Mulai Zaman Yunani Kuno, ini Sejarah Teater dari Seluruh Dunia

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 12 Januari 2021 | 11:25 WIB
Mulai Zaman Yunani Kuno,  ini Sejarah Teater dari Seluruh Dunia
Ilustrasi teater (pexels/erik mclean)

Suara.com - Siapa yang tidak mengenal teater? Pertunjukkan dengan panggung megah ini sangat populer di kalangan masyarakat. Pertunjukkan teater tidak hanya memerankan sebuah cerita, tetapi terdapat tarian dan nyanyian di dalamnya.

Saat teater tidak begitu populer seperti zaman dulu. Masyarakat lebih memilih menonton konser musik atau bioskop dibandingkan dengan teater. Di samping itu, rupanya masih banyak juga masyarakat gemar menonton pertunjukkan yang satu ini. Namun, tahukah kamu sejarah mengenai teater?

Dilansir dari Scholastic.co.uk, teater pertama kali yaitu dimulai oleh orang Yunani Kuno pada 1000 SM. Teater Yunani Kuno yang dibangun disebut Amphitheatres. Biasanya Amphitheatres ini berada di sisi bukit dengan tempat duduk berjenjang mengelilingi panggung dalam bentuk setengah lingkaran.

Cerita yang diangkat dalam dalam teater Yunani yaitu kisah mitos dan legenda. Biasanya pada pertunjukkan akan melibatkan paduan suara. Salah satu karya terkenal yang masih suka dimainkan sampai saat ini yaitu Sophocles, Aristophanes dan Euripedes.

Pementasan Teater Emka dengan lakon 'Tanah' di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS)Semarang, Jateng, Senin (14/12).
Pementasan Teater Emka dengan lakon 'Tanah' di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS)Semarang, Jateng, Senin (14/12).

Selanjutnya pada 753 SM orang Romawi melanjutkan tradisi Teater Yunani. Bentuk teater orang Romawi menyerupai Amphitheatres Yunani, tetapi bangunannya lebih tertutup. Lalu terdapat Colosseum di Roma, Italia. Acara teater itu melibatkan akrobat, menari, tarung atau seseorang atau hewan dibunuh di atas panggung. Aktor Romawi biasanya memakai kostum khusus untuk diwakili berbagai jenis familiar karakter.

Pada 900–1500 M teater abad pertengahan, teater sempat mati lal Itu diperkenalkan kembali berupa drama religi. Cerita yang dibuat biasanya bermain dengan moral yang dilakukan di gereja. Biasanya pertunjukkan ini dilakukan saat terdapat kebaktian di gereja. Pertunjukkan yang dilakukan menggunakan bahasa Latin. Drama dirancang bertujuan untuk mengajarkan cerita dan pesan Kristen untuk orang- orang yang tidak bisa membaca.

Pada 1500-an M, Teater Commedia dell’Arte, Italia menjadi sangat populer. Alat peraga dan kostum dasar dan dramanya dilakukan secara gratis untuk semua. Cerita yang ditampilkan pada  umumnya mengenai perjuangan kekasih muda, yang terhalang oleh orang tua.

Lalu pada 1558–1603 M,  masa pemerintahan Elizabeth I, terdapat teater dengan nama Teater Elizabethan. Teater ini cukup populer.  Salah satu yang membuat populer yaitu William Shakespeare. Teater Elizabethan biasanya menggunanakan rumah kayu. Selain itu, terdapat perbedaan kasta pada penonton. Untuk penonton yang lebih kaya akan mendapatkan tempat duduk. Sedangkan penonton kelas menengah ke bawah akan berdiri di sebuah lubang di depan panggung.

Di jepang pada 1600-an M, terdapat teater terkenal yaitu Teater Kabuki. Teater ini sangat unik dengan kostum dan riasan yang rumit. Awalnya pemain teater wanita dan pria. Namun, pada 1629, wanita diralang tampil. Pertunjukan biasanya meceritakan tentang peristiwa sejarah serta pesan moral dari keadian tersebut.

Setelah Perang Saudara Inggris, terdapat beberapa larangan untuk pertunjukkan teater saat itu. namun, pada 1660 M, teater kembali dibuka dengan konsep komedi. Awalnya pemeran teater hanya boleh dimainkan oleh pria. Namun, pada pemerintahan Raja Charles II,  wanita diizinkan menjadi pemeran di atas panggung.

