Sakit di Penghujung Ramadan, Benarkah Tanda Dosa Dihapus?

Husna Rahmayunita

Rabu, 18 Maret 2026 | 15:30 WIB
Sakit di Penghujung Ramadan, Benarkah Tanda Dosa Dihapus?
Ilustrasi sakit. [freepik]

Suara.com - Sepuluh hari terakhir Ramadan selalu menjadi momen yang paling dinantikan oleh umat Islam. Pada fase inilah semangat ibadah biasanya meningkat tajam. Banyak muslim memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, bersedekah, hingga beritikaf demi meraih keberkahan Lailatul Qadar. Namun, bagaimana jika justru di masa penuh keutamaan ini seseorang mengalami sakit?

Pertanyaan ini kerap muncul di tengah masyarakat. Sebagian orang merasa sedih karena tidak dapat beribadah secara maksimal akibat kondisi fisik yang menurun. Tubuh terasa lemas, terserang flu, demam, atau penyakit lainnya. Meski demikian, dalam ajaran Islam, sakit tidak selalu dimaknai sebagai hal buruk. Bahkan, banyak ulama menjelaskan bahwa sakit di penghujung Ramadan bisa menjadi bentuk rahmat dari Allah SWT.

Beberapa ulama, termasuk almarhum Syekh Ali Jaber, pernah menjelaskan bahwa sakit yang datang menjelang akhir Ramadan dapat membawa kabar gembira bagi seorang mukmin. Menurut beliau, ada tiga hal yang bisa diperoleh oleh orang yang sakit di masa penuh keutamaan ini, yaitu doa yang lebih mudah dikabulkan, dosa yang diampuni, serta pahala yang tetap dicatat meskipun ibadah fisik tidak dapat dilakukan secara sempurna.

Kondisi sakit membuat seseorang cenderung lebih khusyuk dalam berdoa. Rasa lemah dan keterbatasan fisik sering kali membuat hati lebih lembut dan bergantung sepenuhnya kepada Allah. Dalam situasi seperti ini, seorang muslim biasanya lebih sering beristighfar, memohon kesembuhan, serta merenungkan makna kehidupan dan ibadahnya.

Selain itu, meskipun seseorang tidak mampu melakukan amalan sunnah seperti biasanya, Allah tetap mencatat pahala amalan yang sudah menjadi kebiasaan sebelumnya. Hal ini menunjukkan betapa luasnya rahmat dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

Sakit sebagai Penghapus Dosa?

Dalam Islam, sakit dipandang sebagai ujian sekaligus sarana penghapus dosa. Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap rasa sakit yang menimpa seorang mukmin akan mendatangkan pahala, menghapus dosa, dan meninggikan derajatnya. Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrak dan dinilai sahih oleh adz-Dzahabi.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab ‘Uddat ash-Shabirin menjelaskan bahwa pahala dari sakit sangat berkaitan dengan kesabaran seseorang dalam menghadapinya. Kesabaran itulah yang menjadi nilai ibadah di sisi Allah. Bahkan, ketika seseorang tidak mampu menjalankan kewajiban secara sempurna karena sakit, Allah tetap menilai niat dan usaha yang ada di dalam hatinya. Dengan kata lain, sakit tidak serta-merta mengurangi nilai ibadah seseorang. Justru, dalam kondisi tertentu, sakit dapat menjadi jalan untuk memperoleh pahala yang besar.

Senada dengan pendapat tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Qur’an Banjarnegara, Kiai Abdul Fatah Al Hafidz, menjelaskan bahwa Allah memiliki banyak cara untuk mengangkat derajat hamba-Nya. Salah satunya melalui ujian sakit yang membuat seseorang lebih sering memohon ampun dan berserah diri. Menurut beliau, kondisi sakit dapat melatih kesabaran dan keteguhan iman. Ketika seseorang mampu menghadapi ujian tersebut dengan penuh tawakal, maka ia berpotensi mendapatkan ganjaran pahala yang besar.

baca juga

Beberapa hadis Rasulullah SAW juga menegaskan berbagai keutamaan yang bisa diperoleh seorang muslim ketika sakit. Salah satunya adalah sakit sebagai penggugur dosa. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa tidaklah seorang muslim tertimpa penyakit atau gangguan, melainkan Allah akan menggugurkan dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya.

Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa ketika seorang hamba sakit atau sedang dalam perjalanan, pahala amal yang biasa ia lakukan dalam keadaan sehat tetap dicatat. Hal ini memberikan ketenangan bagi mereka yang terbiasa beribadah, tetapi terhalang karena kondisi kesehatan.

Hadis lain menyebutkan bahwa segala bentuk kesulitan, keletihan, kesedihan, bahkan duri yang menusuk sekalipun dapat menjadi sebab dihapuskannya kesalahan seorang hamba. Ini menunjukkan bahwa setiap ujian yang dihadapi dengan sabar memiliki nilai pahala di sisi Allah.

Secara spiritual, sakit sering kali menjadi momentum refleksi diri. Dalam kondisi tubuh yang lemah, seseorang cenderung lebih banyak mengingat Allah, memperbanyak doa, dan merenungkan kehidupan. Kedekatan batin ini justru dapat meningkatkan kualitas keimanan seseorang.

Meski sakit memiliki banyak hikmah, seorang muslim tetap dianjurkan untuk berusaha mencari pengobatan. Dalam ajaran Islam ditegaskan bahwa Allah tidak menurunkan penyakit tanpa menurunkan pula obatnya. Oleh karena itu, ikhtiar medis, menjaga pola makan, serta istirahat yang cukup tetap menjadi bagian penting dari ibadah.

Selain berobat, memperbanyak doa juga menjadi amalan yang dianjurkan. Doa yang dipanjatkan dalam kondisi lemah sering kali lebih tulus dan penuh harapan. Kombinasi antara ikhtiar lahir dan batin inilah yang diharapkan dapat membawa kesembuhan sekaligus keberkahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Saja yang Berhak Menerima Fidyah Puasa Ramadhan? Ini Penjelasannya

Siapa Saja yang Berhak Menerima Fidyah Puasa Ramadhan? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Rabu, 18 Maret 2026 | 05:50 WIB

Habis Sahur Tidur Lagi? Ternyata Buat Pola Tidur dan Metabolisme Berantakan

Habis Sahur Tidur Lagi? Ternyata Buat Pola Tidur dan Metabolisme Berantakan

Your Say | Selasa, 17 Maret 2026 | 18:05 WIB

Spiritual Burnout: Saat Semangat Ibadah Meredup di Ujung Ramadan

Spiritual Burnout: Saat Semangat Ibadah Meredup di Ujung Ramadan

Your Say | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:30 WIB

Terkini

Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya

Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 16:33 WIB

Pramono Rayu Prabowo, Danantara Diminta Bantu Ekspansi LRT ke JIS dan Halim

Pramono Rayu Prabowo, Danantara Diminta Bantu Ekspansi LRT ke JIS dan Halim

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:31 WIB

TradingPRO Merayakan Pencapaian 10 Tahun dengan Total Hadiah $10.000

TradingPRO Merayakan Pencapaian 10 Tahun dengan Total Hadiah $10.000

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 16:28 WIB

Prabowo Bagi-bagi Kaus dari Sunroof Mobil, Warga Manggarai Histeris Rebutan

Prabowo Bagi-bagi Kaus dari Sunroof Mobil, Warga Manggarai Histeris Rebutan

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:28 WIB

Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan

Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 16:22 WIB

Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta

Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 16:18 WIB

Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa

Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa

Jogja | Rabu, 16 September 2026 | 16:16 WIB

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:13 WIB

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:12 WIB

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

×