Selamatkan Bumi dari Limbah Fesyen, Yuk Lakukan Recycle dan Upcycle!

Vania Rossa

Rabu, 10 Maret 2021 | 14:53 WIB
Selamatkan Bumi dari Limbah Fesyen, Yuk Lakukan Recycle dan Upcycle!
Sejauh Mata Memandang - Pameran Sayang Sandang, Sayang Alam (Dok. SMM)

Suara.com - Tak bisa dipungkiri, industri fesyen berkembang semakin cepat dan menjadi salah satu kunci pembangunan ekonomi. Namun harus diakui juga, limbah fesyen merupakan penyumbang mikrofiber plastik yang dibuang ke laut.

Pasar untuk industri fesyen yang terus berkembang dan dinamis, dipengaruhi oleh pergerakan tren yang sangat cepat. Dan industri fast fashion ini memberikan pilihan kepada konsumen untuk dapat membeli lebih banyak pakaian dengan harga yang terjangkau. Akibatnya, akumulasi limbah fesyen terus meningkat.

Hal ini masih ditambah dengan penggunaan serat sintetis seperti poliester, yang merupakan serat plastik dan tidak dapat terurai secara hayati. Bahkan membutuhkan waktu hingga 200 tahun untuk dapat terurai. Terlebih lagi, sekitar 85% dari sampah tekstil dibuang ke tempat sampah dan laut.

Sejauh Mata Memandang (SMM) sebagai merek fesyen dan agen perubahan berkomitmen untuk menjadi label yang lebih bertanggung jawab. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kesadaran konsumen, disponsori oleh TACO dan Ashta District 8, SMM menggelar pameran yang bercerita tentang darurat sampah tekstil dengan tajuk “Sayang Sandang, Sayang Alam”. Berlokasi di Ashta District 8, SCBD, Jakarta Selatan pameran berlangsung dari 6 Maret – 6 April 2021.

Chitra Subyakto, Pendiri dan Direktur Kreatif SMM menjelaskan, “Fakta menunjukan bahwa fesyen merupakan salah satu penyumbang polutan sampah terbesar. 95% sampah tekstil yang terbuang sebenarnya masih bisa didaur ulang (recycle) atau didayagunakan kembali menjadi benda berfungsi lain (upcycle). Sebagai merek fesyen dengan konsep slow fashion, salah satu cara kami mengurangi sampah tekstil, adalah dengan menciptakan sandang dari bahan yang dapat terurai, memanfaatkan sisa kain produksi, melakukan program daur ulang dan modifikasi nilai guna dari kain. Komitmen ini merupakan langkah nyata kami untuk mengajak konsumen membantu menyelamatkan lingkungan kita”.

Sejauh Mata Memandang - Pameran Sayang Sandang, Sayang Alam (Dok. SMM)
Sejauh Mata Memandang - Pameran Sayang Sandang, Sayang Alam (Dok. SMM)

Bekerja sama dengan Felix Tjahyadi selaku konseptor, pameran ini juga didukung oleh Lynx Films, Mata Studio, Magnifique, Davy Linggar, Wardah, Pable Indonesia, Syah Establishment, dan Greenpeace sebagai NGO partner. Dengan mengutamakan protokol kesehatan; memakai masker, menjaga jarak, membatasi interaksi, dan menjaga kebersihan tangan pengunjung diberikan berbagai edukasi dan informasi terkait fakta mengenai sampah tekstil.

Pameran “Sayang Sandang, Sayang Alam” terdiri dari beberapa area, antara lain; area fakta mengenai sampah tekstil, video informative dan visual hasil kolaborasi dengan Greenpeace, Davy Linggar, Dian Sastrowardoyo, Tulus, Gustika Hatta, dan Mesty Artiariotedjo. Tersedia juga area kotak penyaluran (dropbox) sampah tekstil.

Terdapat juga Kios Sejauh menjual produk-produk daur ulang dari sisa bahan produksi dan pakaian bekas. Produk-produk daur ulang SMM cukup beragam, seperti selop, tas serba guna dan kondangan, aneka bantal, masker kain, topi, dan koleksi pakaian daur.

