Cara Mudah Membuat Kompos dari Sampah Organik Rumahan

Vania Rossa

Rabu, 21 April 2021 | 06:41 WIB
Cara Mudah Membuat Kompos dari Sampah Organik Rumahan
Cara Membuat Kompos dari Sampah Organik Rumahan. (Freepik)

Suara.com - Sampah rumah tangga menjadi jenis sampah terbesar di Indonesia, yang sebagian besar merupakan sampah organik. Dalam satu hari, ada 175 ribu ton sampah baru dari sektor rumah tangga. Dalam satu jam, rumah tangga di Indonesia menyumbang sampah sebanyak 7300 ton. Atau agar lebih jelas gambarannya, jika sampah dalam satu jam tersebut ditumpuk, maka tingginya dapat mencapai setengah tinggi Tugu Monas di Jakarta.

Dan salah satu cara untuk mengurangi sampah rumah tangga adalah dengan mengelola sampah organik menjadi pupuk kompos. Lewat kutipan artikel Rumah.com, portal properti terdepan di Indonesia berikut ini, Anda dapat mengetahui cara membuat kompos untuk membantu menyuburkan tanaman di rumah.

Manfaat Kompos
Jika tidak dimulai dari Anda, semua sampah rumah tangga akan berakhir di TPA dan menyebabkan penumpukan sampah. Padahal, selain mudah, membuat pupuk kompos juga memiliki segudang manfaat, misalnya:

  • Meningkatkan kesuburan tanah.
  • Meningkatkan daya serap air pada tanah.
  • Meningkatkan aktivitas mikroba tanah.
  • Memperbaiki struktur dan kualitas tanah.
  • Memperbaiki kualitas hasil panen.
  • Membatasi pertumbuhan hama tanaman.
  • Mengurangi tingkat kekasaran struktur tanah.
  • Ramah lingkungan.
  • Mengurangi jumlah sampah organik.
  • Membantu pemerintah mengolah sampah rumah tangga.
  • Mengurangi bau tidak sedap pada sampah.
  • Melestarikan lingkungan.

Agar Anda tidak turut berkontribusi dalam meningkatnya limbah plastik, simak informasi yang dikutip dari artikel Rumah.com berikut ini.

Langkah 1: Memilah Sampah

Cara Membuat Kompos dari Sampah Organik Rumahan. (Freepik)
Cara Membuat Kompos dari Sampah Organik Rumahan. (Freepik)

Pisahkan dulu bahan-bahan yang bisa dijadikan kompos dan yang tidak bisa. Pengelompokannya dapat dilakukan seperti berikut ini:

  • Sampah sisa makanan dari sayur-sayuran, kulit buah, dan daging
  • Bumbu dapur yang sudah kedaluwarsa.
  • Potongan kayu.
  • Daun-daunan.
  • Potongan rambut.
  • Bulu hewan yang rontok.
  • Debu belakang lemari es.
  • Kotoran hewan peliharaan.
  • Kertas bekas dan sampah tisu.

Langkah 2: Siapkan Bahan dan Alat

Cara Membuat Kompos dari Sampah Organik Rumahan. (Freepik)
Cara Membuat Kompos dari Sampah Organik Rumahan. (Freepik)

Berikut ini bahan dan alat yang Anda butuhkan untuk membuat kompos.

Bahan:
Sampah organik yang sudah dipilah. Anda bisa memotong-motong sampah organik seperti kulit buah dan bahan lainnya menjadi berukuran 1 – 2 cm. Hal ini untuk mempercepat proses pengomposan.

baca juga

Alat:

  1. Wadah besar, ember, atau tong yang dilengkapi penutup agar pupuk yang akan dibuat tidak terkontaminasi. Berikan lubang pada bagian bawahnya, lalu tempatkan di atas susunan batu supaya tidak menyentuh tanah secara langsung dan meminimalkan wadah agar tidak terkena air. Jika ingin sesuatu yang lebih simpel, kini telah tersedia organic compost bag yang dapat Anda temukan dengan harga terjangkau di marketplace.
  2. Sarung tangan.

Ingin tahu lebih detail soal lokasi rumah incaran Anda? Temukan informasi mendalamnya di https://www.rumah.com/areainsider Rumah.com.

Langkah 4: Pemrosesan

Cara Membuat Kompos dari Sampah Organik Rumahan. (Freepik)
Cara Membuat Kompos dari Sampah Organik Rumahan. (Freepik)

Setelah bahan dan alat yang dibutuhkan sudah lengkap, berikut ini langkah membuat pupuk kompos.

