Brand Kecantikan Jepang Hilangkan Kata 'Whitening' dari Produknya

Vania Rossa

Senin, 05 April 2021 | 11:24 WIB
Brand Kecantikan Jepang Hilangkan Kata 'Whitening' dari Produknya
Brand Kecantikan Jepang Hilangkan Kata 'Whitening' dari Produknya (Pixabay/saponifier)

Suara.com - Beberapa waktu lalu, di Jepang ada tren kulit cerah, yang membuat banyak produk kecantikan dan perawatan kulit menambahkan kata 'whitening' pada kemasannya, mulai dari pembersih wajah, pelembap, hingga kosmetik.

Namun kini, salah satu perusahaan kosmetik terkemuka di Jepang sedang berupaya untuk menghilangkan kata 'whitening' ini. Hal ini lantaran kata-kata tersebut dapat memicu ketidaksetaraan rasial, seperti yang disorot oleh gerakan Black Lives Matter beberapa waktu lalu.

Dilansir dari SoraNews24, Kao adalah brand kecantikan pertama yang mengumumkan tidak akan lagi menggunakan kata 'whitening' dalam produk barunya mulai bulan Maret tahun ini. Perusahaan tersebut bertujuan untuk menghilangkan kata tersebut dari semua produknya dalam beberapa tahun ke depan.

Kao mengatakan mereka tidak ingin menyampaikan pesan bahwa satu jenis warna kulit lebih rendah atau lebih tinggi dari yang lain, dan memutuskan untuk menghapus kata-kata tersebut sebagai bagian dari komitmen keseluruhan mereka untuk mempromosikan keragaman.

Terlepas dari keputusan mereka untuk berhenti menggunakan kata 'whitening', produk 'pencerah kulit' cenderung tetap populer di Jepang karena diyakini dapat mengurangi munculnya bintik-bintik hitam pada kulit.

Kao mengatakan akan terus memenuhi permintaan ini, tetapi alih-alih menggunakan istilah seperti 'whitening', mereka sekarang memilih untuk mengadopsi kata 'brightening', dimulai dengan rangkaian produk barunya Twany, yang baru dirilis pada pertengahan Maret lalu.

Perubahan bahasa ini terjadi setelah langkah serupa yang diambil oleh perusahaan kosmetik di luar negeri, seperti L'Oreal dan Unilever. Di Jepang, Kao adalah perusahaan kosmetik Jepang pertama yang berhenti menggunakan kata 'whitening'.

Komitmen Kao terhadap keragaman melampaui bahasa yang digunakan untuk memasarkan produk mereka, karena mereka juga berupaya menangani masalah gender, dengan menambahkan opsi tambahan jawaban 'tidak' dan 'tidak yakin' atas pertanyaan gender di kuesioner.

Perusahaan juga mengatakan berencana untuk merilis rangkaian baru alas bedak musim gugur ini dengan 23 warna, kira-kira dua kali lebih banyak daripada warna yang biasanya ditawarkan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingin Mulai Usaha Produk Kecantikan Tanpa Modal, Begini Tipsnya

Ingin Mulai Usaha Produk Kecantikan Tanpa Modal, Begini Tipsnya

Lifestyle | Selasa, 23 Maret 2021 | 15:50 WIB

Produk Kecantikan Mampu Berdayakan Perempuan di Masa Pandemi Covid-19

Produk Kecantikan Mampu Berdayakan Perempuan di Masa Pandemi Covid-19

Lifestyle | Senin, 22 Maret 2021 | 16:24 WIB

Belanja Produk Kecantikan, Platform Ini Siapkan Personal Beauty Expert

Belanja Produk Kecantikan, Platform Ini Siapkan Personal Beauty Expert

Press Release | Rabu, 17 Maret 2021 | 19:07 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×