alexametrics

RS Terapung Indonesia Akhirnya Berlayar Perdana saat Pandemi Covid-19

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
RS Terapung Indonesia Akhirnya Berlayar Perdana saat Pandemi Covid-19
RS Terapung Indonesia Akhirnya Berlayar Perdana saat Pandemi Covid-19. (Dok: Halodoc)

RSTKA sempat berhenti beroperasi sejak Maret 2020 lalu saat virus corona penyebab sakit Covid-19 terkonfirmasi masuk ke Indonesia.

Suara.com - Bagi Anda penggemar serial drama Korea Selatan (drakor), pasti tidak asing dengan judul Hospital Ship, sebuah drama yang berkisah perjuangan rumah sakit di atas kapal laut yang berlayar dari satu pulau terpencil ke pulau lainnya untuk memberi layanan kesehatan bagi penduduk pulau tersebut.

Ternyata kapal rumah sakit dengan sistem yang sama juga sudah ada loh di Indonesia sejak 2017 silam. Bernama RS Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) untuk pertama kalinya berlayar setelah pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

RSTKA sempat berhenti beroperasi sejak Maret 2020 lalu saat virus corona penyebab sakit Covid-19 terkonfirmasi masuk ke Indonesia.

Kini pada 20 November lalu RSTKA kembali berlayar dan bertolak dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk kembali menyambangi penduduk di pulau terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) khususnya daerah pesisir timur Indonesia.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Bantul Melesat, RS Rujukan Alami Krisis Tempat Tidur

RS Terapung Indonesia Akhirnya Berlayar Perdana saat Pandemi Covid-19. (Dok: Halodoc)
RS Terapung Indonesia Akhirnya Berlayar Perdana saat Pandemi Covid-19. (Dok: Halodoc)

Ekspedisi ini dilakukan untuk melayani masyarakat di pulau-pulau terpencil di Indonesia, dimulai dari Pulau Bawean, yang membutuhkan pengobatan, khususnya operasi medis.

Di Pulau Bawean, sebanyak 88 pasien mendapatkan operasi dari para dokter relawan di bawah bendera RSTKA ini.

Jenis operasi pun beragam, mulai dari operasi mata, THT, anak, bedah, hingga gigi. Seluruh pasien yang dijadwalkan mendapatkan operasi tidak dipungut biaya apapun.

Untuk menjalankan operasi ini, kapal berlabuh di Pulau Bawean pada 20 hingga 30 November 2020 dan menerjunkan puluhan relawan dengan latar belakang yang bervariasi seperti dokter umum, dokter spesialis, perawat, apoteker, kesehatan masyarakat, penggiat literasi kesehatan, dan lain-lain.

“Operasional RSKTA sempat terhenti sejak pandemi Covid-19, namun kami percaya bahwa kebutuhan tindakan medis harus terus dilakukan. Sebab bukan hanya Covid-19 yang mengancam nyawa atau menurunkan kualitas hidup masyarakat. Banyak penyakit lainnya yang juga diderita masyarakat di pulau untuk segera ditangani," ungkap dr. Agus Harianto, SpB, Direktur RS Terapung Ksatria Airlangga berdasarkan siaran pers Halodoc yang diterima suara.com, Rabu (2/12/2020).

Baca Juga: Polda Jabar akan Periksa Habib Rizieq Terkait Megamendung dan RS UMMI

Selain Pulau Bawean, RSTKA juga akan mengunjungi pulau-pulau lain di berbagai wilayah yang berada di zona hijau atau oranye.

Komentar