Chef Hotel Sudahi Perdebatan Antara Tim Makan Bubur Diaduk dan Tidak Diaduk

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 28 Maret 2021 | 09:12 WIB
Chef Hotel Sudahi Perdebatan Antara Tim Makan Bubur Diaduk dan Tidak Diaduk
Executive Chef Swiss Belhotel Pondok Indah, Reuben Winantyo. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Suara.com - Kamu masuk tim makan bubur diaduk dan tidak diaduk? Perdebatan soal cara menyantap bubur ini memang tak pernah usai. Menurut tim makan bubur diaduk, rasa bubur kurang mantap dan meresap kalau tidak diaduk. Sedangkan tim lawan mengatakan bahwa mengaduk bubur akan merusak visual bubur.

Lalu, siapa yang akan menengahi perdebatan ini? Dalam sebuah kesempatan, Suara.com bertanya soal cara menyantap bubur ini kepada Executive Chef Swiss Belhotel Pondok Indah, Reuben Winantyo.

Menurut Chef Reuben, ada baiknya bubur diaduk sebelum disantap. tujuannya agar tekstur bubur merata, tidak sekedar 'nasi berkuah banyak'.

"Harusnya diaduk, rasanya jadi campur. Bubur itu kan dasarnya nasi berkuah banyak, dikasih bumbu, ada ayamnya, terus memberikan rasa dan tekstur," ujar Chef Reuben kepada suara.com di Swiss Bellhotel Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (27/3/2021).

Selain itu, dengan diaduknya bubur, maka sensasi sambal atau kecap yang ditambahkan akan lebih merata. Sehingga pedas maupun manis meresap di setiap suapan.

Terlebih, kata Chef Reuben, jika bubur ditambahkan kacang, ini akan memberikan kesan perjuangan dalam mengonsumsi bubur, karena perlu dikunyah.

"Ada crunchy-nya, jadi ada perjuangan untuk makannnya, jadi menurut saya dicampur sih," ungkapnya.

Meski begitu chef yang kerap meracik bubur ini, tidak bisa menyamaratakan semua selera makan orang. Meskipun makanannya bersumber dari satu wadah, harus diakui cara masing-masing orang dalam mengonsumsi akan berbeda-beda.

baca juga

"Sama saja kayak kita makan Soto Betawi, rasanya beda-beda. Ada yang kasih kecap, jeruk nipis banyak, rasanya totally jadi berubah rasanya, padahal sumber makananya sama," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mirip Chef Juna dan Arnold, Netizen: Kok Bisa?

Mirip Chef Juna dan Arnold, Netizen: Kok Bisa?

Banten | Sabtu, 27 Maret 2021 | 07:44 WIB

Usai Belajar Masak dari Chef Juna, Fadil Jaidi Jualan Burger

Usai Belajar Masak dari Chef Juna, Fadil Jaidi Jualan Burger

Entertainment | Jum'at, 26 Maret 2021 | 06:05 WIB

Sempat Khawatir, Begini Cara Chef Devina Penuhi Asupan Nutrisi Anak

Sempat Khawatir, Begini Cara Chef Devina Penuhi Asupan Nutrisi Anak

Lifestyle | Jum'at, 26 Maret 2021 | 02:05 WIB

Terkini

Meutya Hafid Gandeng Polri Perangi Judi Online hingga Penipuan Digital

Meutya Hafid Gandeng Polri Perangi Judi Online hingga Penipuan Digital

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Dari Cegil hingga Rizz: Fenomena Algoritma Medsos Mengubah Gaya Bahasa Gen Z

Dari Cegil hingga Rizz: Fenomena Algoritma Medsos Mengubah Gaya Bahasa Gen Z

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Pilar Penting Bangsa, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pemerintah Perkuat Kelembagaan Pesantren

Pilar Penting Bangsa, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pemerintah Perkuat Kelembagaan Pesantren

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:04 WIB

Mugiyanto Ungkap Data HAM yang Bakal Dibuka ke Publik, dari Desa Sadar HAM hingga Pengaduan Warga

Mugiyanto Ungkap Data HAM yang Bakal Dibuka ke Publik, dari Desa Sadar HAM hingga Pengaduan Warga

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01 WIB

Review Film Wonderland: Dunia Kecil untuk Mereka yang Belum Rela Kehilangan

Review Film Wonderland: Dunia Kecil untuk Mereka yang Belum Rela Kehilangan

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Gaya Dosen Gen Z di Medan Saat Mengajar Jadi Sorotan, Warganet Ikut Terpukau

Gaya Dosen Gen Z di Medan Saat Mengajar Jadi Sorotan, Warganet Ikut Terpukau

Sumut | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng

Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng

Kaltim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Bros Mencolok Lamine Yamal di Gala Ballon d'Or 2026 Curi Perhatian: Pernah Dipakai Bintang Hollywood

Bros Mencolok Lamine Yamal di Gala Ballon d'Or 2026 Curi Perhatian: Pernah Dipakai Bintang Hollywood

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Viral Dituding Bangun Kopdes di Tengah Hutan Jalur Trabas, Peratin di Lambar Buka Suara

Viral Dituding Bangun Kopdes di Tengah Hutan Jalur Trabas, Peratin di Lambar Buka Suara

Lampung | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Karhutla Berulang, Tata Air Gambut Jadi Kunci Lindungi Habitat Satwa

Karhutla Berulang, Tata Air Gambut Jadi Kunci Lindungi Habitat Satwa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:54 WIB

×