Pada akhir abad ke-19 teater mulai populer di Amerika. Pertunjukkan teater kala itu biasanya menampilkan tarian, musik, komedi, nyanyian, sulap, akrobat atau aksi berbagai hewan. Selain itu, harga teater tidak begitu mahal.

Adanya perkembangan teknologi industri sangat berdampak pada pertunjukkan teater. Pertunjukkan teater berubah menggunakan penerangan listrik dan penggunaan mesin untuk menampilkan visual dan audio. Pertunjukkan teater juga semakin berkembang, terdapat pantomim hingga opera yang sangat populer kala itu.

Banyaknya berbagai pertunjukkan teater yang telah dilakukan pada masa lalu, sangat berdampak hingga saat ini. Bentuk panggung teater juga lebih modern dan menggunakan teknologi yang lebih canggih. Saat ini, pertunjukkan teater menggunakan anggaran produksi yang cukup mahal. Namun, dari segi cerita tidak jauh berbeda, yaitu mengenai legenda, mitos, dongeng, atau drama musikal. Hanya saja pembawaannya lebih modern dan disesuaikan dengan perkembangan zaman. / Fajar Ramadhan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Kreatif Warga Amerika Serikat Rayakan Natal di Tengah Pandemi

Cara Kreatif Warga Amerika Serikat Rayakan Natal di Tengah Pandemi

Video | Jum'at, 25 Desember 2020 | 11:26 WIB

Tantangan Indonesia Menuju Teater Broadway Bertaraf Internasional

Tantangan Indonesia Menuju Teater Broadway Bertaraf Internasional

Your Say | Sabtu, 12 Desember 2020 | 18:34 WIB

Obati Kerinduan Penikmat Seni, Teater Koma Hadirkan Lakon Akhir Tahun

Obati Kerinduan Penikmat Seni, Teater Koma Hadirkan Lakon Akhir Tahun

Lifestyle | Jum'at, 11 Desember 2020 | 09:55 WIB

Terkini

Mimpi Bertemu Orang yang Sudah Meninggal Pertanda Apa? Ini Artinya

Mimpi Bertemu Orang yang Sudah Meninggal Pertanda Apa? Ini Artinya

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:10 WIB

Viral Skincare Berlapis Bisa Rusak Skin Barrier, Kasus Kulit Sensitif Meningkat

Viral Skincare Berlapis Bisa Rusak Skin Barrier, Kasus Kulit Sensitif Meningkat

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:36 WIB

7 Rekomendasi Sepatu Jalan Nyaman untuk Traveling Agar Kaki Tidak Pegal

7 Rekomendasi Sepatu Jalan Nyaman untuk Traveling Agar Kaki Tidak Pegal

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:30 WIB

4 Pilihan Sepatu Lari Diadora di Sports Station, Harga Diskon Cuma Rp300 Ribuan

4 Pilihan Sepatu Lari Diadora di Sports Station, Harga Diskon Cuma Rp300 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:15 WIB

Satwa Liar Muncul di Perkotaan, Benarkah Tanda Rusaknya Habitat Alami?

Satwa Liar Muncul di Perkotaan, Benarkah Tanda Rusaknya Habitat Alami?

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:30 WIB

Cushion Make Over Tahan Berapa Lama? Ini Varian, Manfaat, dan Harganya

Cushion Make Over Tahan Berapa Lama? Ini Varian, Manfaat, dan Harganya

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:05 WIB

4 Doa Buka Puasa Arafah 9 Zulhijah Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

4 Doa Buka Puasa Arafah 9 Zulhijah Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:35 WIB

Cuma Sampai Magrib! Baca Zikir Singkat Ini di Hari Arafah, Amalannya Dipakai Para Nabi

Cuma Sampai Magrib! Baca Zikir Singkat Ini di Hari Arafah, Amalannya Dipakai Para Nabi

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:16 WIB

3 Rekomendasi Pelembap Mengandung Zinc Oxide, Bisa Redakan Kemerahan hingga Kontrol Sebum

3 Rekomendasi Pelembap Mengandung Zinc Oxide, Bisa Redakan Kemerahan hingga Kontrol Sebum

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:50 WIB

Bedak Dingin Fungsinya untuk Apa? Ini 3 Rekomendasi Produknya

Bedak Dingin Fungsinya untuk Apa? Ini 3 Rekomendasi Produknya

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:04 WIB