Meski Punya Penyakit Kronis, Gaya Hidup Sehat Buat Umur Lebih Panjang

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 24 September 2020 | 14:53 WIB
Meski Punya Penyakit Kronis, Gaya Hidup Sehat Buat Umur Lebih Panjang
Ilustrasi Lansia Olahraga. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa olahraga, pola makan yang sehat, dan tidak merokok atau minum alkohol dapat membantu Anda hidup lebih lama meski memiliki penyakit kronis.

Sementara gaya hidup sehat telah lama dikaitkan dengan masa hidup yang lebih panjang, hanya ada sedikit penelitian tentang bagaimana faktor gaya hidup memengaruhi orang dengan multimorbiditas, atau hidup dengan dua atau lebih penyakit penyerta seperti hipertensi, asma, kanker, depresi, diabetes, dan lainnya.

Untuk mengetahuinya, tim peneliti Inggris melacak 93.736 orang dewasa paruh baya yang memiliki atau lebih dari 36 kondisi kronis selama sembilan tahun.

Tim menilai empat faktor gaya hidup dari para peserta, yaitu aktivitas fisik saat waktu luang, merokok, pola makan, dan konsumsi alkohol.

Hasilnya, dilansir dari CNN, gaya hidup yang lebih sehat dikaitkan dengan peningkatan hidup 6,3 tahun lebih lama pada pria, dan 7,6 tahun untuk perempuan, terlepas dari adanya beberapa kondisi kronis.

Ilustrasi Lansia (Shutterstock)
Ilustrasi Lansia (Shutterstock)

Kondisi yang paling umum pada pria adalah hipertensi, asma, kanker, diabetes dan angina, sedangkan untuk wanita adalah hipertensi, asma, kanker, depresi dan migrain.

Tidak merokok memberi manfaat terbesar, dengan perokok pada usia 45 tahun hidup lima sampai enam tahun lebih sedikit daripada yang tidak. Olahraga secara teratur juga dikaitkan dengan hidup satu sampai 2,5 tahun lebih lama.

"Kami menemukan gaya hidup sehat, khususnya pantang merokok, meningkatkan harapan hidup hingga 7 tahun. Studi kami memiliki implikasi penting bagi kesehatan masyarakat. Kami berharap temuan kami menunjukkan tidak ada kata terlambat untuk membuat perubahan gaya hidup yang penting," kata Yogini Chudasama, ahli epidemiologi dan ahli statistik di Leicester Real World Evidence Unit di University of Leicester's Diabetes Research Centre.

Studi ini memiliki beberapa keterbatasan, kata para peneliti, yaitu 95 persen peserta adalah orang berkulit putih dan mereka lebih makmur daripada populasi umum di Inggris.

Itu adalah studi observasional dan, dengan demikian, hanya dapat membangun hubungan daripada sebab-akibat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tangkal Penyakit, Yuk Lakukan Gaya Hidup Sehat dengan Program BERGERAK

Tangkal Penyakit, Yuk Lakukan Gaya Hidup Sehat dengan Program BERGERAK

Health | Rabu, 23 September 2020 | 17:03 WIB

Jennifer Bachdim Kenalkan Gaya Hidup Sehat ke Anak Lewat Masakan

Jennifer Bachdim Kenalkan Gaya Hidup Sehat ke Anak Lewat Masakan

Bali | Senin, 21 September 2020 | 15:30 WIB

Lewat Masakan, Cara Jennifer Bachdim Kenalkan Anak dengan Gaya Hidup Sehat

Lewat Masakan, Cara Jennifer Bachdim Kenalkan Anak dengan Gaya Hidup Sehat

Health | Sabtu, 19 September 2020 | 18:37 WIB

Terkini

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB