Prediksi Tren Makanan di Tahun 2021, Apa Saja Ya?

Risna Halidi

Selasa, 15 Desember 2020 | 06:30 WIB
Prediksi Tren Makanan di Tahun 2021, Apa Saja Ya?
Ilustrasi tren makanan 2021.

Suara.com - Makanan yang baru dan unik selalu memiliki daya tarik bagi masyarakat. Sesuatu yang baru membuat rasa penasaran masyarakat untuk mencoba sangat tinggi.

Berikut ini merupakan beberapa bahan makanan yang diprediksi akan menjadi daya tarik di tahun 2021 seperti yang telah Suara.com kutip di Cozymeal.

1. Umbi, Rempah, dan Jamur
Umbi, rempah, dan jamur diperkirakan menjadi makanan yang trending pada 2021. Sayur-sayuran pasti akan selalu menjadi makanan yang diminati oleh masyarakat karena baik bagi kesehatan tubuh.

Bahan-bahan alami seperti umbi, rempah, dan jamur ini dikemas penuh dengan adaptogen dan banyak vitamin untuk membantu melindungi tubuh. Karena mengolahnya mudah, membuat makanan dengan bahan ini dapat dibuat banyak orang.

2. Burger Nabati
Protein pada sayuran membuat banyak inovasi pada makanan cepat saji. Hal itu membuat produksi berbagai produk hewani dengan bahan nabati. Dengan adanya inovasi ini, diperkirakan akan menghasilkan produk-produk yang akan banyak diminati seperti burger sayuran.

3. Dendeng Nabati
Selain burger, dendeng diperkirakan akan diproduksi dengan bahan sayuran. Hal ini dinilai akan mendapat perhatian banyak pada tahun 2021. Mengonsumsi dendeng nabati dapat mengurangi seseorang mengonsumsi daging yang berlebih. Hal itu sangat baik terhadap kesehatan. Diperkirakan akan muncul inovasi kreatif seperti kelapa, jamur, terong, dan dendeng kedelai yang akan bermunculan sebagai makanan ringan di berbagai toko.

4. Selai dan Mentega
Diperkirakan pada tahun 2021 akan banyak makanan yang menggunakan selai dan mentega. Makanan-makanan ini dinilai akan memiliki daya tarik tersendiri. Selain mudah diolah, rasanya yang ringan menjadikan makanan ini dapat dikonsumsi semua kalangan masyarakat.

5. Minyak Goreng
Minyak goreng seperti minyak kelapa dan zaitun akan diperkirakan banyak digunakan pada tahun 2021. Penggunaan minyak ini akan dinilai memberikan cita rasa yang baru terhadap makanan di tahun 2021. Selain minyak kelapa dan zaitun, beberapa yang baru untuk dicoba pada tahun 2021 termasuk minyak biji labu, minyak biji bunga matahari dan minyak alpukat.

6. Buncis
Buncis diperkirakan menjadikannya salah satu tren makanan yang di tahun 2021. Buncis sering digunakan sebagai bahan utama dalam hidangan nabati, serta masakan India, Yunani, Maroko, dan Timur Tengah. Selain itu buncis mudah ditemukan karena tersedia secara luas. Buncis juga dipakai sebagai tambahan beberapa makanan.

baca juga

Bagaimana menurutmu? Apakah bahan makanan di atas akan menjadi tren pada 2021?  (Penulis: Fajar Ramadhan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kilas Balik 2020 dalam Kemasan Ayam Koplo by Hangry

Kilas Balik 2020 dalam Kemasan Ayam Koplo by Hangry

Lifestyle | Senin, 14 Desember 2020 | 17:00 WIB

Anti Belepotan! Viral Trik Praktis Santap Makanan Cepat Saji di Mobil

Anti Belepotan! Viral Trik Praktis Santap Makanan Cepat Saji di Mobil

Lifestyle | Senin, 14 Desember 2020 | 15:37 WIB

Jarang Terekspos, Viral Aksi Ibu-ibu Memasak di Balik Mewahnya Pernikahan

Jarang Terekspos, Viral Aksi Ibu-ibu Memasak di Balik Mewahnya Pernikahan

Bali | Senin, 14 Desember 2020 | 14:59 WIB

Terkini

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:45 WIB

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:36 WIB

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:23 WIB

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Jogja | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:16 WIB

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:09 WIB

×