Ini Bedanya Workaholic dan Pekerja Keras, Kamu yang Mana?

Vania Rossa

Selasa, 02 Februari 2021 | 06:08 WIB
Ini Bedanya Workaholic dan Pekerja Keras, Kamu yang Mana?
Ilustrasi workaholic. (Shutterstock)

Suara.com - Jangan samakan workaholic dengan pekerja keras. Workaholic merupakan sikap mementingkan pekerjaan secara berlebihan dan melalaikan aspek kehidupan yang lain. Dianggap sebagai salah satu gangguan mental, orang yang workaholic kerap mengabaikan waktu istirahat meski pekerjaannya telah selesai.

Peneliti Norwegia dari Department of Psychosocial Science di University of Bergen mengidentifikasi gejala spesifik yang merupakan karakteristik workaholic. Terdapat tujuh kriteria atau tanda seseorang mengalami gangguan 'gila kerja' ini, di antaranya:

  1. Orang workaholic akan memikirkan bagaimana dirinya dapat meluangkan lebih banyak waktu untuk bekerja.
  2. Orang workaholic akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja daripada yang diharapkan.
  3. Orang workaholic akan bekerja untuk mengurangi perasaan bersalah, cemas, tidak berdaya, dan depresi.
  4. Orang workaholic telah diberitahu oleh orang lain untuk mengurangi pekerjaannya, tetapi ia tidak mendengarkannya.
  5. Orang workaholic akan menjadi stres jika dilarang bekerja.
  6. Orang workaholic tidak mementingkan hobi, aktivitas santai, dan olahraga karena pekerjaan.
  7. Orang workaholic biasanya, bekerja terlalu keras sehingga berdampak negatif pada kesehatan.

Sebuah studi tahun 2013 oleh Kansas State University menemukan, orang yang bekerja lebih dari 50 jam per minggu cenderung menderita konsekuensi kesehatan fisik dan mental.

Orang workaholic tidak memiliki kemampuan untuk melepaskan driri dari pekerjaannya. Walaupun ia bekerja secara terus-menerus, hal ini tidak meningkatkan tingkat produktivitas dirinya. Orang yang memiliki gangguan ini juga biasanya akan mengalami stres pada saat-saat tertentu, yang akan berisiko pada kesehatannya, bahkan berkontribusi pada kematian dini.

Lalu, apa bedanya workaholic dengan pekerja keras? Seseorang yang memiliki jiwa pekerja keras akan berusaha melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya. Hal itu dilakukannya biasanya dengan tujuan. Setelah tercapai, ia akan beristirahat menikmati hasil pekerjaannya.

Dilansir dari laman Forbes, berikut terdapat perbedaan antara workaholic dan pekerja keras.

  1. Pekerja keras menganggap pekerjaan sebagai kewajiban yang diminta. Sedangkan workaholic akan melihat pekerjaan sebagai cara untuk menjauhkan diri dari perasaan dan hubungan yang tidak diinginkan.
  2. Pekerja keras selalu mengawasi pekerjaan sehingga mereka dapat tersedia untuk keluarga dan teman mereka. Sedangkan, workaholic percaya bahwa pekerjaan lebih penting dari apapun dalam hidup mereka, termasuk keluarga dan teman.
  3. Workaholic akan merasa senang ketika ia bisa menyelesaikan pekerjaan yang sulit dan mustahil dilakukan orang lain. Sedangkan, pekerja keras hanya akan bekerja sesuai tanggung jawab yang diperintahkan.
  4. Pekerja keras dapat beristirahat dari pekerjaannya, sementara workaholic tidak bisa. Workaholic akan memikirkan tentang pekerjaan terlepas dari apa yang mereka lakukan atau dengan siapa saat itu. (Fajar Ramadhan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Tips Cerdas Menjalani Peran Ganda Sebagai Ibu dan Karyawan

5 Tips Cerdas Menjalani Peran Ganda Sebagai Ibu dan Karyawan

Your Say | Selasa, 24 Desember 2019 | 17:16 WIB

Gila Kerja tak Sepenuhnya Baik untuk Kehidupan, Ini 5 Alasannya

Gila Kerja tak Sepenuhnya Baik untuk Kehidupan, Ini 5 Alasannya

Lifestyle | Rabu, 24 Juli 2019 | 20:00 WIB

Tidak Suka Buang Waktu, 5 Zodiak Ini Paling Efisien dalam Bekerja

Tidak Suka Buang Waktu, 5 Zodiak Ini Paling Efisien dalam Bekerja

Lifestyle | Rabu, 15 Mei 2019 | 07:25 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×