Ternyata Ini, Asal Usul Sejarah Tahun Baru Masehi

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 17 Desember 2020 | 19:50 WIB
Ternyata Ini, Asal Usul Sejarah Tahun Baru Masehi
Ilustrasi Tahun Baru (Pixabay/nickgesell)

Suara.com - Perayaan malam tahun baru merupakan hal yang sangat dinantikan masyarakat. Pergantian dari 31 Desember menuju 1 Januari ini, menjadi momen penting yang menandakan tahun yang baru.

Biasanya perayaan tahun baru dirayakan melalui berbagai kegiatan seperti kumpul bersama keluarga, makan bersama atau bakar-bakar, pesta kembang api, dan kegiatan lainnya. Di setiap negara masing-masing juga memiliki cara tersendiri untuk merayakan malam pergantian tahun ini.

Namun, tahukah kamu sejarah awal mula munculnya tahun baru?

Dilansir dari History, perayaan tahun baru pertama kali dilakukan untuk menghormati kedatangan tahun baru berasal dari sekitar 4.000 tahun yang lalu di Babilon kuno. Bagi orang Babilonia, bulan baru pertama setelah titik balik musim semi menandai dimulainya tahun baru.

Masyarakat Babilonia merayakan pergantian tahun itu dengan festival keagamaan yang disebut Akitu. Nama Akitu berasal dari kata Sumeria yang memiliki arti memotong musim semi.

ILUSTRASI malam perayaan tahun baru. (Envato)
ILUSTRASI malam perayaan tahun baru. (Envato)

Kegiatan tersebut selain dengan merayakan tahun baru, juga dilakukan untuk merayakan kemenangan mitos dewa langit Babilonia Marduk atas dewi laut yang jahat dan menjalankan tujuan politik yang penting.

Selain masyarakat Babilonia, sepanjang zaman kuno, peradaban di seluruh dunia mengembangkan kalender yang semakin canggih untuk menentukan hari pertama tahun. Di Mesir, misalnya, tahun dimulai dengan banjir tahunan Sungai Nil, yang bertepatan dengan terbitnya bintang Sirius.

Sementara itu, kalender Romawi awal terdiri dari 10 bulan dan 304 hari, dengan setiap tahun baru dimulai pada titik balik musim semi. Menurut tradisi, kalender tersebut dibuat oleh pendiri Roma , Romulus pada abad ke-8 SM.

Raja berikutnya yang bernama Numa Pompilius menambahkan bulan yang disebut Januarius dan Februarius. Sebab kalender tidak selara dengan matahari pada abad 46 SM, seorang Kaisar bernama Julius Caesar memutuskan berdiskusi dengan seorang ahli matematika. Setelah itu baru Caesar menentukan 1 Januari sebagai awal tahun.

baca juga

Setelah ditetapkannya awal tahun yang ditetapkan pada 1 Januari, barulah muncul perayaan hari-hari besar lainnya. Misalnya, pada pertengahan abad, umat Kristen menentukan tanggal 25 Desember sebagai peringatan kelahiran Yesus Kristus.

Setelah masa itu juga muncul perayaan-perayaan lainnya, salah satunya dalam menyambut pergantian tahun. Perbedaan geografis membuat perayaan malam pergantian tahun yang dilakukan berbeda di setiap negara.

Di Spanyol dan beberapa negara berbahasa Latin lainnya, orang-orang akan menghabiskan selusin buah anggur yang melambangkan harapan ke depan tepat sebelum tengah malam. 

Di banyak bagian dunia, seperti Italia dan Amerika Serikat, pada perayaan tahun baru selalu terdapat kacang-kacangan yang dianggap menyerupai koin dan menandai kesuksesan finansial masa depan.

Penulis: Fajar Ramadhan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Malam Tahun Baru, Ruas Jalan di Kota Bandung Ini akan Ditutup selama 12 Jam

Malam Tahun Baru, Ruas Jalan di Kota Bandung Ini akan Ditutup selama 12 Jam

Jabar | Kamis, 17 Desember 2020 | 15:43 WIB

Pesanan Kamar Hotel di Medan Meningkat Jelang Akhir Tahun

Pesanan Kamar Hotel di Medan Meningkat Jelang Akhir Tahun

Sumut | Kamis, 17 Desember 2020 | 14:46 WIB

Gubernur Lampung Imbau Warga Tidak Rayakan Malam Pergantian Tahun

Gubernur Lampung Imbau Warga Tidak Rayakan Malam Pergantian Tahun

Lampung | Kamis, 17 Desember 2020 | 14:23 WIB

Terkini

Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung

Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 23:55 WIB

Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah

Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah

Banten | Rabu, 02 September 2026 | 23:50 WIB

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Bogor | Rabu, 02 September 2026 | 23:42 WIB

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 23:36 WIB

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 23:13 WIB

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

News | Rabu, 02 September 2026 | 22:05 WIB

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

Video | Rabu, 02 September 2026 | 21:50 WIB

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

Jawa Tengah | Rabu, 02 September 2026 | 21:29 WIB

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

News | Rabu, 02 September 2026 | 21:20 WIB

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Bola | Rabu, 02 September 2026 | 21:17 WIB

×