Liburan di Tengah Pandemi Covid-19? Ini Saran Pakar Epidemiologi UI

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:37 WIB
Liburan di Tengah Pandemi Covid-19? Ini Saran Pakar Epidemiologi UI
Terlihat bahwa pengunjung di kawasan Pantai Sambolo, Anyer tidak mengenakan masker [Suara.com/Yandhi Deslatama].

Suara.com - Meski rumit, namun berlibur di tengah pandemi Covid-19 yang masih mewabah rasanya bukan sesuatu hal yang mustahil.

Terlebih sejumlah daerah telah menerapkan peraturan PSBB transisi dan mendorong masyarakat untuk melakukan adaptasi kebiasaan baru atau new normal saat berwisata.

Di sisi lain, Ketua Departemen Epidemiologi Universitas Indonesia Dr. dr. Tri Yunis mencoba memberikan saran kepada masyarakat yang ingin berlibur saat ini.

"Kita harus tahu pergi ke mana. Kalau pergi ke zona hijau itu aman tidak ada kasus. Kalau ke zona merah itu bahaya ada risiko tertular covid. Kalau zona oranye tetap berisiko, sebaiknya pilih zona kuning. Kalau terpaksa sekali kita harusnya menggunakan protokol kesehatan ketat," papar dokter Tri dalam konferensi virtual BNPB, Rabu (21/10/2020).

Masyarakat yang tinggal di daera kawasan zona hijau, sangat tidak disarankan berlibur ke wilayah zona merah. Sementara kasus sebaliknya masih dirasa lebih aman. Asalkan, lanjut Tri, calon wisatawan memastikan tubuhnya dalam kondisi sehat.

"Kalau merah ke oranye atau hijau silakan. Tapi harus perhatikan bahwa Anda berasal dari zona merah, jangan sampai menularkan. Pastikan Anda sehat, baru bepergian," tegasnya.

Calon wisatawan juga harus mengetahui kondisi tempat wisata apakah berada di ruangan tertutup atau terbuka. Sebab hal itu juga bisa menentukan risiko penularan virus corona, lanjut Tri.

Ia menjelaskan bahwa pada lokasi wisata terbuka, sirkulasi udara akan terjaga baik.

Sedangkan, tempat wisata dengan ruangan tertutup kemunginan tidak terdapat angin dan sinar matahari. Dengan begitu, risiko berkerumun dan penularan virus corona lebih tiggi.

baca juga

"Kalau ke pantai harus tahu di zona apa. Misalnya ke Bali di sana kan sekarang zona oranye, pasti berisiko. Kalau ada di pantai berisiko ya jaga jarak dan jangan berenang karena kalau berenang berarti gak bisa pakai masker. Kalau di pantai bisa jaga jarak dengan baik," ucapnya.

"Kalau mau pergi ke suatu tempat, kita harus tahu jumlah kasus setiap kecamatan. Satgas Kabupaten/Kota akan punya jumlah kasus. Kalau bisa jangan ke kelurahan yg banyak kasus. Datang ke Satgas provinsi atau kabupaten atau kota, atau bisa datangi website. Setiap satgas provinsi punya website," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Covid-19 Membuat Penjualan Polis Asuransi Meningkat Pesat

Pandemi Covid-19 Membuat Penjualan Polis Asuransi Meningkat Pesat

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:31 WIB

Epidemiologi UI: Boleh Liburan, Asal Patuh Protokol Kesehatan

Epidemiologi UI: Boleh Liburan, Asal Patuh Protokol Kesehatan

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2020 | 16:53 WIB

Mesti Tahu, Sederet Hal Positif yang Patut Disyukuri saat Pandemi Covid-19

Mesti Tahu, Sederet Hal Positif yang Patut Disyukuri saat Pandemi Covid-19

Health | Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:10 WIB

Terkini

DPR Usulkan UU Anti Bullying: Apakah UU Khusus Bisa Jadi Jawaban Tepat?

DPR Usulkan UU Anti Bullying: Apakah UU Khusus Bisa Jadi Jawaban Tepat?

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Prabowo Kirim Pesan ke MSCI: Bangsa Indonesia Tidak Takut dan Tidak Akan Gentar

Prabowo Kirim Pesan ke MSCI: Bangsa Indonesia Tidak Takut dan Tidak Akan Gentar

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:26 WIB

Dari Investor Global hingga UMKM, BRI Bangun Koneksi Bisnis Lintas Negara

Dari Investor Global hingga UMKM, BRI Bangun Koneksi Bisnis Lintas Negara

Kalbar | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Gegara Bank Indonesia, Rupiah Kembali ke Level Rp18.000

Gegara Bank Indonesia, Rupiah Kembali ke Level Rp18.000

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:24 WIB

Prabowo: Saya Bangga Menjadi Pemimpinmu

Prabowo: Saya Bangga Menjadi Pemimpinmu

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:22 WIB

Aktivis Greenpeace Pakai Teknik SRT untuk Panjat Patung Bundaran HI? Polisi Masih Kebingungan

Aktivis Greenpeace Pakai Teknik SRT untuk Panjat Patung Bundaran HI? Polisi Masih Kebingungan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:22 WIB

Gandeng Kemlu, BRI Dorong Investasi Global dan Perluas Akses UMKM ke Pasar Internasional

Gandeng Kemlu, BRI Dorong Investasi Global dan Perluas Akses UMKM ke Pasar Internasional

Batam | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Arti Bau Melati Tiba-Tiba di Dalam Rumah Malam Hari Menurut Primbon dan Medis

Arti Bau Melati Tiba-Tiba di Dalam Rumah Malam Hari Menurut Primbon dan Medis

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun, Serap 340.334 Tenaga Kerja

Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun, Serap 340.334 Tenaga Kerja

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19 WIB

Polres Jakbar Ungkap 43 Kasus Kejahatan, dari Curanmor Bersenpi hingga Intimidasi Debt Collector

Polres Jakbar Ungkap 43 Kasus Kejahatan, dari Curanmor Bersenpi hingga Intimidasi Debt Collector

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19 WIB

×