Selama pameran berlangsung, SMM juga mengajak masyarakat mendonasikan pakaian untuk didaur ulang dengan cara pakaian yang sudah tidak digunakan bisa dikirimkan ke kotak peduli sampah tekstil selama pameran berlangsung. Pakaian yang sudah tidak layak pakai akan didaur ulang menjadi benang dan kemudian menjadi kain baru, di mana gerakan ini SMM bekerja sama dengan Pable Indonesia.

baca juga
Sejauh Mata Memandang - Pameran Sayang Sandang, Sayang Alam (Dok. SMM)
Sejauh Mata Memandang - Pameran Sayang Sandang, Sayang Alam (Dok. SMM)

Bekerja sama dengan beberapa gerakan, SMM juga mengolah pakaian yang masih layak pakai untuk dipilah dan didayagunakan kembali atau disumbangkan bagi yang membutuhkan, distribusi pakaian tersebut SMM didukung oleh Wardah dan Syah Establishment.

Sebagai pengguna fesyen, kamu juga bisa ikut peduli pada kondisi darurat sampah tekstil ini, lho. Misalnya dengan memilih serat alami untuk tekstil, berbelanja lebih sedikit, membeli kualitas yang baik sehingga tahan lama, dan membeli produk dengan konsep daur ulang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

JFW 2021, Sejauh Mata Memandang Kenalkan Bahan Daur Ulang Ramah Lingkungan

JFW 2021, Sejauh Mata Memandang Kenalkan Bahan Daur Ulang Ramah Lingkungan

Lifestyle | Selasa, 01 Desember 2020 | 21:55 WIB

Mengenal Pable, Pengolah Limbah Tekstil di Indonesia

Mengenal Pable, Pengolah Limbah Tekstil di Indonesia

Tekno | Senin, 23 November 2020 | 15:42 WIB

Lewat Fesyen Anak, Sejauh Mata Memandang Ajak Selamatkan Laut Indonesia

Lewat Fesyen Anak, Sejauh Mata Memandang Ajak Selamatkan Laut Indonesia

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2020 | 16:41 WIB

Terkini

52% BUMN Ternyata Alami Kerugian Senilai Rp20 Triliun

52% BUMN Ternyata Alami Kerugian Senilai Rp20 Triliun

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Febrie Adriansyah Keberatan LPSK Lindungi Ferry Boboho, Sebut Tak Penuhi Syarat

Febrie Adriansyah Keberatan LPSK Lindungi Ferry Boboho, Sebut Tak Penuhi Syarat

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Polda Kepri Mutasi Besar-besaran Jajarannya, Ada 475 Personel!

Polda Kepri Mutasi Besar-besaran Jajarannya, Ada 475 Personel!

Batam | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Ulasan Hippie: Perjalanan Menemukan Kebebasan dan Jati Diri

Ulasan Hippie: Perjalanan Menemukan Kebebasan dan Jati Diri

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Kabar Baik untuk Persija Jelang Lawan Persik, Rizky Ridho dan Kyohei Yoshino Tak Dicoret

Kabar Baik untuk Persija Jelang Lawan Persik, Rizky Ridho dan Kyohei Yoshino Tak Dicoret

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:58 WIB

3 Sunscreen Lokal untuk Kulit Sensitif yang Rentan Eksim dan Dermatitis, Tanpa Rasa Perih

3 Sunscreen Lokal untuk Kulit Sensitif yang Rentan Eksim dan Dermatitis, Tanpa Rasa Perih

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:54 WIB

Cara Mengetahui WA Disadap dan Langkah Mengatasinya di Android serta iPhone

Cara Mengetahui WA Disadap dan Langkah Mengatasinya di Android serta iPhone

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:48 WIB

Ketika Rumah Kehilangan Rasa Aman: Jangan Tutupi Kekerasan Demi Nama Baik Keluarga

Ketika Rumah Kehilangan Rasa Aman: Jangan Tutupi Kekerasan Demi Nama Baik Keluarga

Opini | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Anies Masuk 3 Besar Survei IPO Pilpres 2029, NasDem: Pemilu Masih Jauh

Anies Masuk 3 Besar Survei IPO Pilpres 2029, NasDem: Pemilu Masih Jauh

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Pemerintah Bakal Salurkan Bansos 30 Kilogram untuk 33,2 Juta Keluarga

Pemerintah Bakal Salurkan Bansos 30 Kilogram untuk 33,2 Juta Keluarga

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:38 WIB

×