Keren, Jepang Jual Alat Tes Covid-19 Lewat Mesin Penjual Otomatis

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Jum'at, 05 Februari 2021 | 11:40 WIB
Keren, Jepang Jual Alat Tes Covid-19 Lewat Mesin Penjual Otomatis
Ilustrasi Mesin Penjual Otomatis. (Elements Envato)

Suara.com - Saat ke Jepang, kamu mungkin bisa menemukan banyak mesin penjual otomatis atau vending machine yang menjual berbagai hal unik. Mulai dari minuman, kaldu ikan, sandwich, bahkan tatakan gelas dengan beragam bentuk unik. Terbaru, melansir Sora News 24, salah satu mesin penjual otomatis yang ditemukan oleh reporternya bahkan menjual alat tes Covid-19.

Reporter bernama Shawn itu mengaku, ia menemukannya saat keluar untuk berjalan-jalan di sekitar lingkungannya di Taito Ward Tokyo. Mesin penjual otomatis yang menjual alat tes Covid-19 itu terletak di pekarangan Jomyoin, sebuah kuil Budha yang didirikan pada tahun 1666. Shawn pun mencoba membeli alat tersebut dan menggunakannya di rumah.

Tentu saja, kata Shawn, alat tes yang berupa uji PCR ini sedikit lebih mahal daripada sebotol Coca-Cola atau Pocari Sweat, dan Shawn harus memasukkan uang kertas dan koin senilai 3.500 yen atau sekitar Rp 467 ribuan ke dalam mesin tersebut.

Setelah itu, Shawn mulai menekan tombol di mesin tersebut dan mendapatkan perlengkapannya, yang datang dalam kotak persegi. Dia agak bingung dengan teks yang bertuliskan “Takenoko PCR Test Kit,” karena takingoko biasanya merupakan kata dalam bahasa Jepang untuk rebung.

Namun, dalam kasus ini, Takenoko ternyata merupakan nama klinik telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) di Prefektur Saitama, yang memasok dan memproses alat uji yang dijual di mesin penjual otomatis ini.

Kembali ke rumah, Shawn membuka kotak tersebut untuk menemukan peralatan yang dia perlukan. Alat uji PCR ini menggunakan sampel air liur dan di dalam kotaknya tertulis instruksi secara lengkap mengenai langkah-langkah pengujiannya.

Prosesnya hanya memakan waktu sekitar lima menit, dan setelah selesai, Shawn membungkus sampelnya dengan bahan kemasan berlapis yang disertakan dengan kit, meletakkannya di amplop yang disediakan, dan memasukkannya ke dalam pos.

Takenoko menjanjikan pemrosesan dalam waktu 24 jam setelah menerima tes. Hanya dua hari setelah dia mengirimkannya melalui pos, Shawn mendapatkan hasilnya melalui alamat email yang dia berikan saat mengirimkan sampelnya. Hasilnya pun negatif.

Di sisi lain, bagi mereka yang hasil tesnya positif, Takenoko akan menghubungi pihak yang terinfeksi dan dinas kesehatan setempat, sehingga mereka dapat mengoordinasikan prosedur perawatan dan karantina.

baca juga

Tentu saja, membeli alat uji PCR dari mesin penjual otomatis merupakan hal yang tidak biasa, tetapi dengan status kesehatan masyarakat yang lebih penting dari sebelumnya, upaya untuk membuat pengujian menjadi sederhana dan nyaman adalah hal yang menggembirakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kehadiran Mobil Listrik Mengancam Populasi Kei Car di Jepang?

Kehadiran Mobil Listrik Mengancam Populasi Kei Car di Jepang?

Otomotif | Kamis, 04 Februari 2021 | 10:20 WIB

Niat Prank Kasir Minimarket Jepang, Pria Ini Malah Terkejut Sendiri

Niat Prank Kasir Minimarket Jepang, Pria Ini Malah Terkejut Sendiri

Lifestyle | Rabu, 03 Februari 2021 | 11:47 WIB

Kasus Baru Turun, Jepang Tetap Perpanjang Karantina Wilayah Darurat

Kasus Baru Turun, Jepang Tetap Perpanjang Karantina Wilayah Darurat

Health | Rabu, 03 Februari 2021 | 11:03 WIB

Terkini

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:51 WIB

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

Sulsel | Minggu, 20 September 2026 | 20:48 WIB

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

Jatim | Minggu, 20 September 2026 | 20:33 WIB

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:32 WIB

×