Ternyata Ini Alasan Orang Indonesia Investasi Hunian Vertikal di Australia

Bimo Aria Fundrika, Dinda Rachmawati

Selasa, 09 Februari 2021 | 17:30 WIB
Ternyata Ini Alasan Orang Indonesia Investasi Hunian Vertikal di Australia
Ilustrasi hunian vertikal. (Shutterstock)

Suara.com - Apartemen kini menjadi bidikan masyarakat perkotaan, khususnya para generasi produktif. Pasalnya, tinggal di hunian vertikal ini dinilai mempunyai kelebihan dari segi praktis dan kenyamanan.

Hal ini dapat dibuktikan, saat Crown Group mencatat kenaikan jumlah akad jual beli dan serah terima unit di Indonesia hingga 25 persen atau senilai Rp4,6 triliun di tahun lalu. Tentu saja ini merupakan kabar yang menggembirakan, mengingat hantaman pandemi COVID-19 selama 9 bulan terakhir di Indonesia.

Namun, bukan cuma segi praktis dan kenyamanan saja, Manajer Penjualan Crown Group Indonesia, Reiza Arief, mengungkap berbagai alasan lain, mengapa banyak masyarakat Indonesia lebih tergiur membeli apartemen dibandingkan rumah tapak di negara Kanguru tersebut.

Ilustrasi apartemen. (Pixabay/Jarmoluk)
Ilustrasi apartemen. (Pixabay/Jarmoluk)

"Untuk kepemilikan rumah tapak harganya lebih tinggi dibandingkan unit apartemen, terutama di area yang strategis seperti di dekat CBD dan area sekitar kampus," jelas dia berdasarkan siaran pers yang Suara.com terima hari ini, Selasa (9/2/2021) .

Pemeliharaan rumah tapak, lanjut Reiza juga dinilai lebih mahal dibandingkan dengan apartemen, bahkan ada pajak tambahan apabila rumah tapak tersebut kosong lebih dari 6 bulan yang besarannya sendiri sekitar 1 persen dari nilai properti yang dimiliki.

Apartemen, tambah dia juga secara umum lebih mudah di sewakan dibanding rumah tapak, sehingga memudahkan para investor yang menggunakan KPA me-leverage pembayaran cicilan bulannya.

"Ditambah 70 persen tipe pembeli dari Indonesia adalah tipe investor dimana mereka mencari properti yang mudah disewakan dan memberikan imbal hasil yang tinggi. Itulah sebabnya lebih banyak pembeli asing yang menyasar unit apartemen dibandingkan rumah tapak," jelas dia. 

Hal ini tentu semakin menguatkan pilihan pembelian apartemen, ditambah jumlah calon penyewa unit apartemen lebih besar dibandingkan rumah tapak di Australia. Sebagai gambaran, kata Reiza, persentase penyewa rumah tapak adalah sebesar 14 persen pada tahun 2009 dan hanya naik sebesar 1 persen menjadi 15 persen pada tahun 2019.

Sementara, lanjutnya, persentase penyewa unit apartemen adalah sebesar 43 persen pada tahun 2009 dan naik menjadi 56 persen  di tahun 2019. Serta, ada penurunan persentase sebesar 13 persen bagi mereka yang membeli dan tinggal di unit apartemennya. Dari 56 persen pada tahun 2009 menjadi 43 persen pada tahun 2019.

baca juga

Bagi masyarakat yang tertarik melakukan investasi berupa apartemen di negara ini, ia mengatakan jika orang asing tetap akan mendapatkan jenis sertifikat yang sama dengan penduduk lokal, yaitu SHM yang berlaku seumur hidup dan dapat diwariskan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disuruh Cari Kerja Lain Ketimbang  Jualan Konten Porno, Wanita Ini  Murka

Disuruh Cari Kerja Lain Ketimbang Jualan Konten Porno, Wanita Ini Murka

Kalbar | Selasa, 09 Februari 2021 | 14:43 WIB

5 Inspirasi Kitchen Set Mini Untuk Anda yang Tinggal di Apartemen

5 Inspirasi Kitchen Set Mini Untuk Anda yang Tinggal di Apartemen

Lifestyle | Selasa, 09 Februari 2021 | 08:04 WIB

Guru Merasa Tak Bersalah Goda dan Ajak Siswanya Berhubungan Badan

Guru Merasa Tak Bersalah Goda dan Ajak Siswanya Berhubungan Badan

News | Senin, 08 Februari 2021 | 17:01 WIB

Terkini

3 Sepatu Lari Lokal Plat Karbon untuk Menunjang Performa, Cek Harganya

3 Sepatu Lari Lokal Plat Karbon untuk Menunjang Performa, Cek Harganya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:02 WIB

BRI Meriahkan Sumpah Pemuda dengan Promo Istimewa di Merchant Pilihan

BRI Meriahkan Sumpah Pemuda dengan Promo Istimewa di Merchant Pilihan

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Studi: Krisis Air di Nusa Tenggara Barat Bebani Anak Perempuan

Studi: Krisis Air di Nusa Tenggara Barat Bebani Anak Perempuan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Ingin Awet Muda? Ini 5 Makanan yang Baik untuk Dikonsumsi

Ingin Awet Muda? Ini 5 Makanan yang Baik untuk Dikonsumsi

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Review In My Prime: Kisah Bayi Tertukar yang Mengubah Nasib Dua Keluarga

Review In My Prime: Kisah Bayi Tertukar yang Mengubah Nasib Dua Keluarga

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:00 WIB

4 Chemical Sunscreen Non Comedogenic, Andalan Kulit Berminyak Bebas Jerawat

4 Chemical Sunscreen Non Comedogenic, Andalan Kulit Berminyak Bebas Jerawat

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Kevin Diks Hilang dari Skuad Gladbach Meski Sempat Jadi Kapten

Kevin Diks Hilang dari Skuad Gladbach Meski Sempat Jadi Kapten

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:54 WIB

Darmawangsyah Muin Dilantik Jadi Bupati Gowa Sore Ini

Darmawangsyah Muin Dilantik Jadi Bupati Gowa Sore Ini

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:54 WIB

Penguatan Alutsista TNI Jadi Bukti Dua Tahun Gerak Nyata, Tingkatkan Pertahanan Seluruh Indonesia

Penguatan Alutsista TNI Jadi Bukti Dua Tahun Gerak Nyata, Tingkatkan Pertahanan Seluruh Indonesia

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:53 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Atur Penyitaan Berbasis Nilai Demi Kejar Sisa Kerugian Negara

RUU Perampasan Aset Didesak Atur Penyitaan Berbasis Nilai Demi Kejar Sisa Kerugian Negara

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:52 WIB

×