Tak Sama, Begini Cara Membedakan Sedih dengan Depresi

Vania Rossa, Aflaha Rizal Bahtiar

Selasa, 02 Maret 2021 | 16:18 WIB
Tak Sama, Begini Cara Membedakan Sedih dengan Depresi
Ilustrasi sedih (freepik/wirestock)

Suara.com - Manusia memiliki beragam emosi, yang mungkin akan berganti-ganti setiap harinya. Ada kalanya kita merasa gembira, dan ada saatnya kita merasa sedih. Emosi bersifat sementara dan akan hilang seiring waktu. Itulah perbedaan pertama antara rasa sedih dan depresi.

Di sisi lain, depresi adalah penyakit. Pakar medis telah mengungkapkan bahwa gangguan mental ini merusak fungsi sosial, pekerjaan, dan area penting lainnya. Jika depresi tidak diobati, gejalanya tidak akan hilang dalam waktu dekat.

Perbedaan antara sedih dan depresi
Jika Anda bersedih, Anda akan merasa kesal dan mengalami ketidaknyamanan. Namun, emosi itu hanya akan dialami selama beberapa saat, dan akhirnya lenyap. Anda juga akan mengalami saat-saat ketika Anda bisa tertawa atau dihibur.

Tetapi jika Anda depresi, emosi itu mungkin tidak akan hilang. Itu juga akan mulai memengaruhi semua bidang kehidupan Anda. Tidak seperti yang dipahami kebanyakan orang, depresi adalah gangguan mental, bukan emosi sementara.

Berikut beberapa gejala penting depresi, seperti dilansir dari Healthshots:

  • Perasaan sedih yang terus-menerus
  • Mudah tersinggung
  • Kelelahan
  • Perubahan pola tidur atau makan
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Kehilangan minat dan antusiasme terhadap hal-hal yang dulunya memberikan kesenangan
  • Perasaan bersalah yang dalam dan tidak beralasan
  • Gejala fisik, seperti sakit kepala atau nyeri tubuh yang tidak memiliki penyebab tertentu
  • Perasaan tidak berharga
  • Berpikir tentang kematian
  • Pikiran atau tindakan bunuh diri

Depresi dapat dialami oleh lelaki maupun perempuan di segala usia. Juga tidak terbatas pada latar belakang etnis atau status sosial ekonomi apapun, karena siapapun dapat mengalaminya. Ada beberapa faktor yang membuat seseorang berisiko mengalami depresi, di antaranya mengalami trauma saat kecil atau remaja, ketidakmampuan untuk mengatasi peristiwa kehidupan yang menghancurkan seperti kematian anak atau pasangan, harga diri rendah, riwayat penyakit mental dalam keluarga termasuk gangguan bipolar atau depresi, serta kurangnya penerimaan keluarga atau komunitas.

Kadang, depresi juga dapat disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu secara berlebihan, termasuk beta-blocker, kortikosteroid, obat-obatan hormonal, serta statin.

Lalu, kapan harus mencari bantuan? Jika kesedihan Anda berlanjut selama lebih dari dua minggu, penting untuk segera berkonsultasi dengan spesialis.

Dan buat Anda yang sering mengalami kesedihan, Anda dapat membuat beberapa perubahan kecil dalam gaya hidup yang membantu Anda merasa lebih baik. Misalnya meluangkan waktu untuk aktivitas yang Anda sukai, menonton film favorit Anda, melakukan aktivitas fisik, makan sehat, dan mencoba untuk cukup tidur. Perubahan gaya hidup juga dapat membantu jika Anda sedang mengalami depresi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Ungkap Kebiasaan Merokok Terkait dengan Masalah Depresi

Studi Ungkap Kebiasaan Merokok Terkait dengan Masalah Depresi

Surakarta | Minggu, 28 Februari 2021 | 22:45 WIB

Ketahui Gejala Trauma dan Cara Mengatasinya

Ketahui Gejala Trauma dan Cara Mengatasinya

Health | Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:02 WIB

Studi: Depresi dan Kecemasan Percepat Demensia 2 hingga 3 Tahun Lebih Awal

Studi: Depresi dan Kecemasan Percepat Demensia 2 hingga 3 Tahun Lebih Awal

Health | Kamis, 25 Februari 2021 | 16:35 WIB

Terkini

Air Bersih Belum Tentu Aman? Mengapa Keluarga Modern Kini Lebih Selektif Memilih Air Minum

Air Bersih Belum Tentu Aman? Mengapa Keluarga Modern Kini Lebih Selektif Memilih Air Minum

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:46 WIB

Bagaimana Cara Dapat Kompensasi Pemadaman Listrik PLN?

Bagaimana Cara Dapat Kompensasi Pemadaman Listrik PLN?

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:05 WIB

5 Cara Selamatkan ASIP di Freezer saat Listrik Padam Berjam-jam, agar Tak Terbuang Sia-Sia

5 Cara Selamatkan ASIP di Freezer saat Listrik Padam Berjam-jam, agar Tak Terbuang Sia-Sia

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:30 WIB

Gaya Bohemian Kembali Jadi Tren, Sandal Kasual Naik Kelas Lewat Kolaborasi Fashion

Gaya Bohemian Kembali Jadi Tren, Sandal Kasual Naik Kelas Lewat Kolaborasi Fashion

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:27 WIB

Kenapa Akhir-Akhir Ini Sering Mati Listrik? Ini Jawaban PLN

Kenapa Akhir-Akhir Ini Sering Mati Listrik? Ini Jawaban PLN

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:26 WIB

Kenapa PLN Melakukan Pemadaman Listrik? Ini 5 Alasannya

Kenapa PLN Melakukan Pemadaman Listrik? Ini 5 Alasannya

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:15 WIB

3 Micellar Water Khusus Anak untuk Angkat Kotoran di Wajah Tanpa Iritasi

3 Micellar Water Khusus Anak untuk Angkat Kotoran di Wajah Tanpa Iritasi

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:14 WIB

4 Face Wash Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas Menurut Review

4 Face Wash Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas Menurut Review

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:35 WIB

5 Mesin Cuci untuk Bisnis Laundry Skala Kiloan yang Awet

5 Mesin Cuci untuk Bisnis Laundry Skala Kiloan yang Awet

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:19 WIB

Alasan Kulit Babi Banyak Digunakan di Industri Fesyen, Umat Muslim Harus Teliti sebelum Beli

Alasan Kulit Babi Banyak Digunakan di Industri Fesyen, Umat Muslim Harus Teliti sebelum Beli

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:51 WIB