  • Masukkan tanah secukupnya ke dalam wadah yang telah diisi dengan sampah organik. Ketebalannya bisa Anda sesuaikan dengan wadah dan jumlah sampah organik.
  • Siram permukaan tanah menggunakan air secukupnya.
  • Masukkan sampah organik yang sudah disiapkan ke dalam wadah. Ratakan sampah ke seluruh tanah dan usahakan agar ketebalan sampah setara dengan ketebalan tanah.
  • Masukkan kembali tanah ke dalam wadah. Kali ini tanah berperan sebagai penutup sampah.
  • Tutup wadah dengan rapat dan biarkan sekitar tiga minggu.
  • Setelah itu, yang harus diperhatikan adalah memastikan wadah pembuat pupuk kompos tidak terkontaminasi oleh air hujan dan hewan serta wadah tidak boleh terpapar sinar matahari.

Langkah 5: Pematangan
Setelah proses penguraian, Anda perlu menunggu paling sedikit 3-6 minggu, tetapi ada juga yang menunggu hingga 3 bulan untuk hasil yang lebih maksimal. Apabila setelah 3-6 minggu sampah organik tidak mengeluarkan bau busuk dan hanya bau tanah, maka pupuk kompos Anda siap digunakan untuk bercocok tanam.

Ciri-ciri pupuk kompos Anda memiliki kualitas yang baik adalah memiliki warna cokelat tua hingga hitam seperti tanah, memberikan efek yang baik saat digunakan di tanah, tidak larut dalam air, tidak berbau, dan suhunya kurang lebih sama dengan suhu lingkungan.

Langkah 6: Pengemasan agar awet
Langkah terakhir adalah mengemas kompos yang telah jadi ke dalam botol atau wadah plastik. Hal ini dilakukan supaya pupuk Anda bertahan lama dan kualitas kompos tetap terjaga. Anda bisa membagi kompos ke dalam beberapa wadah dan menutupnya dengan rapat.

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sampah di KPH Tahura Dikelola, Hasilkan 2 Ton Kompos

Sampah di KPH Tahura Dikelola, Hasilkan 2 Ton Kompos

Sumsel | Jum'at, 02 April 2021 | 17:57 WIB

Cara Membuat Pupuk Kompos: Hanya Modal Daun, Akar Bambu dan Nasi!

Cara Membuat Pupuk Kompos: Hanya Modal Daun, Akar Bambu dan Nasi!

Bogor | Selasa, 02 Maret 2021 | 15:58 WIB

Bukan Hanya Jadi Kompos, Sampah Organik Bisa Dijadikan Makanan Lalat

Bukan Hanya Jadi Kompos, Sampah Organik Bisa Dijadikan Makanan Lalat

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2020 | 17:59 WIB

Terkini

Memilih Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan, Ini yang Perlu Diketahui Perempuan

Memilih Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan, Ini yang Perlu Diketahui Perempuan

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:20 WIB

4 Cara Menata Kamar Tidur Biar Hoki Sesuai Feng Shui, Lengkap dengan Rekomendasi Produk dari Azko

4 Cara Menata Kamar Tidur Biar Hoki Sesuai Feng Shui, Lengkap dengan Rekomendasi Produk dari Azko

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:00 WIB

Foundation Apa yang Bisa Menutupi Flek Hitam? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Makeup Flawless

Foundation Apa yang Bisa Menutupi Flek Hitam? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Makeup Flawless

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:04 WIB

Cushion Apa yang Bisa Menutupi Flek Hitam? Ini 9 Pilihan Terbaik yang Sudah BPOM

Cushion Apa yang Bisa Menutupi Flek Hitam? Ini 9 Pilihan Terbaik yang Sudah BPOM

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:22 WIB

Spesifikasi dan Keunggulan Pompa Air Shimizu PS-128 BIT untuk Kebutuhan Air Rumah Anda

Spesifikasi dan Keunggulan Pompa Air Shimizu PS-128 BIT untuk Kebutuhan Air Rumah Anda

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:43 WIB

Sunscreen Apa yang Bisa Menghilangkan Bruntusan? Ini 6 Rekomendasi sesuai Review dan Harga

Sunscreen Apa yang Bisa Menghilangkan Bruntusan? Ini 6 Rekomendasi sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:40 WIB

Cek Feng Shui Kamar Tidur Anda, Bisa Jadi Penyebab Rezeki Seret dan Lelah Terus-menerus

Cek Feng Shui Kamar Tidur Anda, Bisa Jadi Penyebab Rezeki Seret dan Lelah Terus-menerus

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:30 WIB

Cara Pilih Cushion untuk Kulit Berminyak, Lengkap 2 Rekomendasi Terbaik

Cara Pilih Cushion untuk Kulit Berminyak, Lengkap 2 Rekomendasi Terbaik

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:45 WIB

Ketika Ayam Bakar Berpadu Gochujang dan Merica Batak Jadi Juara Kompetisi Masak Korea

Ketika Ayam Bakar Berpadu Gochujang dan Merica Batak Jadi Juara Kompetisi Masak Korea

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:45 WIB

Cushion vs Foundation: Mana yang Lebih Aman dan Ampuh untuk Kulit Berjerawat?

Cushion vs Foundation: Mana yang Lebih Aman dan Ampuh untuk Kulit Berjerawat?

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:35 WIB

×