Harga Cabai Mahal, Yuk Tanam Sendiri di Rumah

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 10 Maret 2021 | 06:50 WIB
Harga Cabai Mahal, Yuk Tanam Sendiri di Rumah
Seorang Ibu rumah tangga memilih cabai rawit di Pasar Induk Rau Serang, Banten, Selasa (9/3/2021). ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Suara.com - Di tengah situasi pandemi Covid-19, harga cabai di Indonesia masih melambung tinggi di harga Rp100 ribu per kilogram. Tentu ini membuat banyak masyarakat sulit untuk bisa membeli cabai dengan harga yang terjangkau.

Tapi, sebenarnya ada cara alternatif agar tetap bisa mengonsumsi cabai. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan untuk menanam cabai.

Maka dibuatlah kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Kegiatan ini dilaksanakan kelompok masyarakat secara bersama-sama, mengusahakan lahan pekarangan sebagai sumber pangan berkelanjutan.

Tujuannya untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan, serta pendapatan karena cabai bisa dijual.

Hal ini sudah dilakukan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sedana Amerta Sari di Desa Angantaka, Kabupaten Badung, Bali.

ILUSTRASI pohon cabai rawit. [Sukabumiupdate.com]
ILUSTRASI pohon cabai rawit. [Sukabumiupdate.com]

"Dengan menanam cabai dan sayuran lainnya, ibu-ibu di kampung ini tidak perlu beli cabai ke pasar, karena karena bisa panen sendiri," ujar Sudastri, ketua kelompok Sedana Amerta Sari berdasarkan siaran pers Kementan RI, Selasa (9/3/2021).

Badan Ketahanan Pangan mengembangkan kehiatan P2L sebagai salah satu upaya menjaga ketahanan pangan.

"Kami menggagas P2L dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Kalau setiap rumah tangga melakukan penanaman cabai di pekarangan masing-masing 5 pot saja, pasti tidak akan sulit memenuhi cabai, karena tinggal petik," ujar Kepala BKP Agung Hendriadi.

Hal ini juga sejalan saran dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, yang meminta masyarakat melakukan penanaman di pekarangan rumah.

baca juga

"Jangan biarkan lahan kosong begitu saja. Tapi ditanami aneka tanaman, nanti akan dipetik hasilnya dan bisa untuk konsumsi keluarga," ujar Mentan Syahrul tak pernah bosan di berbagai kesempatan.

Tanaman cabai mudah dibudidayakan. Jika dipelihara (dipupuk, diberi obat anti hama), cabai rawit sudah mulai berbuah dan bisa dipanen setelah berumur 2,5 hingga 3 bulan.

Umur tanaman cabai rawit bisa mencapai 24 bulan dengan frekuensi panen 15 hingga 18 kali.

Upaya menyosialisasikan pemanfaatan lahan pekarangan dan gerakan budidaya cabai secara serentak disetiap Rukun Warga atau Rukun Tetangga (RT/RW), hendaknya bisa diinisiasi di daerah, karena kegiatan ini diyakini bisa meredam naiknya harga cabai.

"Saya harap dinas ketahanan pangan di daerah terus mensosialisasikan P2L ini, karena manfaatnya sangat dirasakan bagi keluarga. Pangan tercukupi, bahkan bisa mendapat tambahan penghasilan dengan menjualnya," tutup Agung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Cabai di Gresik Rp 120 Ribu, Lebih Mahal dari Harga Daging Sapi

Harga Cabai di Gresik Rp 120 Ribu, Lebih Mahal dari Harga Daging Sapi

Jatim | Selasa, 09 Maret 2021 | 17:55 WIB

Makin Pedas! Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp125 Ribu per Kg

Makin Pedas! Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp125 Ribu per Kg

Foto | Selasa, 09 Maret 2021 | 17:27 WIB

Harga Cabai Rawit di Sleman Masih Tinggi, Warga Pilih Beli Boncabe

Harga Cabai Rawit di Sleman Masih Tinggi, Warga Pilih Beli Boncabe

Jogja | Selasa, 09 Maret 2021 | 17:01 WIB

Terkini

Perbedaan Sunscreen Scora Pink dan Kuning, Ketahui Sebelum Checkout

Perbedaan Sunscreen Scora Pink dan Kuning, Ketahui Sebelum Checkout

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:05 WIB

IHSG Kembali Lesu di Sesi I, Terperangkap di Level 5.200

IHSG Kembali Lesu di Sesi I, Terperangkap di Level 5.200

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Bedak Padat Marina Apakah Bagus? Intip Klaim dan Review Pembeli

Bedak Padat Marina Apakah Bagus? Intip Klaim dan Review Pembeli

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Dinilai Arogan, Sikap Ajudan Gubernur Disebut Cerminkan Karakter Rudy Mas'ud

Dinilai Arogan, Sikap Ajudan Gubernur Disebut Cerminkan Karakter Rudy Mas'ud

Kaltim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Persija Dihantui Ancaman Pengurangan Poin, Nadeo Argawinata Tak Menyangka Ada Kericuhan Suporter

Persija Dihantui Ancaman Pengurangan Poin, Nadeo Argawinata Tak Menyangka Ada Kericuhan Suporter

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Darmawangsyah Muin Tidak Hadiri Peresmian Jalan, Gubernur Sulsel: Wah, Pelanggaran Ini

Darmawangsyah Muin Tidak Hadiri Peresmian Jalan, Gubernur Sulsel: Wah, Pelanggaran Ini

Sulsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Mengapa Kekayaan Alam Tak Cukup untuk Membawa Indonesia Berlayar Mandiri?

Mengapa Kekayaan Alam Tak Cukup untuk Membawa Indonesia Berlayar Mandiri?

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Pemerintah Bidik Target Devisa Sektor Pariwisata 24 Miliar Dolar AS di 2026, Setara Ekspor Sawit

Pemerintah Bidik Target Devisa Sektor Pariwisata 24 Miliar Dolar AS di 2026, Setara Ekspor Sawit

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:58 WIB

Respons 2 Tahun Prabowo-Gibran, Politisi PDIP Singgung Gelombang Protes hingga Asap Karhutla

Respons 2 Tahun Prabowo-Gibran, Politisi PDIP Singgung Gelombang Protes hingga Asap Karhutla

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Hutan Terbakar, Korporasi Harus Diusut, Pemerintah Jangan Berkelit

Hutan Terbakar, Korporasi Harus Diusut, Pemerintah Jangan Berkelit

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:50 WIB

×