Hobi Mabuk-mabukan, Dokter Ini Sebabkan Pasiennya Meninggal Dunia

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 25 Januari 2021 | 18:45 WIB
Hobi Mabuk-mabukan, Dokter Ini Sebabkan Pasiennya Meninggal Dunia
Ilustrasi dokter.[Unsplash/Online Marketing]

Suara.com - Seorang veteran Angkatan Udara Amerika Serikat meninggal karena didiagnosis sakit kanker yang salah. Dokter yang menangani pasien tersebut, Robert Levy, disebut dalam keadaan mabuk ketika memberikan diagnosis. Sehingga pasiennya diberi perawatan yang salah selama lima bulan.

Kejadian itu terjadi pada tahun 2014. Sebelumnya, Levy juga menyebabkan dua pasien lain meninggal karena kesalahan diagnosis lagi akibat kondisi mabuk.

Sebagai dokter, ia bertugas melakukan  pemeriksaan hasil tes untuk mengidentifikasi penyakit dan terbukti melakukan kesalahan sebanyak 3.029 kasus. Hal itu terungkap pada proses pengadilan hukum yang dijalaninya.

Tingkat kesalahan yang dilakukan Levy sebanyak 8,9 persen, lebih sepuluh kali lipat dari rata-rata 0,7 persen di antara dokter pada umumnya. 

Ilustrasi dokter meninggal karena virus Corona. (Shuttterstock)
Ilustrasi dokter meninggal karena virus Corona. (Shuttterstock)

Dikutip Metro, Levy, yang berpenghasilan $ 225.000 (Rp 3,16 miliar) per tahun itu mendapat sebutan 'seekor rubah yang menjaga kandang ayam'. Para juri di pengadilan juga menyatakan bahwa ia banyak melakukan kebohongan untuk menutupi kesalahannya.

Levy, yang bekerja di Pusat Perawatan Kesehatan Veteran di Fayetteville, berbohong terhadap catatan medis tentang pasien veteran Angkatan Udara itu. Ia mengklaim bahwa seorang kolega telah setuju dengannya tentang hasil lab pasien tersebut.

Levy juga menghindari tes darah dan urin yang diperintahkan untuk dilakukan setelah ketahuan mabuk di tempat kerja pada tahun 2016, dua tahun setelah kesalahan diagnosis yang mematikan. Dia ditemukan dengan kadar alkohol dalam darah 0,39. Angka itu mendekati batas jumlah yang akan menyebabkan koma peminum tidak teratur. 

Setelah ketahuan mabuk, Levy mengubah taktiknya pada Februari 2017 dengan membeli obat bernama 2m-2b yang akan membuatnya mabuk tetapi tidak muncul dalam tes darah atau urine biasa. 

Dia akhirnya membeli 2m-2b sebanyak 12 kali dan lulus 42 tes darah dan urin saat mengambil zat tersebut. Levy mengakui penipuan atas kebohongan narkoba dan menghadapi total 28 tahun penjara. Serta denda $ 500.000 (setara Rp 7 miliar) untuk kejahatannya, Arkansas Democrat Gazette melaporkan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tukang Cukur di Sukoharjo Ditemukan Meninggal, Begini Kondisinya

Tukang Cukur di Sukoharjo Ditemukan Meninggal, Begini Kondisinya

Surakarta | Senin, 25 Januari 2021 | 17:22 WIB

Industri Hiburan Korsel Berduka, Song Yoo Jung & Rapper Iron Meninggal

Industri Hiburan Korsel Berduka, Song Yoo Jung & Rapper Iron Meninggal

Riau | Senin, 25 Januari 2021 | 16:57 WIB

Sudah 9 Hari Meninggal karena Covid-19, Wanita Ini Mendadak Pulang ke Rumah

Sudah 9 Hari Meninggal karena Covid-19, Wanita Ini Mendadak Pulang ke Rumah

Hits | Senin, 25 Januari 2021 | 17:10 WIB

Terkini

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:36 WIB

×