Studi: Pembatasan Iklan Produk Tak Sehat Turunkan Angka Obesitas pada Anak

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 14 Oktober 2020 | 08:15 WIB
Studi: Pembatasan Iklan Produk Tak Sehat Turunkan Angka Obesitas pada Anak
Ilustrasi obesitas pada anak. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi menarik baru saja diterbitkan, yang membuktikan bahwa pembatasan iklan televisi untuk makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak (GLL) sangat berkontribusi untuk mengurangi obesitas pada anak

Seperti diwartakan Medical Express, Rabu (14/10/2020), data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada 2015 memperkirakan sedikitnya 20 juta anak-anak di bawah 5 tahun mengalami obesitas atau berat badan yang berlebih.

Itu sebabnya, studi di atas bisa jadi salah satu solusi mengurangi tingginya jumlah anak yang kelebihan berat badan atau obesitas. Temuan ini diterbitkan di PLOS Medicine dan dilakukan Oliver Mytton dari University of Cambridge, Oliver Mytton dari University of Cambridge, dan beberapa rekan peneliti lain.

Dalam studi ini, peneliti menggunakan data anak-anak yang terpapar produk tinggi GGL, bagaimana mereka terpapar iklan selama berjam-jam, serta penelitian sebelumnya yang mengaitkan hubungan antara paparan iklan dan asupan kalori anak.

Hasilnya disimpulkan, jika semua iklan produk tinggi GGL ditarik saat pukul 05.30 pagi hingga 21.00 malam, maka 3,7 juta anak di Inggris akan melihat lebih sedikit iklan produk makanan minuman tinggi GGL per hari, dan hal ini akan menurunkan asupan kalori sebanyak 9,1 kkal atau berkurang 5 persen dari asupan yang dibutuhkan anak.

Dengan begitu, tindakan ini akan menurunkan obesitas sebesar 4,6 persen dan 3,6 persen kelebihan berat badan pada anak usia 5 hingga 17 tahun. Artinya, jika ini dijalankan, anak yang obesitas berkurang 40.000 orang, dan anak dengan berat badan berlebih berkurang 120.000 orang.

Sayangnya, studi hanya mempertimbangkan dampak langsung iklan produk tinggi GGL pada asupan kalori anak, dan bukan menghitung dampak iklan pada kebiasaan makan atau pola diet anak maupun orang dewasa.

"Mengurangi paparan iklan makanan kurang sehat di televisi bisa memberikan kontribusi signifikan untuk mengurangi obesitas pada masa anak-anak," terang peneliti dalam makalah penelitian.

Sayangnya, di era digital ini, anak-anak mengakses media dari berbagai sumber dan bukan hanya televisi saja. Seperti layanan streaming hingga YouTube di mana seharusnya iklan makanan kurang sehat dibatasi.

baca juga

"Jadi agar semua anak tumbuh sehat, penting untuk memastikan bahwa iklan ini hanya boleh tayang jam 9 atau jam 10 malam ke atas, dan ini juga berlaku di layanan online," tutup peneliti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CDC AS Memasukkan Obesitas sebagai Faktor Risiko Tinggi Infeksi Covid-19

CDC AS Memasukkan Obesitas sebagai Faktor Risiko Tinggi Infeksi Covid-19

Health | Minggu, 11 Oktober 2020 | 08:59 WIB

Pasangan Pemilik Airbnb Dikecam, Ada Syarat Berat Badan Maksimal untuk Tamu

Pasangan Pemilik Airbnb Dikecam, Ada Syarat Berat Badan Maksimal untuk Tamu

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2020 | 16:52 WIB

Salah Satunya Obesitas, Orang dengan Dua Kondisi Ini Umum Alami Malnutrisi

Salah Satunya Obesitas, Orang dengan Dua Kondisi Ini Umum Alami Malnutrisi

Health | Kamis, 08 Oktober 2020 | 20:51 WIB

Terkini

UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas Berkat Sinergi PNM dan OJK

UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas Berkat Sinergi PNM dan OJK

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:07 WIB

Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian

Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian

Batam | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan

Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka

Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:54 WIB

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:33 WIB

OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!

OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar

Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:22 WIB

Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa

Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:20 WIB

Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan

Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:19 WIB

×