Mengenal Pasteurisasi, Metode Agar Susu Sapi Aman Saat Dikonsumsi

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 25 September 2020 | 07:15 WIB
Mengenal Pasteurisasi, Metode Agar Susu Sapi Aman Saat Dikonsumsi
Ilustrasi minum susu. (Shutterstock)

Suara.com - Susu merupakan salah satu minuman favorit banyak orang. Selain rasanya yang enak, susu juga memiliki beragam nutrisi yang baik untuk tulang dan pencernaan karena mengandung bakteri baik atau yang dikenal probiotik.

Tapi ternyata susu sapi juga bisa berbahaya dan menyebabkan penyakit apabila tidak diolah dengan baik.

Susu perah sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi langsung jika proses produksinya tidak bisa terjamin kebersihannya. Itu terjadi karena susu rawan terkontaminasi oleh bakteri jahat.

Beruntung, kini sudah ada teknologi pasteurisasi yang diklaim bisa menjaga kemurnian nutrisi susu, tetapi juga bisa menekan pertumbuhan patogen bakteri.

Metode ini ditemukan oleh seorang ilmuwan sekaligus ahli mikrobiologi dari Perancis, Louis Pasteur. Karena kehebatannya, namanya diabadikan dalam metode pemurnian susu yaitu pasteurisasi.

"Metode pasteurisasi adalah proses pemanasan yang dapat menonaktifkan bakteri patogen, tentunya dengan pemanasan yang rendah dan singkat tetapi masih bisa mempertahankan sebagian besar nutrisinya, untuk mneghormatinya proses ini disebut sebagai proses pasteurisasi," ujar Head of Dairy Manufacturing SEA, PT Greenfields Indonesia, Darmanto Setyawan dalam peluncuran Fresh Milk Jersey secara virtual, Rabu (23/9/2020).

Metode ini digunakan peternakan Greenfields untuk memproses produk susu yang sudah diekspor hingga ke Hongkong, Singapura, Malaysia, Brunei, Filipina, Myanmar, dan Kamboja.

Ditambah proses produksi susu Greenfields juga sama sekali tidak tersentuh tangan manusia, semua proses dari pemerahan hingga mengemas dilakukan di satu tempat atau satu atap lokasi.

"Pasteurisasai teknologi paling singkat dengan menggunakan pemanasan rendah, yang bisa mendekati nutrisi alami susu sapi," jelas Darmanto.

baca juga

"Susu yang tidak diproses sama sekali, tidak direkomendasikan karena ada kontaminasi virus yang sebabkan penyakit, dengan pasteurisasi menjadi aman dan nutrisi terjaga. Pasteurisasi ini yang disebut susu segar atau fresh milk yang dikatakan paling segar kondisi," sambungnya.

Bahkan, kerennya semua proses kontrol perusahaan susu yang punya peternakan sapi cukup besar di Malang, Jawa Timur ini menggunakan internet atau teknologi 4.0. Sehingga semuanya bisa terkontrol melalui internet dan sampai ke mana produk susu bermuara di toko.

Sementara itu Greendfields sendiri baru meluncurkan Fresh Milk Jersey, yakni susu yang diperah dari sapi Jersey yang diklaim memiliki rasa susu yang unik, lebih gurih, rasa lebih bulat, dan tidak membuat enek atau mual seperti beberapa susu lainnya, khusus bagi mereka yang memiliki masalah dengan lambung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Punya Penyakit Kronis, Gaya Hidup Sehat Buat Umur Lebih Panjang

Meski Punya Penyakit Kronis, Gaya Hidup Sehat Buat Umur Lebih Panjang

Health | Kamis, 24 September 2020 | 14:53 WIB

Greenfields Luncurkan Susu dari Sapi Jersey Pertama di Indonesia

Greenfields Luncurkan Susu dari Sapi Jersey Pertama di Indonesia

Press Release | Rabu, 23 September 2020 | 22:08 WIB

Pandemi Covid-19 dan Musim Pancaroba, Perhatikan Asupan Air

Pandemi Covid-19 dan Musim Pancaroba, Perhatikan Asupan Air

Jabar | Rabu, 23 September 2020 | 10:08 WIB

Terkini

Sumur JUM-101 Berproduksi, PHM Tambah Pasokan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Sumur JUM-101 Berproduksi, PHM Tambah Pasokan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 15:37 WIB

5 Moisturizer untuk Dibawa Perjalanan Jauh, Ukuran Mini Hemat Tempat

5 Moisturizer untuk Dibawa Perjalanan Jauh, Ukuran Mini Hemat Tempat

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 15:35 WIB

Diadang Polisi hingga Saling Dorong, Womens March Desak MBG Disetop dan Pembalut Bebas PPN!

Diadang Polisi hingga Saling Dorong, Womens March Desak MBG Disetop dan Pembalut Bebas PPN!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 15:31 WIB

1.128 Perenang Jadi Saksi Pecahkya Rekor MURI di Stadion Akuatik GBK

1.128 Perenang Jadi Saksi Pecahkya Rekor MURI di Stadion Akuatik GBK

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 15:30 WIB

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Merawat Tradisi atau Cuma Demi Konten?

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Merawat Tradisi atau Cuma Demi Konten?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 15:30 WIB

Bisnis Keamanan Siber dan AI Makin Dilirik, Pendapatan ITSEC Asia Tumbuh 39 Persen

Bisnis Keamanan Siber dan AI Makin Dilirik, Pendapatan ITSEC Asia Tumbuh 39 Persen

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 15:12 WIB

Produsen Otomotif AS Desak Pemerintah Blokir Permanen Mobil Listrik Asal Tiongkok

Produsen Otomotif AS Desak Pemerintah Blokir Permanen Mobil Listrik Asal Tiongkok

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 15:10 WIB

Murka Dituduh Terlibat Penyadapan Presiden, Bahlil Sebut Penyebar Isu Pakai Ilmu 'Abu Leke'

Murka Dituduh Terlibat Penyadapan Presiden, Bahlil Sebut Penyebar Isu Pakai Ilmu 'Abu Leke'

News | Sabtu, 07 November 2026 | 15:06 WIB

Kapan Harus Mulai Pakai Retinol? Ketahui Usia yang Tepat

Kapan Harus Mulai Pakai Retinol? Ketahui Usia yang Tepat

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 15:05 WIB

Investasi Hijau Triliunan Dolar AS Terancam Gagal Gegara Indonesia Kekurangan Teknisi

Investasi Hijau Triliunan Dolar AS Terancam Gagal Gegara Indonesia Kekurangan Teknisi

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 15:02 WIB

×