Terlihat Mirip, Ini Beda Susu UHT dan Susu Pasteurisasi

Rima Sekarani Imamun Nissa, Hiromi Kyuna

Kamis, 12 November 2020 | 12:25 WIB
Terlihat Mirip, Ini Beda Susu UHT dan Susu Pasteurisasi
Ilustrasi Susu (Pixabay/Couleur)

Suara.com - Susu menjadi salah satu minuman yang cukup penting untuk pertumbuhan dan juga memenuhi gizi harian. Berbagai jenis susu banyak dijumpai di pasaran, di antaranya susu UHT dan susu pasteurisasi.

Dua jenis susu ini, meskipun tampak mirip, tentu saja ada perbedaannya. Bila salah dalam cara penyimpanan, susu yang dibeli bisa saja rusak dengan lebih cepat.

Susu UHT atau Ultra High Temperature adalah jenis susu yang dipanaskan menggunakan suhu sangat tinggi namun dengan waktu sangat singkat.

Merangkum dari berbagai sumber, susu UHT yang dipanaskan pada suhu 150 derajat Celcius selama tiga detik dan langsung didinginkan pada suhu 5 derajat Celcius.

Proses pemanasan dengan suhu yang sangat tinggi ini akan membunuh semua bakteri yang ada di susu.

Ilustrasi susu segar. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi susu segar. (Sumber: Shutterstock)

Cara penyimpanannya bisa dibilang mudah. Susu UHT cukup aman bila tak dimasukkan ke dalam kulkas selama kemasan belum dibuka.

Susu UHT bisa bertahan selama 6-12 bulan di suhu ruang selama tak terkena sinar matahari langsung. Apabila kemasan sudah dibuka, susu ini wajib dimasukkan ke kulkas agar tak cepat rusak.

Sementara itu, susu pasteurisasi dipanaskan dengan suhu yang lebih rendah, namun waktunya lebih lama.

Ada dua cara untuk proses pemanasan susu pasteurisasi. Pertama adalah proses sederhana di mana susu akan dipanaskan dengan suhu 65 derajat Celcius selama 30 menit.

baca juga

Cara kedua yaitu proses pemanasan suhu tinggi, biasanya dipanaskan pada suhu 75 derajat Celcius selama 15 detik dan setelah itu didinginkan.

Berbeda dengan UHT, proses pemanasan susu pasteurisasi hanya akan membunuh bakteri patogen. Bakteri patogen sendiri adalah bakteri yang buruk untuk tubuh. Nah, bakteri yang tidak membahayakan bagi tubuh ini tetap ada pada susu pasteurisasi.

Ilustrasi susu. (Shutterstock)

Perlu diingat bahwa susu pasteurisasi harus selalu disimpan dalam keadaan dingin. Jika tidak disimpan di suhu dingin, susu pasteurisasi akan cepat rusak.

Dengan kata lain, susu pasteurisasi wajib selalu dimasukkan ke dalam kulkas. Masa simpan susu pasteurisasi yang belum dibuka pun lebih singkat dibanding susu UHT.

Itulah perbedaan susu UHT dengan susu pasteurisasi. Keduanya tetap dapat memberikan dampak baik untuk tubuh meski melalui proses pemanasan yang berbeda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Manfaat Luar Biasa ASI: Kurangi Risiko Anak Mengalami Masalah Emosional

Manfaat Luar Biasa ASI: Kurangi Risiko Anak Mengalami Masalah Emosional

Jatim | Kamis, 12 November 2020 | 02:05 WIB

Bikin Geli! Viral Gerobak Susu Kedelai Dikerumuni Lebah, Dagangan Laris

Bikin Geli! Viral Gerobak Susu Kedelai Dikerumuni Lebah, Dagangan Laris

Jakarta | Rabu, 11 November 2020 | 20:59 WIB

Sehat Tanpa Pemanis Buatan, Resep Susu Almond Paling Mudah

Sehat Tanpa Pemanis Buatan, Resep Susu Almond Paling Mudah

Jogja | Rabu, 11 November 2020 | 16:05 WIB

Terkini

Warga Malaysia Bawa Narkoba Kembali Ditangkap di Bandara, Kali Ini di India

Warga Malaysia Bawa Narkoba Kembali Ditangkap di Bandara, Kali Ini di India

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:35 WIB

Kejar Percepatan Pembangunan, Disdik Jaksel Relokasi Dua SD di Kebayoran Lama Selatan

Kejar Percepatan Pembangunan, Disdik Jaksel Relokasi Dua SD di Kebayoran Lama Selatan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:35 WIB

Rekomendasi Bedak Wardah untuk Kulit Bruntusan, Makeup Jadi Flawless dan Kulit Tetap Aman

Rekomendasi Bedak Wardah untuk Kulit Bruntusan, Makeup Jadi Flawless dan Kulit Tetap Aman

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:35 WIB

Temuan Senjata di Sekolah, PJJ Jadi Langkah Tepat Jaga Keamanan Siswa

Temuan Senjata di Sekolah, PJJ Jadi Langkah Tepat Jaga Keamanan Siswa

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:33 WIB

Duit Rp1 Triliun untuk Pembangunan Jalan Lintas Bono Pelalawan

Duit Rp1 Triliun untuk Pembangunan Jalan Lintas Bono Pelalawan

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:33 WIB

Kemenko Polkam Buka Suara soal Motor Wartawan yang Raib di Depan Kantornya

Kemenko Polkam Buka Suara soal Motor Wartawan yang Raib di Depan Kantornya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:32 WIB

Pesan Tegas dari Ruang Ganti Timnas Indonesia: Terima Sakitnya, Lalu Bangkit di FIFA ASEAN Cup 2026

Pesan Tegas dari Ruang Ganti Timnas Indonesia: Terima Sakitnya, Lalu Bangkit di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:32 WIB

Ulasan Film Toko Perlengkapan Mayat: Kisah Tragis Keluarga Tumbal Penglaris

Ulasan Film Toko Perlengkapan Mayat: Kisah Tragis Keluarga Tumbal Penglaris

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:30 WIB

12,5 Detik yang Guncang Kolombia, Begini Misteri Gempa 7,4 dari Kedalaman Bumi

12,5 Detik yang Guncang Kolombia, Begini Misteri Gempa 7,4 dari Kedalaman Bumi

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Pinjaman Rp50 Juta di KUR BRI Cicilannya Cuma Rp9 Ribuan Per Hari? Cek Rinciannya

Pinjaman Rp50 Juta di KUR BRI Cicilannya Cuma Rp9 Ribuan Per Hari? Cek Rinciannya

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:29 WIB

×