Jika penghasilan bulanan sudah habis terlebih dahulu akibat pengeluaran konsumtif, maka tidak akan ada sisa penghasilan yang dapat disisihkan untuk mempersiapkan dana pensiun.
Prinsipnya, utamakan kebutuhan utama dan sisihkan sebagian penghasilan untuk dana pensiun terlebih dahulu, baru sisanya dapat dipakai untuk pengeluaran konsumtif.
5. Siapkan dana darurat
Selain dana pensiun, jangan lupa untuk mempersiapkan dana darurat yang dapat digunakan saat masa tak terduga, seperti misalnya saat kehilangan pekerjaan karena pandemi.
Jumlah dana darurat yang disarankan berbeda - beda, tergantung pada kondisi kamu. Rumus pada umumnya yang sering disarankan oleh para ahli keuangan seperti berikut ini:
- Bila kamu lajang, jumlah dana darurat kamu senilai 6 kali pengeluaran bulanan.
- Bila kamu sudah menikah, namun belum memiliki anak, jumlah dana darurat kamu senilai 9 kali pengeluaran bulanan
- Dan jika kamu sudah menikah dan memiliki anak, jumlah dana darurat kamu senilai 12 kali pengeluaran bulanan
- Dana darurat dapat disimpan di tempat yang aman, bersifat likuid, atau non likuid namun mudah dicairkan, seperti rekening tabungan, deposito, logam mulia emas, dan reksa dana pasar uang.
6. Melunasi hutang yang konsumtif
Jika Anda memiliki hutang atau cicilan yang masih berjalan, prioritaskan untuk melunasinya terlebih dahulu karena hutang akan mengganggu kelancaran cash flow kamu.
Semakin cepat hutang lunas, maka kamu akan semakin mudah dan nyaman dalam mempersiapkan dana pensiun.
7. Memiliki asuransi hari tua
Saat ini beberapa penyedia layanan asuransi menawarkan berbagai macam layanan asuransi hari tua yang dapat membantu memberikan pendapatan bulanan saat kamu memasuki usia pensiun nanti.
Mulai pelajari produk-produk yang ada dan rancanglah program pensiun kamu. Selain itu, jangan lupa juga mengenai pentingnya asuransi kesehatan dan asuransi jiwa ya.