Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

Muhamad Yasir, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 02 September 2026 | 21:20 WIB
Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia
Ilustrasi karhutla di Kalimantan Barat. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Kebakaran hutan di Kalimantan mengancam satwa endemik.
  • Kebakaran tersebut merusak habitat dan sumber makanan sehingga berpotensi memicu konflik antara satwa liar dengan manusia.
  • Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv mendesak pemerintah memperkuat pencegahan dini serta menyiapkan protokol tanggap darurat khusus untuk menyelamatkan satwa terdampak.

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan tak hanya mengancam kesehatan masyarakat akibat kabut asap. Kebakaran juga mengancam habitat dan keberlangsungan satwa endemik.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rajiv, menyebut karhutla dapat memicu dampak ekologis jangka panjang karena menghancurkan habitat berbagai flora dan fauna yang menjadi kekayaan alam Indonesia.

"Karhutla tidak hanya menimbulkan kabut asap dan mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga mengancam keberlangsungan berbagai flora dan satwa endemik yang menjadi kekayaan alam Indonesia,” kata Rajiv kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).

Menurut Rajiv, Kalimantan merupakan salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati penting. Kebakaran hutan berpotensi menghilangkan habitat satwa langka seperti burung rangkong, bekantan, dan orang utan.

Ancaman serupa juga terjadi pada flora khas Kalimantan, termasuk pohon ulin dan berbagai jenis anggrek.

"Bayangkan, Pulau Kalimantan memiliki banyak flora dan fauna langka, ketika hutan terbakar, maka yang hilang bukan hanya pepohonan, melainkan juga sumber makanan, air dan akhirnya habitat hilang sehingga satwa endemik dan kekayaan genetik kita berpotensi musnah,” ungkapnya.

Persoalan tak berhenti ketika api berhasil dipadamkan. Satwa yang berhasil menyelamatkan diri dari kebakaran berpotensi keluar dari habitatnya untuk mencari makanan dan tempat berlindung.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko konflik antara satwa dan manusia, terutama ketika satwa masuk ke kawasan perkebunan, hutan sekunder hingga permukiman warga.

”Kita harus mengantisipasi dan melakukan mitigasi keberadaan satwa yang selamat dan keluar menuju kawasan perkebunan, hutan sekunder, atau permukiman,karena risiko konflik antara satwa dan manusia semakin meningkat,” katanya.

baca juga

Rajiv meminta pemerintah mengubah pola penanganan karhutla yang selama ini cenderung bersifat reaktif. Menurut dia, pencegahan harus dilakukan sejak munculnya titik panas agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.

Selain memperkuat pencegahan karhutla, Rajiv meminta pemerintah menyiapkan mekanisme khusus untuk menyelamatkan satwa yang terdampak kebakaran.

Ia mendorong Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup memiliki protokol tanggap darurat satwa, mulai dari pemetaan kawasan perlindungan dan koridor satwa hingga penanganan medis serta penyediaan habitat sementara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Tembus Filipina, Warga Diminta Pakai Masker N95

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Tembus Filipina, Warga Diminta Pakai Masker N95

News | Rabu, 02 September 2026 | 19:57 WIB

Kabut asap Kepung Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan

Kabut asap Kepung Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan

Foto | Rabu, 02 September 2026 | 19:27 WIB

Update Karhutla Riau: Siak Tuntas, Kerumutan 4 Hari Tanpa Titik Api

Update Karhutla Riau: Siak Tuntas, Kerumutan 4 Hari Tanpa Titik Api

News | Rabu, 02 September 2026 | 17:18 WIB

Terkini

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:50 WIB

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:46 WIB

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Bahlil Hapus Perusahaan Cangkang dalam Impor BBM dan LPG, Negara Ambil Alih Kendali

Bahlil Hapus Perusahaan Cangkang dalam Impor BBM dan LPG, Negara Ambil Alih Kendali

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:38 WIB

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

×