Ditinggal Istri, Kisah Ayah Tunggal Besarkan Anak Down Syndrome Ini Viral

Bimo Aria Fundrika, Dinda Rachmawati

Rabu, 14 Oktober 2020 | 10:22 WIB
Ditinggal Istri, Kisah Ayah Tunggal Besarkan Anak Down Syndrome Ini Viral
Ayah tunggal besarkan anak down syndrome seorang diri. Dok: Instagram/evgen.tyz).

Suara.com - Down syndrome memengaruhi 1 dari setiap 700-800 bayi di dunia. Suatu kondisi kelainan genetik yang disebabkan ketika pembelahan sel menghasilkan bahan genetik tambahan dari kromosom 21. 

Kelainan kromosom genetik 21 ini dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan dan intelektual. Hal inilah yang membuat banyak orangtua merasa tak terima saat bayi mereka didiagnosis down syndrome.

Mereka merasa takut akan hal yang tidak normal dan tidak mereka ketahui mengenai kondisi ini. Padahal, anak-anak dengan down syndrome memiliki kepribadian istimewa yang tak dimiliki orang lainnya. 

Dilansir Bored Panda, mereka sangatlah baik, memiliki ketulusan yang besar dan penuh kasih sayang. Karenanya, tak sedikit pula anak-anak dengan down syndrome tumbuh dalam keluarga bahagia dan sehat, sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk hidup normal.

Ayah tunggal besarkan anak down syndrome seorang diri. Dok: Instagram/evgen.tyz).
Ayah tunggal besarkan anak down syndrome seorang diri. Dok: Instagram/evgen.tyz).

Hal tersebutlah yang berusaha diperjuangkan oleh seorang ayah tunggal asal Rusia. Memiliki seorang anak down syndrome membuatnya memiliki misi khusus untuk menunjukkan kepada dunia betapa unik dan hebatnya orang-orang dengan down syndrome.  

Menurut lelaki bernama Evgeny Anisimov, semakin banyak orang dididik tentang kondisi ini, semakin sedikit prasangka dan pandangan negatif terhadap anak-anak dengan down syndrome.  

Melalui berbagai unggahannya di Instagram, lelaki berusia 33 tahun ini diketahui membesarkan putranya Misha, yang menderita down syndrome, sepenuhnya sendirian setelah istrinya tidak dapat menerima kondisi yang dialami putranya dan memutuskan untuk meninggalkan keluarganya.

Ayah muda itu pun membagikan kisahnya kepada dunia melalui media sosial untuk menginspirasi para orangtua yang menghadapi tantangan yang sama untuk tidak pernah menyerah.

Awalnya, semua berjalan seperti yang ia rencanakan. Putranya yang ia namakan Misha lahir dengan selamat. Namun karena mereka tidak menjalani amniosentesis sebelumnya, yakni memeriksa sampel air ketuban saat kehamilan, untuk mengetahui ada atau tidaknya kelainan pada janin mereka pun baru mengetahui kondisi yang dialami sang putra.

"Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan ketika saya mengetahui bahwa putra saya menderita down syndrome.  Saya pikir tugas saya sekarang adalah mematikan emosi, menyalakan pikiran, mendukung istri saya karena saya yakin itu akan lebih sulit baginya," jelasnya seperti dikutip Bored Panda.

Hasil diagnosa dokter dijanjikan dalam beberapa hari, dan sampai saat itu, Evgeny memutuskan untuk tidak mengatakan apa-apa pada sang istri. Saat hasil tersebut keluar, lelaki tersebut ingat betul ia juga merasa hancur mengetahui putranya menderita down syndrome.

"Saya meninggalkan rumah sakit dan menangis, tetapi tidak lama.  Belakangan, saya sedikit malu dengan air mata ini. Dalam hidup saya, bagaimanapun, tidak ada yang berubah, secara umum. Saya masih dengan dua tangan, dengan dua kaki, pengetahuan profesional saya tidak mengarah ke mana-mana. Tekad, aktivitas, keingintahuan saya, dan sebagainya semuanya (masih) ada bersama saya," ungkapnya lagi.  

Menurutnya, begitu sang putra lahir dengan kondisi istimewa, kehidupan dan masa depannya adalah prioritasnya saat ini. Mengeluh adalah bentuk keegoisannya sebagai orangtua, karena itu adalah tanggung jawab baginya.

"Anda menginginkan seorang anak, jadi Anda mengambil tanggung jawab untuk itu. Lagi pula, ada banyak pilihan, autisme, cerebral palsy, mutasi genetik dan down syndrome bukanlah yang terburuk, seperti yang saya pelajari," kata dia.

Ayah tunggal besarkan anak down syndrome seorang diri. Dok: Instagram/evgen.tyz).
Ayah tunggal besarkan anak down syndrome seorang diri. Dok: Instagram/evgen.tyz).

Pada malam yang sama setelah kembali ke rumah, Evgeny mulai mencari informasi tentang down syndrome. Ia hanya ingat foto mengerikan dari buku teks biologi Soviet. Ia melakukan pencarian di internet online melakukan penelitian.  

