alexametrics

Pakar Keuangan Sebut THR Laiknya Bonus, Bisa Bikin Ketergantungan Karyawan

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi
Pakar Keuangan Sebut THR Laiknya Bonus, Bisa Bikin Ketergantungan Karyawan
Ilustrasi uang THR (shutterstock)

Pakar keuangan itu mengatakan THR laiknya bonus. Pekerja yang mampu mengelola keuangan, tetap dapat hidup laik meski THR belum turun.

Suara.com - Salah satu hal paling ditunggu saat Ramadhan dan Idulfitri bagi pekerja yang beragam Islam adalah adanya Tunjangan Hari Raya atau THR.

Setidaknya 15 hari setelah memasuki Ramadhan, THR sudah mulai cair. Jika belum cair juga, pekerja umumnya akan bertanya-tanya, kapan uang perayaan akan segera turun?

Hanya saja, seorang perencana keuangan Lolita Setyawati mengatakan bagaimana mengharapkan THR bisa membahayakan keuangan. Itu terjadi apabila si pekerja sudah merasa ketergantungan dana tersebut.

"THR ini sudah semacam kebutuhan, padahal esensi dari THR itu seperti bonus setiap tahun pada saat Ramadhan," ujar Lolita dalam acara virtual OVO #RaihIkhlas, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Amalan di 10 Hari Terakhir Ramadhan yang Disukai Rasulullah

Ia mengatakan, rasa ketergantungan THR muncul akibat selalu diterima setiap tahun yang pada akhirnya, menyebabkan ketergantungan.

Padahal kata Lolita, seseorang yang mampu mengatur uang dengan baik dapat bertahan dan hidup laik tanpa ada THR sekali pun. "Jadi seharusnya kalau tidak ada kita masih bisa hidup dengan laik sesuai keinginan kita," terangnya.

Kendati demikian, Lolita mengatakan seseorang tetap boleh mengharapkan THR, namun jangan sampai ada ketergantungan pada THR.

"Boleh berharap, tapi berusaha mengatur anggaran kita supaya tetap bisa memenuhi semua kebutuhan tanpa adanya THR. Esensinya THR adalah tunjangan Hari Raya, dibelanjakan untuk kebutuhan Hari Raya, agar tidak salah," pungkasnya. 

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Tangerang Selatan Hari Ini 4 Mei 2021

Komentar