4 Tips Meningkatkan Omset Bisnis Online di Masa Pandemi

Vania Rossa

Rabu, 16 Desember 2020 | 18:35 WIB
4 Tips Meningkatkan Omset Bisnis Online di Masa Pandemi
Ilustrasi bisnis online. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi Covid-19 yang tengah terjadi di seluruh dunia tampaknya memberikan perjalanan yang sulit bagi para pebisnis, terutama para pelaku UMKM dan bisnis online. Tak hanya berdampak pada penurunan omset, tetapi juga terhambatnya proses penyaluran modal. Lalu, masihkah ada harapan bagi para pemilik bisnis untuk bangkit dan meningkatkan omset pasca pandemi?

Eric Handoyo, selaku CEO Bitlabs Academy, sebuah platform belajar online untuk peningkatan skill digital di Indonesia, mengatakan bahwa pembatasan selama pandemi seharusnya tak menjadi penghalang bagi para pelaku UMKM untuk melakukan inovasi bisnis. Justru, inilah saatnya pelaku UMKM memikirkan strategi untuk beradaptasi dengan situasi yang ada, dengan memikirkan langkah ke depan. Salah satunya beradaptasi dengan teknologi yang kian canggih, seperti keberadaan marketplace dan media sosial.

“Teknologi kini menjadi salah satu penopang terbesar di sektor bisnis, apalagi dengan keberadaan internet. Kini, kita mau jualan apa saja bisa dengan mudah melalui internet, baik itu dari marketplace atau media sosial seperti IG. Jadi sepertinya kita akan butuh strategi berbisnis yang lebih inovatif lagi di tahun depan, apabila kita mau meningkatkan omset dari hasil jualan online,” jelas Eric.

Berdasarkan penjelasan tersebut, berikut adalah tips menarik untuk meningkatkan omset bisnis online UMKM di tahun 2021 menurut Bitlabs, dikutip dari siaran pers yang diterima Suara.com.

1. Riset tren produk
Sebelum lebih dalam membahas strategi marketing yang akan digunakan, penting untuk mengetahui apakah produk yang akan Anda pasarkan merupakan produk yang dicari banyak orang atau tidak. Hal ini perlu dilakukan guna menghindari upaya yang sia-sia, apabila ternyata produk yang Anda pilih tidak ada peminatnya.

Selain itu, produk yang tepat dengan perencanaan harga jual yang sesuai juga akan membantu Anda untuk mendapatkan keuntungan yang melimpah tanpa harus takut rugi dalam biaya promosi.

2. Maksimalkan channel marketplace
Jika Anda sudah menemukan produk yang tepat, ini saatnya Anda untuk memperbanyak channel marketing produk, seperti melalui marketplace. Marketplace adalah salah satu wadah terbaik bagi para pemula untuk berbisnis online.

Namun, guna mendapatkan hasil terbaik, terdapat cara-cara yang tepat pula untuk menggunakan marketplace. Misalnya, Anda perlu memilih judul penjualan produk yang banyak dicari konsumen, meletakkan iklan di marketplace yang tepat untuk meningkatkan brand awareness produk Anda, atau menggunakan gambar yang kredibel dan meyakinkan. Dengan adanya gambar yang lebih riil, hal ini akan lebih menarik konsumen, walaupun harga jual yang Anda miliki lebih tinggi dibandingkan dengan lapak lainnya.

3. Optimalkan kreativitas marketing di Instagram
Selain marketplace, Instagram merupakan salah satu channel terbaik untuk menjalankan bisnis online. Sebagai salah satu media sosial terpopuler saat ini, Instagram dapat menjadi wajah bagi bisnis Anda, dikarenakan aksesnya yang mudah dan tampilan nya yang dapat disesuaikan dengan katalog produk Anda.

Terdapat beberapa cara untuk memaksimalkan omset melalui platform Instagram. Berikut cara-caranya:

  • Buat nama akun Instagram yang sesuai, unik dan menarik konsumen. Membuat akun Instagram tidak bisa asal-asalan, Anda dapat melakukan riset terhadap kata kunci apa yang paling sering dicari oleh market produk yang akan dijual. Sehingga, ketika konsumen mencari produk yang dibutuhkan, akun Anda akan menjadi relevan. Hal ini dapat berdampak pada peningkatan jumlah impression, engagement, dan follower akun Anda, yang juga dapat meningkatkan omset penjualan.
  • Riset konten yang akan dibuat. Konten merupakan sarana komunikasi Anda untuk menyampaikan pesan ke market. Konten yang tepat mampu meningkatkan jumlah follower akun Anda tanpa butuh waktu lama, terlebih apabila konten yang Anda miliki tersebut unik, hal ini dapat membuat konten Anda berpotensi dilihat oleh jutaan audiens.
  • Gunakan hashtag yang tepat. Hashtag (#) atau tagar merupakan sarana akses kepada audiens supaya konten Anda dapat dilihat dan diketahui banyak orang. Anda juga dapat mempertimbangkan apakah hashtag yang dipilih mampu membawa konten Anda menjadi konten populer atau tidak. Pilih hashtag dengan tingkat persaingan rendah terlebih dahulu di awal, agar potensi masuk ke kategori konten populer semakin tinggi. Semakin banyak konten yang masuk ke kategori populer, maka semakin tinggi pula engagement yang didapat. Semakin tinggi engagement, potensi follower Anda meningkat akan semakin tinggi pula.

4. Bentuk strategi sebelum membuat website
Hampir kebanyakan orang menganggap apabila kita sudah memiliki website, lantas akan banyak pula orang yang langsung memesan produk melalui website tersebut. Padahal, untuk membuat website yang dapat dikunjungi banyak orang, diperlukan strategi yang tepat. Mulai dari pencarian nama website yang mudah diingat, memancing calon pengunjung untuk mampir ke website Anda, dan mau memberikan data seperti email atau nomor telepon.Hal ini menjadi penting karena dengan adanya data-data tersebut, Anda dapat sekaligus menawarkan produk lain tanpa harus mengeluarkan biaya promosi. Selain itu kecepatan website yang ringan saat dibuka, kata kunci apa yang di target dalam artikel website juga penting agar website bisa muncul di halaman pertama Google.

Jadi, jangan lagi menganggap pandemi sebagai masa sulit untuk mempertahankan bisnis yang kita miliki. Justru, dengan berkembangnya teknologi yang kian canggih, kehadiran internet sangatlah membantu masyarakat untuk mendapatkan keuntungan berbisnis online dengan mudah kapan saja, dan dimana saja, apabila kita tahu cara menggunakannya dengan tepat.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembeli Protes iPhone 11 Dummy Rusak, Bukti Indonesia Darurat Membaca?

Pembeli Protes iPhone 11 Dummy Rusak, Bukti Indonesia Darurat Membaca?

News | Rabu, 16 Desember 2020 | 08:13 WIB

Penghafal Al-Qur'an Sukses Bisnis Online, Ini Rahasianya

Penghafal Al-Qur'an Sukses Bisnis Online, Ini Rahasianya

Jabar | Senin, 14 Desember 2020 | 13:17 WIB

Ini Beberapa Hal Wajib Dilakukan untuk Membuat Bisnis Anda Go Online

Ini Beberapa Hal Wajib Dilakukan untuk Membuat Bisnis Anda Go Online

Bisnis | Jum'at, 20 November 2020 | 14:50 WIB

Terkini

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:47 WIB

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

Banten | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:37 WIB

×