alexametrics

Pernak-pernik Open Marriage, Istilah yang Ramai Dibahas karena Video Gisel

Rima Sekarani Imamun Nissa | Nur Khotimah
Pernak-pernik Open Marriage, Istilah yang Ramai Dibahas karena Video Gisel
ilustrasi pernikahan. (Pexels/Jeremy Wong)

Berminat open marriage? Simak penjelasan terapis berikut ini.

Suara.com - Istilah open marriage belakangan ramai dibahas seiring pengakuan Gisella Anastasia alias Gisel atas kasus video syur. Di media sosial Twitter, beredar dugaan bahwa Gisel melakukan open marriage dengan Gading Marten.

Lantas, apa sih open marriage? Merangkum laman Brides, berikut pernak-pernik tentang open marriage berdasarkan penjelasan dari seorang terapis seks dan pasangan bernama Gwen Lotery, MA MFT.

1. Open marriage beda dengan selingkuh

Pertama-tama mari berkenalan dengan istilah open marriage. Di laman Brides, dituliskan bahwa open marriage pada dasarnya adalah hubungan emosional dan atau fisik dengan pasangan di luar pernikahan.

Baca Juga: Serba Cukup, Prilaku Gisel Bikin Video Syur Bikin Komnas PA Heran

Namun, Gwen Lotery menegaskan bahwa dalam praktik open marriage ada faktor persetujuan dari kedua belah pihak yang harus diperhatikan. Jadi, open marriage itu berbeda dengan selingkuh karena keduanya saling setuju.

Kendati begitu, Gwen menyebutkan open marriage bisa berujung ke perselingkuhan jika salah satu melanggar persetujuan yang sudah dibuat. Jadi dalam melakukan open marriage perlu kejujuran.

Ilustrasi Pasangan Poliamori (Unsplash/Kylo)
Ilustrasi Pasangan Poliamori (Unsplash/Kylo)

2. Apa praktik open marriage dibutuhkan dalam sebuah pernikahan?

Ketika ada pasangan yang berkonsultasi dan menanyakan ini, Gwen tidak langsung menjawab. Ia meminta pasangan itu saling menanyakan hal penting yang mungkin menjadi alasan munculnya ide open marriage di antara mereka.

"Apakah ide itu muncul murni karena seksual, atau lebih dari hubungan lain? Apakah Anda bermain (di luar pernikahan) bersama, atau Anda bermain secara terpisah?" ujar Gwen memberikan contoh pertanyaan yang bisa diajukan ke pasangan masing-masing sebelum melakukan open marriage.

Baca Juga: Gisel yang Undang, Nobu Datang, Lalu Bikin Video Syur 19 Detik sambil Mabuk

Jawaban dari pertanyaan itu nantinya bisa dijadikan pedoman apakah open marriage perlu dilakukan atau tidak oleh pasangan suami istri. Jadi setiap pasangan mungkin berbeda dalam hal butuh atau tidak butuh open marriage.

Ilustrasi pasangan menginap di hotel. (Shutterstock)
Ilustrasi pasangan. (Shutterstock)

Kendati begitu, Gwen menyarankan agar pasangan memilih cara lain untuk menghangatkan kembali hubungan mereka. Karena berdasarkan pengalaman, open marriage tidak berhasil menjadi solusi dalam sebuah pernikahan.

"Jika hubungan Anda sedang dalam kondisi membatu (monoton) dan Anda memutuskan untuk menjadi non-monogami (open marriage) untuk menyelamatkannya, 99% dari yang pernah melakukannya, itu tidak akan berhasil," jelas Gwen.

3. Tips yang bisa dilakukan agar open marriage berhasil dilakukan

Meski tidak terlalu menyarankan, Gwen tetap membagikan tips menjalankan open marriage. Tips versi Gwen adalah membuat kesepakatan, terbuka soal hubungan open marriage kepada pasangan, dan tetap prioritaskan pasangan resmi.

Gwen menyarankan pasangan harus membuat kesepakatan yang akan dijadikan pedoman dan batasan selama melakukan open marriage. Semua kesepakatan yang sudah disetujui harus dihormati dan dipatuhi.

Kemudian terkait dengan keterbukaan, Gwen menganggap bahwa mereka yang tidak terbuka soal hubungan dengan pasangan di luar pernikahannya berarti belum siap untuk melakukan open marriage.

Keterbukaan dan kejujuran adalah kunci penting dalam melakukan open marriage menurut Gwen. Tujuannya agar mereka tetap bisa memprioritaskan pasangan resmi saat open marriage. Karena pada dasarnya, open marriage bukan berselingkuh.

Komentar