Tagar Save Komodo Trending, Ini Kawasan Terindah di Taman Nasional Komodo

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Senin, 26 Oktober 2020 | 17:10 WIB
Tagar Save Komodo Trending, Ini Kawasan Terindah di Taman Nasional Komodo
Hewan langka Komodo (Shutterstock)

Suara.com - Tagar Save Komodo bergema di Twitter, menjadi salah satu trending yang paling banyak dibicarakan oleh warganet. Hal tersebut terjadi setelah sebuah foto viral, memperlihatkan seekor komodo tengah mengadang sebuah truk pengangkut bahan bangunan yang digunakan pekerja untuk membangun geopark yang digagas pemerintah pusat sebagai "Jurassic Park".

Pada foto itu juga jelas terlihat bagaimana orang-orang yang berada di atas truk, tetap santai saat berhadapan dengan komodo, meski moncong reptil purba asli Indonesia tersebut berada begitu dekat dengan mulut truk.

Diunggah pertama kali oleh pemilik akun Instagram @gregoriusafioma, Sabtu (24/10/2020), foto tersebut seakan menunjukkan bagaimana kadal terbesar di dunia itu merasa keberatan jika habitat aslinya yang selama dilindungi, kini diganggu dengan proyek yang tengah dijalankan.

"Dapat kiriman foto tentang situasi pembangunan “jurassic park” ini dari seorang teman. Komodo 'hadang' Truck pembangunan Jurassic Park di Rinca," tulis akun tersebut menerangkan foto menyedihkan tersebut.

Unggahan tersebut juga mengatakan, jika truk tersebut barangkali adalah yang pertama masuk ke dalam kawasan konservasi komodo, sejak komodo menjadi perhatian dunia pada tahun 1912.

Tentu saja, banyak warganet yang protes dan menyayangkan proyek pembangunan yang bisa merusak lahan konservasi komodo. Apalagi, Taman Nasional Komodo merupakan salah satu destinasi eksotis dengan keindahan alam luar biasa yang perlu dijaga keasliannya.

Ada deretan destinasi yang begitu memukau di Taman Nasional Komodo. Berikut beberapa di antaranya, yang perlu kita jaga bersama kelestariannya.

1. Pulau Komodo

Wisatawan menyaksikan satwa dari dekat di Pulau Komodo. (Foto: Humas Kemenpar)
Wisatawan menyaksikan satwa dari dekat di Pulau Komodo. (Foto: Humas Kemenpar)

Pada 1986, UNESCO menetapkan Pulau Komodo dan pulau-pulau lain di kawasan Taman Nasional Komodo sebagai situs warisan dunia karena keberadaan komodo yang bisa ditemui di kawasan ini. Habitat dari hewan yang terancam punah ini adalah alam terbuka dengan padang rumput, pantai berpasir putih dan hutan hujan tropis.

baca juga

Sebagai habitat aslinya, ada sekitar 2000 ekor komodo yang hidup di pulau ini. Kamu bisa melihat bagaimana komodo hidup berdampingan dengan warga Pulau Komodo asli, tanpa merusak satu sama lainnya di sini.

2. Pulau Rinca

Komodo di Pulau Rinca (Suara.com/Risna Halidi)
Komodo di Pulau Rinca (Suara.com/Risna Halidi)

Pulau Rinca adalah sebuah pulau kecil di dekat Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur, tempat di mana kita bisa melihat komodo di habitat aslinya. Selain komodo, kamu juga bisa menjumpai banyak hewan liar di sini.

Pulau Rinca memiliki fitur pantai yang indah dan beberapa bukit. Tanah di sini sebagian besar ditutupi oleh padang rumput. Kamu bisa mengunjungi Pulau Rinca dengan waktu 2 jam dari Labuan Bajo. Perjalanan tentu saja harus dilakukan dengan menggunakan perahu atau sewa kapal harian.

3. Pulau Padar

Mendaki Pulau Padar. (Suara.com/Lilis Varwati)
Mendaki Pulau Padar. (Suara.com/Lilis Varwati)

Pulau Padar adalah pulau ketiga terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo, setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Pulau ini memiliki iklim kering dengan semak-semak dan padang rumput yang menutupi, menciptakan bukit-bukit nan indah dan eksotis.

Di Pulau Padar juga terdapat hamparan pasir pantai berwarna pink yang juga menjadi daya tarik. Kamu juga bisa menaiki bukit yang berada di Pulau Padar untuk menikmati keindahan panorama dari atas. Biru laut dan jajaran pulau di sekitarnya akan menghipnotis siapapun.

4. Pantai Pink

Pantai Pink, NTT. (Indonesia Travel)
Pantai Pink, NTT. (Indonesia Travel)

Sesuai dengan namanya, destinasi ini terlihat cantik dengan pasir pantai berwarna pink yang juga berada di Kawasan Taman Nasional Komodo. Selain kondisi pantainya yang unik dan indah, kehidupan bawah laut di kawasan ini juga menyimpan kekayaan yang menarik untuk diselami. Taman bawah laut Pantai Pink adalah istana bagi beragam jenis ikan, ratusan jenis batu karang, dan berbagai jenis biota laut lainnya. Oleh karenanya, snorkeling atau diving adalah aktivitas yang tidak boleh dilewatkan jika kamu berkesempatan mengunjunginya.

5. Gili Motang
Pulau kecil seluas 31 km2 ini juga merupakan rumah bagi ratusan komodo. Meski berukuran kecil, Gili Motang juga menarik para wisatawan untuk datang karena suasananya yang begitu tenang.

Bagi kamu yang ingin pergi dari hiruk pikuk kota, pulau ini cocok untuk relakasi, apalagi dikelilingi dengan pantai indah dan air yang jernih. Bukit dan semak juga menambah keeksotisannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Foto Komodo Hadang Truk Viral, Melanie Subono: Maafkan Kami Komodo

Foto Komodo Hadang Truk Viral, Melanie Subono: Maafkan Kami Komodo

Bali | Senin, 26 Oktober 2020 | 16:27 WIB

Bintang Emon: Komodo Tidak Melawan Aja Rumahnya Digusur

Bintang Emon: Komodo Tidak Melawan Aja Rumahnya Digusur

News | Senin, 26 Oktober 2020 | 15:08 WIB

Kanibal dan Berbisa, Ini Fakta Komodo yang Tidak Banyak Diketahui

Kanibal dan Berbisa, Ini Fakta Komodo yang Tidak Banyak Diketahui

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2020 | 16:10 WIB

Terkini

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:11 WIB

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:08 WIB

Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil

Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil

Riau | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:02 WIB

Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air

Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air

Jogja | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:01 WIB

Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi

Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:57 WIB

9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos

9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:55 WIB

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:52 WIB

Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI

Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:51 WIB

Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah

Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:48 WIB

Puluhan Siswa TK Gaya Baru Solo Belajar di Atap yang Kondisinya Membahayakan

Puluhan Siswa TK Gaya Baru Solo Belajar di Atap yang Kondisinya Membahayakan

Surakarta | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:47 WIB

×