"Saya belajar tentang Evelina Bledans dan Semyonnya, yang lahir di bangsal bersalin yang sama dengan Mishka.  Saya belajar bahwa di Eropa, penderita down syndrome dapat bersosialisasi dengan baik, dapat hidup dan bekerja secara mandiri. Tapi keputusan yang sudah saya buat tidak dipengaruhi oleh itu," kata dia lagi.

"Ketika saya membuat keputusan, saya belum memikirkan kemungkinan skenario yang optimis. Saya berpikir, yah, dia akan menikmati matahari terbit, saya akan mengajaknya ke barbekyu, dia akan menjalani hidupnya. Ya, mungkin dia tampak tidak bahagia pada seseorang, tetapi dia akan memiliki hidupnya sendiri. Saya tidak pernah berpikir untuk meninggalkan anak saya di panti asuhan, itu tidak manusiawi," jelasnya.

Sayangnya, sang istri memiliki pikiran yang berbeda. Menurutnya, konflik tersebut memisahkan mereka berdua

"Sekarang saya mengerti bahwa dia hanya takut pada saat itu, dia mulai bertindak menggunakan skenario yang salah, dan pada saat itu, semuanya sudah terlambat untuk mundur dari skenario," kata dia. 

Menurutnya, apa yang ia lakukan Mishka bukanlah tindakan kepahlawanan. Ini adalah tindakan normal yang seharusnya dilakukan oleh semua ayah di dunia ini. Ia ingin apa yang dilakukannya untuk Mishka bisa menginspirasi semua orang untuk menanamkan pemikiran yang sama seperti dirinya.  

"Dan saya juga ingin mendukung, menginspirasi dengan teladan saya orang-orang yang berada atau akan berada dalam situasi yang sama dengan saya. Saya mencoba berkomunikasi dengan mereka yang berada dalam jangkauan, saya berkorespondensi dengan mereka yang jauh.  saya berharap mereka yang mengalami kesulitan sekarang, seperti halnya kami, membaca tentang kami. Jangan takut Semuanya akan baik-baik saja," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kocak Banget, Aksi Bapak-Bapak Ganti Isi Kinder Joy Jadi Telur Asin

Kocak Banget, Aksi Bapak-Bapak Ganti Isi Kinder Joy Jadi Telur Asin

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2020 | 08:48 WIB

Studi: Pembatasan Iklan Produk Tak Sehat Turunkan Angka Obesitas pada Anak

Studi: Pembatasan Iklan Produk Tak Sehat Turunkan Angka Obesitas pada Anak

Health | Rabu, 14 Oktober 2020 | 08:15 WIB

Tak Diizinkan Pacaran, Bocah Ini Marah hingga Melotot dan Memukul

Tak Diizinkan Pacaran, Bocah Ini Marah hingga Melotot dan Memukul

Jogja | Selasa, 13 Oktober 2020 | 20:18 WIB

Terkini

Kenapa Sepatu dan Sandal Merek Melissa Mahal? Ini 4 Alasannya

Kenapa Sepatu dan Sandal Merek Melissa Mahal? Ini 4 Alasannya

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:15 WIB

Berapa Jumlah Bulu Sayap Garuda Pancasila? Poster BRIN Viral karena Salah Hitung

Berapa Jumlah Bulu Sayap Garuda Pancasila? Poster BRIN Viral karena Salah Hitung

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:11 WIB

5 Zodiak Diprediksi Beruntung Mulai Juni 2026, Karier hingga Asmara Berjalan Lancar

5 Zodiak Diprediksi Beruntung Mulai Juni 2026, Karier hingga Asmara Berjalan Lancar

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 06:32 WIB

Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir

Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 23:38 WIB

Cushion Korea Apa Saja yang Bagus? Ini 4 Pilihan dengan Review Nyaris Sempurna di Shopee

Cushion Korea Apa Saja yang Bagus? Ini 4 Pilihan dengan Review Nyaris Sempurna di Shopee

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 19:45 WIB

Lipstik Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 3 Pilihan yang Melembabkan Bibir Awet Seharian

Lipstik Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 3 Pilihan yang Melembabkan Bibir Awet Seharian

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 18:54 WIB

Indonesia Open 2026 Jadi Pesta Rakyat Bulu Tangkis, Bisa Nikmati Sportainment hingga Test Drive EV

Indonesia Open 2026 Jadi Pesta Rakyat Bulu Tangkis, Bisa Nikmati Sportainment hingga Test Drive EV

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 18:50 WIB

4 Sepatu Wanita Casual dari Brand Lokal, Nyaman di Kaki dan Enak Dipandang

4 Sepatu Wanita Casual dari Brand Lokal, Nyaman di Kaki dan Enak Dipandang

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 18:40 WIB

4 Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat Paling Populer di Indonesia

4 Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat Paling Populer di Indonesia

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 17:45 WIB

Belajar Langsung di Hutan Mangrove, Cara KLH Kenalkan Keanekaragaman Hayati ke Generasi Muda

Belajar Langsung di Hutan Mangrove, Cara KLH Kenalkan Keanekaragaman Hayati ke Generasi Muda

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 17:28 WIB