Suara.com - Raungan puluhan ambulans memecah jalanan dari Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, menuju RSUD Notopuro.
Dalam perjalanan lebih dari tujuh kilometer itu, sejumlah santri terbaring dengan keluhan yang nyaris serupa: perut terasa sakit, kepala pening, mual hingga muntah.
Mereka sebelumnya menyantap makan siang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).
Di antara ratusan santri yang harus mendapat penanganan medis, Muhammad Rehan Ardiansyah menjadi salah satu yang merasakan langsung kepanikan tersebut. Santri kelas VII itu baru sekitar dua bulan tinggal di Pondok Pesantren Manbaul Hikam.
Namun dalam waktu singkat, ia harus melihat teman-teman sekamarnya satu per satu mengalami keluhan serupa.
Keluhan muntah pun dialami sejumlah santri. Ketakutan seorang santri kelas VII itu menjadi gambaran kecil dari kepanikan yang terjadi di lingkungan pesantren pada Selasa sore.
Menurut Humas Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Bahron Nafi', makanan MBG dikirim sekitar pukul 11.15 WIB dan dikonsumsi para santri sekitar pukul 13.00 WIB setelah menunaikan salat.
Menu yang disantap saat itu terdiri dari nasi, telur orak-arik, tempe, tahu, dan sayur. Program tersebut, kata Bahron, telah berjalan sekitar dua bulan di lingkungan pesantren dan sebelumnya tidak pernah menimbulkan persoalan.
Namun, situasi berubah setelah waktu Ashar. Awalnya hanya dua santri yang mengeluhkan pusing. Tidak lama kemudian, jumlahnya bertambah.
Menjelang pukul 16.30 WIB, laporan mengenai santri yang mengalami keluhan mulai datang dari berbagai kamar dan asrama. Pihak pesantren kemudian berkoordinasi dengan puskesmas, Dinas Kesehatan, hingga pemerintah daerah.
Malam itu, jumlah santri yang mengalami keluhan terus meningkat. Bahron menyebut jumlah awal mencapai sekitar 450 santri. Namun setelah Subuh, laporan baru kembali berdatangan dari asrama.
Jumlah tersebut masih berdasarkan pendataan sementara dan membutuhkan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Di tengah penanganan ratusan santri, satu pertanyaan besar kini muncul: bagaimana sebuah program pemberian makanan dalam skala besar memastikan setiap rantai penyajiannya benar-benar aman?
Pihak Pondok Pesantren Manbaul Hikam menegaskan tetap mendukung program MBG. Namun kejadian ini, menurut mereka, harus menjadi alarm untuk memperketat pengawasan.