjen PAS

Soal Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, DPR Akan Panggil Ombudsman dan Ditjen PAS

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:12 WIB

Isu Aliran Rp480 Miliar di Muktamar NU, Gus Ipul Ancam Polisikan 3 Orang

Isu Aliran Rp480 Miliar di Muktamar NU, Gus Ipul Ancam Polisikan 3 Orang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 14:08 WIB

Bitget Diretas US$351,6 Juta, Pengamat Kripto Sebut Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital

Bitget Diretas US$351,6 Juta, Pengamat Kripto Sebut Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital

Sumut | Jum'at, 25 September 2026 | 14:04 WIB

Kasus Suap HGB ATR/BPN: KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dari Kanwil BPN Jatim

Kasus Suap HGB ATR/BPN: KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dari Kanwil BPN Jatim

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:03 WIB

ASUS Ascent QN10, Mini PC Bertenaga Snapdragon X2 Elite

ASUS Ascent QN10, Mini PC Bertenaga Snapdragon X2 Elite

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 14:02 WIB

×